Resit Sözer, orang Belanda keturunan Turki yang terdampar di Indonesia, menceritakan sejarah penelitian Elang Jawa.
Sejak 1993 menjelajahi hutan di Pulau Jawa untuk mengetahui sebaran Elang Jawa.
Beliau saat ini tinggal di Sukabumi, betah tapi tidak mau menjadi WNI. Tanya kenapa? 😁
Diskursus soal beras/padi ini semakin menarik. Cerita soal padi di Liyangan sudah banyak, ya. Jadi sebagai pemanis, ini foto sekam padi yang digunakan sebagai bahan temper bata di Percandian Batujaya ketika ekskavasi Juni kemaren.
SUSUNAN KATA BAHASA-BAHASA AUSTRONESIA
- Majoriti bahasa Austronesia pakai VSO dan VOS,ikut Proto-Austronesia.
- Bahagian barat Asia Tenggara pakai SVO akibat pengaruh Mon-Khmer, Nusa Tenggara dan utara Papua juga pakai SVO.
- Yg Pakai SOV datang dari pengaruh Papua.
Tabir sejarah era Ratu Kalinyamat perlahan mulai terungkap setelah warga Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan, menemukan ornamen batu andesit putih unik yang memiliki ukiran pada dua sisi berbeda.
Satu sisi menampilkan motif flora dan sulur-suluran, sementara sisi lainnya diduga menggambarkan Kalabhairawa dan lima apsara dari tradisi Hindu-Buddha.
Ornamen berukuran 60 x 36 sentimeter itu ditemukan pada 2022 di kawasan yang dikenal sebagai Langgar Bubrah saat warga melakukan kerja bakti. Pemerhati sejarah Jepara, Hisyam Maliki, menduga ornamen tersebut berasal dari masa peralihan Majapahit, Demak, hingga Kerajaan Kalinyamat.
Temuan ini dinilai penting karena memiliki kemiripan dengan ornamen di Masjid Mantingan dan diduga menjadi bagian dari bangunan atau kompleks Keraton Kalinyamat yang masih terkubur.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Jepara lebih serius melindungi dan meneliti situs-situs bersejarah yang berkaitan dengan Kerajaan Kalinyamat.
'Megalitik Pasemah adalah megalitik yang paling sempurna di dunia. Sebab, mempunyai 15 ragam bentuk. Lebih sempurna dari megalitik di Easter Island, Stonehenge, Carnac, Poso, Gunung Padang, Cipari, Bondowoso, dan lainya'.
https://t.co/eep3KIJp9l
Nah ini makam mbah Wm. F Stutterheim
Dalam konteks akademik, ia termasuk generasi awal indolog dan arkeolog kolonial yang membangun fondasi studi Indonesia klasik (ancient and medieval Indonesian history).
Kanan: pengukuran kemiringan nisan akibat pergeseran oleh akar pohon.
“Catatan pertama tentang Jawa ditemukan dalam catatan perjalanan seorang biksu bernama Faxian. Dalam perjalanan pulangnya dari India, dia mengunjungi Jawa pada 414 M. Buku yang berisi perjalanannya berjudul ‘Catatan Negara-negara Buddhis’,” W.P. Groeneveldt
Misteri logistik terbesar abad ini: Kenapa Nyoman Nuarta repot-repot bikin patung GWK 122 meter di Bandung, terus kepingannya diangkut pakai ratusan truk nyebrang laut ke Bali? Kenapa gak bikin workshop langsung di Bali aja?
Ternyata ini taktik teknik dan budaya yang jenius mampus:
1. Faktor Kandang: Studio raksasa, teknologi peleburan logam, dan ratusan pekerja ahli Nyoman Nuarta itu basisnya di NuArt Sculpture Park, Bandung. Mindahin seluruh infrastruktur pabrik seni ini ke Bali biayanya jauh lebih boros dibanding sewa ratusan truk kontainer.
2. Uap Garam & Korosi: Bukit Ungasan itu dekat laut selatan Bali. Udara asinnya tinggi banget. Kalau lembaran tembaga mentah diproduksi di sana selama bertahun-tahun, logamnya bisa korosi dan teroksidasi duluan sebelum patungnya kelar dirakit. Bandung yang adem jauh lebih aman buat presisi logam.
3. Rantai Pasok Industri: Pasokan baja, gas argon buat ngelas, dan suku cadang mesin berat itu pusatnya di Jawa. Kalau ada alat rusak di Bali, nunggu kiriman dari Jawa malah bikin proyek makin mangkrak lama.
4. Menjaga Kesucian Adat: Proses ngelebur logam itu bising, kotor, dan berasap. Biar gak ngerusak ketenangan spiritual Bali, Nyoman Nuarta milih Bali cuma terima kepingan "puzzle" bersih siap rakit, tanpa perlu ada polusi industri di tanah suci Ungasan.
Lempeng tembaga dari Gunung Arjuna berisi informasi terkait dengan tokoh bernama Tirtaraga, yang mengalami peningkatan status menjadi dewa atau dahyang melalui suatu ritual sakramen, yang melibatkan pengangkatan sebuah nampan berisi empat unsur tumbuhan simbolik, yaitu:
1. sebatang galuga (kesumba keling), yang melambangkan warna merah dan arah utara;
2. sebatang gěḍaŋ (pisang), yang melambangkan warna kuning dan arah barat;
3. sebatang taḷs (talas), yang melambangkan warna putih dan arah timur; serta
4. sebatang tĕbu (tebu hitam), yang melambangkan warna gelap dan salah satu penjuru kosmologis.
galuga sawit / gěḍaŋ sawit / tals sawit / têbu sawit I hajungjung tariṅ aranira, hage sira muja samadi, jêg pandira slat I saṅ tirtaraga, dinaren / pukulun / dewa
Gěḍaŋ (pisang) inovasi Proto-Melayu, atau serapan Proto-Mon-Khmer?
Kata Jawa Kuno gěḍaŋ (pisang) sangat mungkin diserap atau memiliki akar kata yang sama dengan Proto-Mon-Khmer kdɔʔ
Dalam beberapa percabangan Mon-Khmer (seperti Katuik dan Khmuik), kdɔʔ merujuk pada kuncup atau tunas bunga pisang yang dapat dimakan.
Selain itu sdaṅ /stɔːŋ/ ‘rézim pisang’
*chdoṅ /cʰdɔːŋ/ tandan, batang pisang
pisaṅ dan gěḍaŋ, sering dianggap oleh ahli linguistik historis sebagai inovasi bahasa Proto-Melayu, sekarang perlu mempertimbangkan bahwa gěḍaŋ bisa jadi serapan dari Proto-Mon-Khmer kdɔʔ/sdaṅ/chdoṅ
Sultan Demak adalah musuh Portugis dan mengetahui adanya peperangan antara Spanyol dan Portugis di Maluku. Urdaneta yakin bahwa Demak bersedia menjadi sekutu Spanyol untuk melawan Portugis.
🇮🇩🤝🇪🇸 #Demak#Trenggana
✍️Andres de Urdaneta, Valladolid🇪🇸, 1537
Satu lagi akun brilian dengan tulisannya yang amat sangat mahal. Kami merekomendasikan Handai Tolan untuk mengikuti akun ini agar dahaga perihal kompendium sejarah atau badad nusantara bisa perlahan-lahan terpenuhi.
Amat. Sangat. Bagus. ⭐⭐⭐⭐⭐
Kalau udah di stasiun enaknya 'berkelana' kemana ya?
Cisauk?
Pondok Cina?
Manggarai?
atau
Tanah Abang?
Kalau ke empat-empatnya seru juga (: paham dong maksudnya.
📍Jabodetabek
Lebih dari 13 abad yang lalu ternyata penguasa Sriwijaya juga berurusan dengan musuh raja dan para datu yang mencoba mengorupsi emas dan harta kerajaan lainnya. Emas pada masa itu telah menjadi devisa negara yang terpenting dan harus dijaga keamanannya.
Prasasti Telaga Batu memuat informasi tentang sikap keras penguasa Sriwijaya dalam menangani keamanan emas dan harta kekayaan lain kerajaan, seperti yang tertulis pada baris 9 dan 11:
(9) kamu membujuk segenap selir raja dengan tujuan mengetahui dan menyelidiki rahasia Istana, atau berkomplot untuk mencuri atau korupsi pengiriman emas di bawah kuasa raja, bila kamu berkomplot dengan kalangan istana. Mereka yang berkomplot licik di belakang para Datu, tidak akan dapat melarikan diri untuk membawa barang-barang curiannya.
(11) diam-diam menyembunyikan (korupsi) persediaan emas dan harta kekayaan kerajaan, atau bekerja sama dengan dukun Istana untuk membuat sakit kerabat kerajaan atau tidak tunduk pada pemerintah raja, kamu akan terlaknat dan terbunuh kutukan raja...
Emas pada masa itu telah menjadi devisa negara yang terpenting dan harus dijaga keamanannya. Who knew masalah kita gak beda jauh dengan masalah para elit di masa lalu
“Wangsa Śailendra merupakan dinasti Jawa yang, melalui penaklukan atau melalui hak atas takhta, telah berkuasa atas Śrīvijaya, barangkali mulai dari akhir abad VIII atau awal abad IX, yang dibuktikan melalui sisi kedua prasasti Wat Sema Muang,” George Cœdès