Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Menurutku kalau ditarik dari kisah Joy Boy dan Nefertari D. Lily, ada kemungkinan “D” itu bukan sekadar huruf biasa, tapi Descendant, artinya keturunan.
Jadi orang-orang yang punya D itu sebenarnya garis darah dari Joy Boy dan Lily.
Kalau pakai sudut pandang ini, masuk akal banget kenapa Imu sampai segitunya membasmi mereka. Bisa jadi dia punya perasaan ke Lily, tapi Lily malah memilih Joy Boy. Dari situ muncul cemburu dan sakit hati, yang akhirnya berubah jadi dendam ke Joy Boy dan semua keturunannya.
Terus soal Nefertari Vivi, mungkin Imu nganggep Vivi itu Lily yang “kembali”. Apalagi kalau dulu ada kemungkinan Lily bakal lompat ke masa depan, jadi Imu terus nungguin itu.
Padahal yang sebenarnya ada cuma keturunannya aja, bukan orangnya.
Jadi kalau dirangkum simpel, “D” itu bisa jadi Descendant, tanda kalau mereka adalah keturunan Joy Boy dan Lily. makanya dianggap berbahaya dan diburu sampai sekarang.
#ONEPIECE〜 #imusama
Ngomel2 harga tiket pesawat naik pas lebaran? Kemana aja? 🙄 Gak usah ngamuk2 dulu, yuk kita bahas tanpa emosi.
Gak usah ngitung kenaikan biaya dulu deh, tapi tau gak, airlines malah dapatnya dari tiket anda sekarang LEBIH SEDIKIT dari dulu.
Lonjakan demand untuk tiket arus mudik terjadi setiap tahun, dan harga selalu nempel ke TARIF BATAS ATAS (TBA). TBA ini ditentukan pemerintah untuk tiket kelas ekonomi domestik.
Kondisi harga tiket sekarang, diatur oleh KM106 tahun 2019, dan saat ini airlines diperbolehkan membebankan Fuel Surcharge sebanyak 10%, karena harga fuel emang lagi mahal dan kurs lagi gak enak. Sebelumnya, tarifnya diatur dengan PM14 tahun 2016.
Yuk, kita lihat, Jakarta Medan, naik LCC, dengan kondisi sekarang dan tahun 2016.
Saat ini, CGK-KNO naik LCC dengan TBA, anda kena total Rp. 1.991.972. Yang airline terima hanya Rp. 1.682.065, karena ada IWJR, dan PPN (yang sekarang 11%), dan PSC (untuk terminal 2 domestik sebesar Rp. 119.880. Ini nantinya harus dikurangin biaya sewa pesawat, fuel, landing charge bandara, parking charge bandara, biaya pelayanan navigasi, gaji, dll. Tapi ingat, airline terima 1.682.065.
Kalau di tahun 2016 bagaimana? Guess what, anda akan kena Rp. 2.025.980, dan airlinenya hanya terima Rp. 1.791.800!
Ya, dengan TBA 2019 plus 10% fuel surcharge yang berlaku sekarang, anda bayar AIRLINES DAPAT Rp. 109.735 LEBIH SEDIKIT DIBANDING tahun 2016!
Sedangkan di tahun 2016, ngomel2nya gak kayak sekarang sampai ngadu2 ke pemerintah minta intervensi harga, dll. WOI, SEKARANG PAS LEBARAN LEBIH MURAH DIBANDING LEBARAN 2016! SADAR!!!!!!
Gini deh, pake bahasa yang lebih simple aja:
Ya, dengan kenaikan PSC dan PPN, bayar di TBA sekarang untuk mudik Jakarta-Medan (direct nonstop flight) MASIH LEBIH MURAH.
Kalau ada harga yang gak masuk akal, sebelum ngamuk2, coba di cek, itu direct non-stop flight, atau bukan? Kalau muter2, ya anda bayar TBA di setiap leg dalam perjalanan anda. Kalau dapatnya yang muter2nya lewat luar negeri, semoga lagi gak kena peak farenya deh, karena peak fare penerbangan internasional itu jauh lebih kejam dibanding TBA rute domestik.