Violet, yang dulunya dianggap sebagai "alat perang" tanpa emosi, perlahan belajar memahami emosi manusia melalui kisah-kisah klien yang ia tulis suratnya.
Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh!
( kira-kira seperti itu puisi yang saya ingin bacakan dalam hati, saat memutar lagu ini )
Sesekali aku datang melihat mu di sini, tulislah kabar baik untuk ku. kelak jika kau sudah membacanya. disini aman. bahkan dia pun tak akan tahu. ini hanya soal masalalu. bukan masa depan yang tak mungkin aku tahu. tersenyumlah saat terindah dan hujan . ya dulu dan hujan.
Baiklah saatnya berfikir tentang menyelamatkan bumi, membasmi eliyen. nulis eliyen gmn ya. terus pindah ke anime isekai yg echi slf . yang tua hanya umur dewasa.. kagak. haha pikiran terperangkap di semester 5. wkwk
sebuah mimpi yang berlari di atas ombak,
dan meski kita tahu ia tak mungkin diraih,
kita tetap memilih untuk terbang,
dan berenang dalam arusnya,
karena di sanalah kita menemukan siapa kita sebenarnya.
Antara harapan dan kecewa,
bukan dalam kepastian,
tapi dalam perjalanan.
Jika burung jatuh cinta pada ikan,
mereka tinggal di dua dunia yang tak sejalan,
di mana angin bertemu dengan air yang diam,dan mimpi terbang bersama gelombang yang tak pernah tiba.
sebuah trauma yang terukir di hati yang lelah.
Namun di antara kehampaan itu,
ada keindahan yang tak bisa diabaikan,
bahwa meski cinta kita hanyalah ambisi,
di sanalah kita menemukan makna.
Cinta tak selalu harus nyata,
kadang ia hanya percikan cahaya di malam yang gelap,