Tahun lalu gue resign setelah 7 tahun kerja di perusahaan yang sama. Ga ada proper farewell sama sekali wkwk. Cuma formalitas “let’s stay connected on LinkedIn.”
Di titik itu gue sadar: bagi perusahaan kita ini replaceable. Disposable. Bisa diganti kapan aja kayak mesin. Walaupun mau se-loyal apapun lo sama mereka
Jadi jangan terlalu attached sama kantor dan coworker lo ya guys. Kerja yang profesional, sesuai workload, dibayar, pulang. Build your own empire after office hours.
Jujur gue dulu nyesel banget sih pernah nolak tawaran waktu dihijack competitor. Bodoh banget gue mikir loyalitas gue bakal dihargai wkwk
Kemarin ada yang dapat PR di Kanada. Kalau kepo, bisa cek di web resmi, banyak program untuk bisa pindah.
Ada work based, ada regional program (PNP) tergantung masing2 provinsi kebijakannya.
Kalau jalur studi juga ada PGWP.
Silahkan baca-baca: https://t.co/qQUoe8Q9Yw
Gua baru visit diaspora Indonesia di New York & San Francisco.
Ini alasan mereka gak pulang:
Di Indonesia, power and wealth are determined by who your family is and who you know, bukan dari ability atau prestasi.
Indo is a place where you can be in government or run a VC fund -- just by being golf buddies with the right people.
Jadi gak heran, smart people refuse to work for bosses who don't deserve to be there.
Nonton Devil Wears Prada 2 bikin aku makin paham,
Sejago apapun kamu dengan track record pengalaman panjang,
Kalo lingkungannya ga mendukung, ga akan berkembang. Malah capek nyebokkin atasan sama bawahan.
After getting Series A from SoftBank, Restoran Sederhana announces first engineering hire:
Computer Vision Engineer focused on "eliminating human error in piring display arrangement."