@_aaanunn@collegemenfess naah coba baca audiens dulu. kalau keliatannya pasif, lempar pertanyaan yang lebih retoris aja. kuncinya confidence sih. kalau kamu panik dan awkward pas dikacangin, pasti keliatan. tapi kalau kamu santai walau dikacangin, gak bakal terkesan awkward kok 👍🏻
@collegemenfess kalau (misalnya) aku mau ngejelasin soal ternak lele, i would open the presentation with: "temen-temen, pada pernah makan lele?"
kalau ada yang jawab belum, i would say "selamat, kamu belum pernah makan olahan kotoran manusia" add a little bit of humor, biar entertaining dikit.
@collegemenfess kuasain materi, ini penting banget. as in lo pengen banget ngasih tau audiens tentang apa yang lo presentasiin ini.
interaksi. eye contact, sama lempar pertanyaan-pertanyaan kecil to keep them engaged, jadi komunikasinya gak searah.
@collegemenfess Kaya, pas ada bau-bau ngedeketin aku langsung nanya "Lo mau ngedeketin gue ya?" terus dia startled but still said yes. Terus kita settle everything, jadinya sekarang jelas dan gak ada ketidak-pastian yang nge-distract.
@collegemenfess Nder, aku lagi semester akhir dan lagi deket sama orang setelah lama ga pernah pacaran. Ya Tuhan ngebantu banget. Kalau sedih ada tempat cerita, kalau capek ada yang nganterin pulang.
Tapi dari awal I made everything clear, karena aku tau mikirin yang gak pasti itu wasting time.
jeon wonwoo proved wrong that stereotype of kidols in indonesia would go under terimakashi, aku shayang kalian, shaya suka nashi gowreng, and manthul bcs bro went with his lovely MAHAL word❤️ it's indeed understandable in this economy ❤️
demi allah kemaren di hall 10 pas balik ada yg bagiin air mineral kan…kayaknya stok mereka kelebihan dan mau dibagiin utk diabisin buat carat trs si mas2nya nyeletuk “air mineralnya dari event jepang ya ini, kalian harus berterima kasih sama anime, ini dari anime!!!”😭😭😭