Tribute to @TheKerupuk
sinisetordulu, ipoopbased, dan akhirnya thekerupuk
Hari ini kita menyaksikan bagaimana akun meme, akun timpa, akun satir kena represif hingga akhirnya naik ke tsk.
Aku mendoakan yang terbaik, min puk.
#BebaskanTheKerupuk
Tantangan yang dialami salah satu pegawai SPPG, ancaman tidak hanya ke diri pegawainya saja, bahkan ke keluarga.
Wajar kan, kalau saya bilang manager Koperasi Desa Merah Putih itu "Kasihan".
🥀
📸 : thecatz02
Prof Bambang Hero ini ahli forensik kebakaran hutan, jangankan di indonesia, di asia aja ngga banyak
Orangnya luar biasa rendah hati dan ngga pelit ilmu
Sugeng enjang, PSS Sleman Fans. Kami paham teman2 sdh tdk sabar. Dari yg saya pahami, pemain harus menyelesaikan tahapan MCU, kemudian tanda tangan kontrak, baru diumumkan secara resmi. Tujuan proses ini utk memberi kepastian bagi semua pihak, semoga kabar baik segera diumumkan
halo, sebentar… kalo menurut kamu “papa saya juga dibohongi ” gimana soal isi buku wijaya herlambang yg judulnya kekerasan budaya pasca 65? udah baca belum gimana papa kamu sedari awal sebetulnya sadar bahwa narasi film yang dia angkat itu mengandung pesan ideologis?
Wkwkw ini siapa yg cepuin? @PNS_Ababil
Pasti staf yg gak dapet jatah dinas wkwk.
Ya pasti kesel sih. Di era efisiensi kayak gini, mereka aja diperes habis”an buat kegiatan MBG Kopdes, eh anak menteri ambil jatahnya 🤣🤣
TEMAN-TEMAN LIHAT INI!!
Ada anak menteri ikut bapaknya dinas ke New York.
@.Dody Hanggodo hello pak 🙃
WNI tanya WNI...
Boleh sih begini?? Kunjungan kerja bawa anak istri??
Mau tanya juga, nama anaknya masuk list SK delegasi berarti ngikut pake duit negara gitu kah?? @.KemenPU
Beneran Nanya ini😌
Mumpung Kegiatan Masih 6-7 hari, masih bisa itu revisi😉
HIGH-LEVEL MEETTING ON THE MIDTERM REVIEW OF THE NEW URBAN AGENDA NEW YORK
(13-19 Juli 2026)
Menlu barusan klarifikasi, guys!
Alasan kenapa ga ada pejabat setingkat menteri, tidak bisa hadir untuk melayat ke Iran
Karena adanya pertimbangan teknis dan kesibukan pejabat.
Tapi akibatnya..
Dubes Indonesia yang melayat Alm. Ayatollah Ali Khamenei TIDAK DIKASIH AKSES ke area persemayaman beliau.
Soalnya, Iran hanya memperbolehkan pejabat setingkat menteri dan di atasnya untuk bisa masuk dan memberi penghormatan terakhir.
===
Padahal… kita punya 48 menteri dan 56 wakil menteri.
Wamenlu sendiri ada 3 orang. Salah satunya punya spesialisasi di Timur Tengah.
Bahkan kita bisa kirim Ketua DPR/MPR dan Utusan Khusus.
Masa sih semuanya pada ga bisa? Undangannya sudah diberikan oleh Iran sendiri loh.
Negara lain aja bisa kirim delegasi selevel menteri kok.
Wajar banyak yang bertanya-tanya, termasuk Dino Patti Djalal, soal keputusan pemerintah yang hanya mengirim dubes.
Padahal, ini Iran loh. Ini regional power di Timteng loh. Sayang banget kalau kita ga bisa berteman dengan Iran.
FOTO: KEMENLU, Khamenei (dot) ir
Pejabat secara sadar membeli dan menggunakan pakaian mewah di depan umum.
Tapi kenapa mereka malah cemas & takut saat masyarakat mulai menghitung serta mempertanyakan nilai barang2 tersebut?
Semarang, Rabu, 24 Agustus 2022
Iwan adalah seorang PNS di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang.
Iwan berangkat pagi itu, dengan agenda ke salah satu acara di sebuah hotel sebagai narasumber dari Badan Pendapatan Daerah kota Semarang, tempat dia bekerja.
Malamnya keluarga Iwan mulai khawatir, Iwan tidak kunjung pulang kerja.
Malam semakin larut dan Iwan tidak kunjung pulang. Hapenya tidak aktif, tidak bisa dihubungi.
Keluarga menghubungi kantor Iwan, dan ternyata Iwan tidak datang hari itu. Ke hotel maupun ke kantor.
Keluarga akhirnya melaporkannya ke polisi, dengan detail kejadian hari itu.
Iwan berangkat dengan motor dinas Vario warnah merah, dengan plat merah bernomor H 9799 RA.
Polisi pun mengecek CCTV, dan memberikat informasi, motor tersebut terlihat di Jalan Raya antara Jl. Prof Sudarto Undip dan Akpol Semarang.
Terakhir, Iwan terlihat mengendarai motornya di salah satu perempatan di jalan itu.
Seminggu tak ada kabar, kantor dan keluarga Iwan berusaha mencari Iwan dengan menyebar informasi di sosial media. Twitter, grup Facebook, Instagram, semua diposting.
Nihil.
***
Kamis, 25 Agustus 2022
Sehari setelah kejadian itu, seharusnya Iwan dijadwalkan menjadi saksi sebuah kasus.
Kasus dugaan korupsi hibah tanah dari PT Karya Deka Alam Lestari di Kecamatan Mijen Kota Semarang. Tanah itu berlokasi di Perumahan Bukit Semarang Baru.
Kasus ini mulai diselidiki polisi atas laporan masyarakat.
Iwan dijadwalkan menjadi saksi di hari itu, surat undangan dari Kepolisian sudah diterima oleh kantornya.
Iswar Aminuddin, sekretaris daerah kota Semarang mengkonfirmasi hal itu.
Iswar juga menjelaskan tentang kasus korupsi ini, "Anggarannya kalau tidak salah Rp3 miliar, tetapi baru digunakan sebanyak Rp300 juta atau Rp400 juta untuk tim, kepengurusan dan sebagainya."
Jadi hanya 10% dari anggaran 3 milyar yang dipakai. Ke mana sisanya?
Tapi Iwan hilang, dia tidak hadir.
***
Sabtu, 27 Agustus 2022
Polisi mendeteksi ponsel Iwan akhirnya menyala kembali, posisi ponselnya terlacak di Balai Kota Semarang.
Mereka langsung mengecek ke sana. Tapi nihil, ponselnya tidak aktif lagi.
Mereka kehilangan jejak.
***
Kamis, 8 September 2022
Seorang petugas kebersihan Pantai Marina sedang memotong rumput.
Sampai di suatu titik, alat berat itu nyangkut di benda aneh.
Sebuah motor, tapi dalam keadaan hangus terbakar.
Petugas itu langsung melapor ke polisi.
Setelah polisi melakukan pengecekan nomor, jenis, dan rangka mesin, polisi memastikan motor itu adalah motor yang dipakai Iwan.
Langsung dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Di lokasi, ditemukan name tag "Iwan Boedi P." Pencarian lebih lanjut dilakukan.
Tak jauh dari situ, ada temuan yang mencengangkan: sebuah jasad, hangus terbakar, semua terbakar, 100 persen. Kepalanya hilang, kedua telapak tangannya tidak ada, salah satu kakinya juga hilang.
Polisi langsung melakukan tes DNA. Setelah hasilnya keluar, terkonfirmasi.
Jasad itu adalah Iwan Boedi Prasetyo Paulus.
Kepalanya dan bagian tubuh lainnya tidak pernah ditemukan, sampai hari ini. Iwan dimakamkan tanpa bagian tubuhnya yang hilang.
Dia meninggalkan istrinya Onee Anggarwati, dan empat orang anak.
***
Sampai hari ini, kasus ini belum ditutup dan belum ada kejelasan siapa pelakunya.
"Hari ini sudah memasuki tahun kedua, dan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap pelaku di balik pembunuhan ini," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Pol. Dwi Subagio tanggal 27 Desember 2024.
"Kami mohon, jika ada yang mengetahui sesuatu mengenai kasus ini, segera hubungi kami. Setiap informasi sangat berarti."
Bagaimana dengan kasus korupsinya?
Sama, juga belum ada kejelasan hingga hari ini.
Apakah ada hubungannya? Entah, mungkin waktu yang akan menjawab, atau hanya Tuhan yang tahu nantinya.
Semoga keluarga mendapat keadilan.