Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Jubir @Gerindra kok ga ada yg cerdas ya.
Sdh tau Anak2 sekolah hrs menyebrangi sungai spy bisa sekolah. Solusinya malah dikasih MBG 🤭
Pantes kalo langsung diskak sama wakil ketua BEM UI.
*************
1 Suro Vozinha
-----------
Sekitar 100 mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menegaskan bahwa aksi mahasiswa menggeruduk acara yang dihadiri tiga pejabat pemerintah di UGM, Senin (15/06), merupakan puncak "rasa muak dan ketidakpercayaan" kepada pemerintah.
https://t.co/CfWbI97X5J
Anak FK UI sempet-sempetnya jadi wakil bem univ, keren bgt masyaAllah.
Kalimat yg disampaikan rapih, tertata, jujur dan kritis.
Kalo wakil yg onoh, bisa gak serapih ini kalo debat?
Hari wisuda ini istimewa. Besok hari-hari biasa. Namun, ujian yang sesungguhnya adalah di hari-hari biasa ke depan.
Itulah pesan yang kami sampaikan saat pulang ke UGM untuk melepas wisudawan sekaligus menyambut mereka bergabung ke Kagama.
Lho kok Abah Anies yang pidato di acara wisuda Mahasiswa UGM, beliau kan cuma capres gagal, harusnya kan @jokowi yang pidato, konon katanya dia lulusan UGM dan juga menjabat presiden selama 2 periode 🤣🤣
katanya “gamau pilih anies, cuma pinter ngomong”
lah ini udah ngomong aja ga becus, kerja juga ga bener. minimal yang kalo kita kritik ga ngatain kita bodoh.
Guys, ada satu bagian dari obrolan Anies di podcast Akbar Faisal yang menurut gue paling jarang dibahas tapi paling penting untuk dipahami semua orang.
Soal kenapa oposisi di Indonesia itu bukan sekadar pilihan yang tidak nyaman tapi pilihan yang bisa menghancurkan bisnis dan hidup seseorang.
Prabowo sendiri yang pernah mengakuinya:
Anies menyebut ini secara eksplisit Prabowo pernah menyampaikan bahwa ketika tidak berada di barisan pemerintah, kegiatan usahanya mengalami kesulitan.
Ini bukan gosip. Ini pengakuan langsung dari seseorang yang sekarang menjadi presiden bahwa sistem ini memang tidak ramah kepada mereka yang memilih berada di luar lingkar kekuasaan.
Caranya halus tapi mematikan:
Tidak ada surat edaran resmi yang bilang:
jangan layani pengusaha yang mengkritik pemerintah.
Tidak ada instruksi tertulis yang bisa dijadikan bukti.
Tapi semua orang di dalam sistem tahu bagaimana cara kerjanya.
Mau KPR di bank BUMN?
Prosesnya tiba-tiba berbelit.
Mau kredit usaha? Entah kenapa selalu ada kekurangan dokumen.
Mau kredit mobil?
Tunggu dulu, ada verifikasi tambahan.
Dan ketika ditanya semua pejabat bank
akan bilang hal yang sama:
tidak ada instruksi,
tidak ada diskriminasi,
semua prosedur standar.
Tapi hasilnya tetap sama.
Yang di barisan pemerintah lancar.
Yang di luar susah.
Yang membuat ini lebih sistemik dari yang terlihat:
Anies menggambarkan mekanismenya dengan sangat tepat.
Tidak ada yang memerintahkan secara eksplisit.
Tapi ketika satu orang di bawah mencoba melayani pihak yang dianggap lawan dan kemudian ditegur atasannya seluruh jajaran melihat.
Dan pesan implisitnya langsung terbaca:
lebih aman tidak melayani daripada ambil risiko.
Lalu ketika tidak ada yang ditegur karena tidak melayani pesannya juga terbaca dengan sama jelasnya: ini yang sebenarnya diharapkan.
Tidak perlu instruksi.
Kultur sudah bicara sendiri.
Dampaknya melampaui politik:
Ini bukan hanya soal siapa
yang menang Pemilu berikutnya.
Ini soal iklim usaha yang seharusnya netral tapi kenyataannya tidak.
Investor asing yang mau masuk Indonesia memperhatikan hal ini.
Ketika kontrak-kontrak besar senilai miliaran dolar lebih memilih ditandatangani di Singapura daripada Jakarta alasannya bukan hanya soal infrastruktur atau pajak.
Alasannya adalah kepastian hukum.
Keyakinan bahwa kalau ada sengketa pengadilan akan memutuskan berdasarkan fakta, bukan berdasarkan siapa yang lebih dekat dengan kekuasaan.
Selama bank BUMN bisa partisan tanpa konsekuensi selama pengusaha yang beroposisi bisa dipersulit tanpa jejak maka kepastian itu tidak ada.
Dan tanpa kepercayaan itu investasi tidak akan mengalir sebesar yang diharapkan.
Yang seharusnya terjadi dan menurut Anies ini harus datang dari puncak:
Anies tidak mengharapkan semua orang tiba-tiba menjadi adil karena kesadaran sendiri.
Dia tahu itu tidak realistis.
Yang diharapkan adalah satu hal sederhana:
pesan yang jelas dari pemimpin tertinggi bahwa ini adalah negara demokrasi yang menghormati perbedaan.
Bahwa tidak ada kebijakan diskriminatif berdasarkan pilihan politik.
Bahwa bank BUMN melayani semua warga negara bukan hanya yang sejajar dengan penguasa.
Dan yang tidak kalah penting:
ketika ada yang melanggar prinsip itu ditegur secara terbuka.
Bukan dibiarkan.
Karena kalau dibiarkan seluruh jajaran membaca diam itu sebagai restu.
Demokrasi bukan hanya soal pemilu yang jujur dan adil setiap lima tahun.
Demokrasi adalah soal apakah orang yang memilih untuk tidak setuju dengan penguasa masih bisa hidup dengan normal masih bisa berbisnis,
masih bisa dapat kredit,
masih bisa berkarya.
Kalau jawabannya tidak maka yang kita punya bukan demokrasi.
Yang kita punya adalah demokrasi prosedural
dengan isi yang jauh lebih otoriter dari yang terlihat di permukaan.
Dan selama tidak ada keberanian dari puncak untuk memutus pola ini secara eksplisit oposisi di Indonesia akan terus menjadi pilihan yang terlalu mahal untuk dipilih oleh siapapun yang punya sesuatu untuk dipertaruhkan.