Kartu merah Breel Embolo ini menjadi momentum sangat besar yg pada akhirnya menentukan hasil akhir pertandingan.
Tepat ketika Dan Ndoye menyamakan kedudukan 1-1 vs Argentina beberapa saat sebelumnya, Swiss harus bermain dgn 10 orang. Padahal Swiss sedang mendominasi permainan.
Kasus Embolo ini adalah kali kedua hukuman kartu kuning dibatalkan menggunakan protokol "mistaken identity" di Piala Dunia. Kasus pertama adalah Miguel Almiron dlm laga Paraguay vs Amerika Serikat.
Aturan ini memungkinkan VAR melakukan intervensi ketika kartu kuning atau kartu merah diberikan kpd pemain yang keliru.
Embolo menjadi pemain keempat dlm 60 tahun terakhir sejarah Piala Dunia yg menerima kartu kuning kedua akibat melakukan simulasi atau diving.
Embolo menyusul jejak:
✅Luis Perez dr Meksiko (2006 vs Portugal)
✅Asamoah Gyan dari Ghana (2006 vs Brazil)
✅Francesco Totti dari Italia (2002 vs Korea Selatan)
Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.
Mereka tuh munafik, ada demo dipaido dan mara2 jare ngerepoti. Tp lek onok berita bobrok e negoro, mereka melok sambat. Wkwkw. Deloken iku nang suara Surabaya, komentar e full menungso taek
mau dibilang gimana pun warga surabaya itu sudah bisa dilihat dari hasil pilwali terakhir, pemimpin ga onok hasile ae isih dicoblosi kok
hal koyok onok seng ngamok gara² macet kegiatan demo mohon diwajarkan
karna apa? pemimpin adalah hasil dari warganya 🤫 salam kotak kosong.
@sby_workerspt Apa yang bisa diharapkan pada warga paling rasis dan niermpati di Pulau Jawa yang nyembah banget ke crazyrich tapi tega begal sesama orang miskin.
Oalah baru tau kalo tugas suporter itu HANYA mendukung klub kebanggaannya saja di dalam stadion.
Oalah baru tau tugas polisi itu TIDAK HANYA mengayomi warga saja, ternyata juga bisa bikin warga babak belur.
OALAH…
Oalah baru tau kalo tugas suporter itu HANYA mendukung klub kebanggaannya saja di dalam stadion.
Oalah baru tau tugas polisi itu TIDAK HANYA mengayomi warga saja, ternyata juga bisa bikin warga babak belur.
OALAH…
satu2nya cara keluar dari kemiskinan adalah dengan pendidikan, isi ilmu dalam kepala secara agresif, ilmu yg berbeda akan memberikan perspektif dan pengambilan keputusan hidup yg berbeda..
"Aduh ga ngerti politik, ga mau ikut-ikutan"
Let me tell you, bersih atau kotornya udara yang kalian hirup setiap detiknya itu tergantung politik.
Bawang, cabe, sayur ada atau engga di dapur kalian itu tergantung politik.
Kalian masih hidup atau engga itu tergantung politik.
@kuasifakta yess btul. sbg org yg lair, gede sampe tuek nde sby : sense of belonging warga thd kotanya tinggi bgt sampe ngga ngasih ruang buat berbenah lbh baik. ngomongo tok kasar tp lek dikei fakta ngga terimoan.