📤
To: Mikhail (@carnalous)
> Hai, Mikhail.
> R u busy? Kalau tidak, mau temani aku belanja?
> If so, I’ll pick u up @ 2 PM
> Sekalian lunch? My treat
Sent. Tinggal menunggu jawaban saja.
@carnalous “Santai aja, aku juga baru selesai dandan. Apa kabar, Mikha?”
Shani menyalakan mobil. Dengan deru pelan, mobil tersebut melenggang di jalan raya. Iringan musik klasik mengalun merdu dari pemutar musik di dalam mobil—yang tampaknya adalah favorit si pengemudi, dilihat dari …
… lehernya. Dilihatnya refleksi leher dari kaca tengah.
Tuh, ‘kan?
Sembari menunggu Mikhail, memang ada benarnya Shani berdandan juga. (Sambil marah-marah ke sang suami di dalam benaknya.)
(@carnalous)
… memang paling rempong kalau soal dandan.
Well, more time for her to fix her make-up, then.
Shani sayang Ave, sungguh, meskipun kelakuan suaminya itu memang ajaib juga. Tapi, kalau Shani sudah mengunjungi kantor Ave ketika jam makan siang, sudah pasti Ave bakal menarget …
@carnalous … yang terpasang di ponsel. Oh, iya. Sampai lupa.
Shani meminggirkan mobil lalu mengirim pesan singkat ke teman belanjanya siang ini.
📤
To: Mikhail
> On my way!
Perkiraan Shani, Mikhail sekarang masih memilih-milih baju. (@carnalous)
@carnalous Sekitar 20 menit kemudian, Shani akhirnya bebas dari pelukan maut suami yang merengek hebat tidak mau berpisah (“Aku maunya kelonan aja sama kamu, boleh enggak? Aku enggak mau meeting enggak jelas kaya gini~”). Mobilnya melaju cepat menyisir jalanan, dipandu oleh GPS …
@carnalous 📤
To: Mikhail
> Santai aja, bub!
> Aku juga mau mampir kantor Ave dulu.
> Sekalian satu arah.
Ave sih sering bilang tidak usah repot-repot masak—katanya ada katering di kantor; memangnya kenapa sih?! Kan dia juga mau jadi istri yang manis. @carnalous