Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
URGENT: TESSO NILO DALAM BAHAYA, TESSO NILO DALAM BAHAYA , TESO NILO DALAM BAHAYA🚨
JANJI PEMERINTAH UNTUK MENGEMBALIKAN TESSO NILO JADI KAWASAN HUTAN YANG RAMAH AKAN SATWA CUMA SEKEDAR OMON OMON.
PEMERINTAH PEMBOHONG
PEMERINTAH PENDUSTA
PEMERINTAH KALAH SAMA MAFIA
Meski Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) telah menyita kebun-kebun sawit di Taman Nasional Tesso Nilo sejak 10 Juni 2025, tandan buah segar (TBS) dari kawasan konservasi itu tak berhenti mengalir ke pabrik-pabrik di sekitarnya.
Investigasi Mongabay membuktikan: truk-truk pengangkut sawit ilegal tetap beroperasi, menembus koridor perusahaan bubur kayu, melewati batas provinsi, hingga CPO-nya tiba di kilang milik korporasi besar yang mengklaim komitmen nol deforestasi.
Di balik rantai pasok yang panjang itu, satu benang merah tampak jelas absennya sanksi terhadap pabrik penerima. Selama pembeli tak disentuh hukum, permintaan terhadap sawit ilegal akan terus ada.
Para pegiat lingkungan dan pakar hukum mengingatkan: Satgas PKH punya kewenangan dan regulasi yang cukup untuk menindak pabrik-pabrik itu, namun hingga kini pilihan itu belum diambil. Tesso Nilo pun terus menyusut.
Gayanya pakai tas Papua lagi, padahal dia dan bapaknya yang menggunduli hutan masyarakat adat di Papua.
Noken (tas khas Papua) dibuat dari serat tumbuhan yang didapat di hutan-hutan adat Papua.
Era Jokowi hutan Papua hilang seluas 296 ribu ha. Sementara era Prabowo-Gibran, kayak yang dilaporin film “Pesta Babi”, hutan Papua akan digunduli hingga 2,5 juta ha.
Maaf, ada kabar keracunan embege di Jetis, Bantul, DIY sekira 2 hari lalu. Korbannya mencapai 80 orang, mencakup murid dan guru. Ini faktual, akan kami dengungkan beritanya segera. 🙏🏻
Dari Rusia langsung traveler ke Prancis, lalu sesampainya di hotel pamer aktivitas suka cita sembari cengar-cengir.
Sementara para pembayar pajak di Tanah Air yang sudah membiayai fasilitasnya, hanya jadi tumbal penderitaan.
Pun, kalau ada publik yang mengkritik dan mengingatkan langsung temperamental, lalu curcol sembari ngancam.
Ah, dasar memang:
𝗣𝗥𝗘𝗦𝗜𝗗𝗘𝗡 𝗞𝗔𝗞𝗘𝗔𝗡 𝗗𝗢𝗟𝗔𝗡
Guys, ini kasus yang waktu gua dengerin kronologinya dari awal sampai akhir bikin gua bergidik dan tidak bisa langsung lanjut ke hal lain begitu saja.
Ibu Nina melahirkan tanggal 1 April 2026 di RS UNPAT Bandung lewat SC.
Bayinya yang diberi nama Kahfi lahir sehat tapi sedikit kuning.
Setelah pulang ke rumah kondisi Kahfi agak mengkhawatirkan masih kuning dan muncul ruam merah di wajah.
Hari Minggu tanggal 5 April setelah melalui beberapa kali dirujuk dari bidan, dari UNPAT, dari AMC akhirnya Kahfi dibawa ke RS Hasan Sadikin Bandung malam-malam jam 9.
Jam 12 malam baru dapat kamar NICU.
Kahfi dirawat di inkubator sendirian karena ruang NICU tidak boleh ditunggui orang tua.
Ibu Nina rutin kirim ASI setiap hari. Sampai hari Selasa dapat kabar Kahfi sudah bisa pulang.
Hari Rabu dia datang ke rumah sakit jam 8 pagi, diminta masuk untuk mandiin dan ganti baju Kahfi.
Setelah itu disuruh tunggu di ruang tunggu untuk menunggu dokter anak.
Di sinilah semuanya mulai aneh.
Sambil menunggu, datang seorang ibu sebut saja Ibu W duduk di sebelah Ibu Nina bersama suaminya.
Ibu Nina tidak kenal dia, tidak tahu dia siapa, tidak tahu pekerjaannya apa.
Beberapa menit kemudian suster datang bersama dokter.
Dokter tanya siapa Ibu Nina dan siapa Ibu W.
Dokter masuk ke ruang konsultasi bersama suster. Tak lama Ibu W dipanggil masuk.
Keluar lagi dengan muka murung bilang ke Ibu Nina anaknya mungkin ada masalah paru-paru bocor.
Sambil nunggu tidak dipanggil-panggil, Ibu Nina sama suaminya turun ke bawah mau makan.
Tapi ada perasaan tidak enak.
Naik lagi.
Pas naik Ibu Nina lihat Ibu W sudah berdiri di ruang tunggu sambil gendong bayi terbungkus selimut biru persis seperti selimut Kahfi.
Suami Ibu W sibuk beresin surat-surat.
Ibu Nina maju lihat inkubator nomor 24 tempat Kahfi biasa dirawat. Kosong.
Dan saat Ibu Nina lihat lebih dekat ke bayi yang digendong Ibu W itu Kahfi.
Wajahnya.
Bajunya.
Topinya.
Kahfi yang dia mandiin pagi itu.
Ibu Nina langsung histeris, teriak-teriak panggil suster.
Suster datang dan bilang satu kalimat yang menurut gua adalah kalimat paling mengejutkan dalam seluruh kasus ini "Iya Bu, saya panggil-panggil nama ibu tapi ibu tidak ada.
Jadi saya kasihkan."
Berhenti sebentar dan pahami itu.
Seorang suster senior yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun memberikan bayi yang ada di dalam NICU kepada orang yang bukan ibunya hanya karena ibunya tidak ada saat dipanggil.
Tanpa prosedur.
Tanpa identifikasi.
Tanpa tanda terima.
Tanpa tanda tangan.
Bahkan surat izin pulang pun belum dikeluarkan dokter.
Dan gelang identitas Kahfi sudah digunting.
Alasan dari suster takut ada virus dari dalam keluar. Padahal logikanya terbalik orang dari luar yang seharusnya tidak boleh masuk ke area steril, bukan bayi yang keluar dari dalam.
Setelah Ibu Nina histeris dan berhasil mengambil kembali Kahfi, dia dipanggil oleh satpam.
Dan di situ terjadi hal lain yang sangat aneh satpam minta handphone Ibu Nina, lalu minta dia kasih rating rumah sakit bintang empat dengan komentar positif.
Dan Ibu Nina dalam kondisi shock dan panik menurut saja. Satpam itu juga minta Ibu Nina tanda tangan di kertas panjang yang tidak sempat dibaca Ibu Nina karena kondisinya masih sangat kacau.
Kasus ini viral setelah Ibu Nina upload sendiri ke TikTok dan Instagram.
Pihak RS baru menghubungi setelah viral.
Datang ke rumah mertua dengan tujuh orang tapi tanpa direksi hanya minta maaf.
Tidak ada klarifikasi, tidak ada suster yang dihadirkan, tidak ada penjelasan konkret tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Dan inilah yang membuat kasus ini jauh lebih dari sekadar kelalaian biasa.
Pertama suster senior 20 tahun memberikan bayi tanpa prosedur apapun ke orang yang bukan ibunya. Itu bukan kesalahan junior yang tidak tahu SOP. Itu sangat sulit untuk dijelaskan sebagai kelalaian biasa.
Kedua Ibu W dan suaminya beresin surat-surat.
Siapa Ibu W? Dari mana dia? Kenapa dia mau menerima bayi yang bukan anaknya tanpa protes? Dan yang paling mengejutkan saat duduk di sebelah Ibu Nina, Ibu W dengar ada suara telepon dan suaminya mengatakan sesuatu yang terdengar seperti konfirmasi transfer.
Transfer apa?
Kepada siapa?
Ketiga satpam yang mestinya menangani situasi darurat justru sibuk minta rating dan tanda tangan.
Itu bukan respons darurat.
Itu upaya pengelolaan reputasi di tengah insiden yang seharusnya segera diinvestigasi.
Keempat setelah kasus viral, DM masuk ke pengacara Ibu Nina berisi cerita-cerita dari orang-orang yang mengaku pernah punya pengalaman serupa di rumah sakit yang sama.
Ada yang menyebut ada penculikan di tahun-tahun sebelumnya.
Ada donasi untuk anak sakit yang diklaim diambil oleh suster.
Dan yang paling mengejutkan ada kasus sedang disidangkan yang melibatkan 24 bayi yang ditemukan sebagai bukti dalam kasus dugaan jual beli bayi.
Dua puluh empat bayi.
Sedang disidangkan sekarang.
Dan kasus Kahfi terjadi bersamaan dengan sidang itu sedang berjalan.
Ini yang membuat kuasa hukum Ibu Nina Ibu Mira dan Krisna Murti menyatakan mereka tidak bisa menutup kemungkinan bahwa ini bukan sekedar kelalaian. Mereka minta tiga hal kepada RS Hasan Sadikin akses CCTV hari kejadian, identitas lengkap Ibu W dan statusnya di rumah sakit, dan tes DNA untuk memastikan Kahfi yang sekarang ada di tangan Ibu Nina benar-benar anaknya sendiri.
Sampai podcast itu direkam tidak satupun dari tiga permintaan itu dipenuhi.
Pihak Polda sudah menghubungi dan menyatakan kasus ini menjadi atensi Kapolda.
Polres setempat juga menyatakan siap memfasilitasi.
Surat somasi sudah dikirim ke RS dengan batas waktu tiga hari.
Dan pengacara menyatakan kalau tidak ada respons yang memadai mereka akan tempuh jalur hukum formal.
Intinya guys kalau ini hanya kelalaian biasa, prosedur rumah sakitnya sudah sangat sangat bermasalah dan harus segera dibenahi secara serius.
Tapi kalau ini bukan kelalaian biasa dan ada yang perlu diungkap lebih dalam maka Ibu Nina yang pulang ke rumah hari itu sambil menangis dan tidak bisa tidur berhari-hari karena terus flashback betapa dekatnya Kahfi hampir hilang selamanya adalah orang yang tanpa sadar sudah membuka pintu ke sesuatu yang jauh lebih besar dari yang siapapun bayangkan.
Bukti kuat bahwa negara gak kerja, gak hadir, salah pilih prioritas, bebal, culas, pongah, dan empatinya jatoh.
Kapan terakhir kali kamu liat presiden unggah konten perihal Aceh? Saat sholat ied? Saat diskusi harga sumur bor 150jt dan dianggapnya murah? Atau saat ia berkelakar di atas podium bahwa saat pemilu ia tak memenangkan suara di Sumatera, tetapi mengklaim ia dan pemerintahannya tetap 'mati-matian' untuk proses pemulihan bencana? Kapan?
Inilah Aceh saat ini, masih seperti ini.
Semoga lekas pulih, Aceh. 🥀
Setidaknya ngomong baik-baik sama rakyat dan tanggung jawab gitu loh....
Arogan banget ..
🤦
TRUK TNI TABRAK MOBIL SEORANG WANITA Viral di media sosial truk TNI disebut hendak kabur usai menabrak mobil. Tampak di video tersebut, seorang perempuan terlihat tengah memarahi sopir truk TNI tersebut. Terkait heboh itu, pihak TNI memberikan penjelasan. Brigadir Jenderal TNI Wahyu Yudhayana membantah dan mengklarifikasi narasi dalam video tersebut. Dia menyebut, kejadian itu terjadi di Sukamakmur, Bogor,
Guys, Mahfud MD baru keluarkan kritik yang menurut gue salah satu yang paling tajam dan paling berbobot sejak pemerintahan Prabowo berjalan.
Bukan karena Mahfud asal ngomong.
Tapi karena dia menggunakan buku Prabowo sendiri sebagai standar penilaiannya.
Senjata yang dipakai Mahfud: buku Paradoks Indonesia:
Sebelum menjabat Prabowo menulis buku Paradoks Indonesia yang bahkan dibagikan ke setiap anggota kabinet.
Di dalamnya Prabowo menekankan tiga hal: strategi yang benar, manajemen pemerintahan yang baik, dan pemerintahan yang bersih.
Mahfud menggunakan standar yang Prabowo buat sendiri itu untuk menilai implementasinya sekarang.
"Itu standar yang beliau buat sendiri. Namun sekarang, demokrasi kita melemah. DPR hampir tidak pernah lagi mempersoalkan kebijakan Presiden secara kritis."
Tiga poin kritik utama Mahfud:
Satu melemahnya checks and balances.
DPR yang seharusnya jadi penyeimbang kekuasaan hampir tidak pernah mengkritisi kebijakan presiden secara substantif. Koalisi yang terlalu besar membuat fungsi pengawasan parlemen praktis tidak berjalan.
Dua autocratic legalism.
Mahfud menyoroti fenomena di mana hukum dibentuk hanya untuk melegitimasi kehendak penguasa tanpa partisipasi publik yang bermakna. Hukum dipakai sebagai alat bukan sebagai pagar.
Tiga penegakan hukum yang tebang pilih.
Ini bukan tuduhan baru tapi Mahfud menegaskannya dengan konteks yang lebih besar soal arah demokrasi Indonesia.
Soal desakan mundur yang mulai bermunculan:
Mahfud juga merespons soal sejumlah tokoh yang menyuarakan desakan agar Prabowo mundur.
Posisinya jelas: itu bukan makar. Itu bagian dari mekanisme demokrasi yang sehat.
"Kritik yang muncul bukanlah upaya menggulingkan pemerintah. Ini adalah bagian dari demokrasi."
Dan ini penting karena ada kecenderungan untuk melabeli kritik keras sebagai destabilisasi atau makar. Mahfud secara eksplisit membantah framing itu.
Yang membuat kritik Mahfud berbeda:
Mahfud bukan oposisi ideologis yang dari awal menentang Prabowo. Dia mantan Menko Polhukam yang punya akses langsung ke dalam sistem.
Dan dia tidak menyerang dari luar dia menggunakan dokumen yang Prabowo buat sendiri, yang bahkan disebarkan ke seluruh kabinet, sebagai tolok ukurnya.
Ini bukan serangan personal. Ini audit berbasis janji tertulis.
"Objektivitas seorang pemimpin bisa dinilai dengan membandingkan janji tulis dan implementasi di lapangan."
Pak Dadan, semoga anda mendapatkan adzab yg sangat pedih di dunia dan di akhirat.
Dan semoga saya masih dikasih umur untuk menyaksikan anda mendapat adzab di dunia
Aamiin
Pesan terbuka kepada buna Teddy:
Sorry, jujur aja, lebih banyak pejabat gak becus ketimbang pengamat yang ga sesuai bidangnya. Jadi yang bener bukan inflasi pengamat, tapi inflasi kebodohan.
Hari ke-461 MBG
Blm ada audit BPK secara nasional
Pdhl di lapangan:
- Msh ada kasus keracunan makanan
- Ada dugaan dapur SPPG fiktif
- Kualitas makanan gak standar
- Tata kelola ribet, distribusi kompleks
- Kasus pengadaan motor listrik 2,4 T
- Dana digunakan hampir 100 T
WHY?
Wisata keluar negeri
Pulang wisata pidato maki maki orang
Wisata lagi keluar negeri
Pulang wisata pidato lagi maki maki orang
wisata keluar negeri Lagi
Pulang wisata dari luar negeri bikin pidato lagi maki maki orang lagi
GITU TERUS KERJAAN PRABOWO SEBAGAI PRESIDEN INDONESIA