Saat Raja Mesir Ar-Rayyan bin Al-Walid bermimpi tentang masa paceklik, Nabi Yusuf tidak hanya berkata, “Tenang, Allah sudah menjamin rezeki kita.” Beliau justru menyusun strategi, mengelola cadangan pangan, meningkatkan produksi serta melakukan mitigasi risiko selama 7 tahun. Tawakal bukan berarti menafikan ikhtiar. Jaminan Allah itu pasti, namun mengajarkan perencanaan, kehati2an dan pengelolaan yang baik adalah sunnatullah yg harus kita lakukan.
@andarsofian Yang paling dibutuhkan Yuve sebenarnya 2 :
1. DS yang pinter nego dan pinter milih pemain (hindari scam yang repetitif)
2. Improvement JMedical, biar yang sakit cepet sembuh nya dan pemain ga absen lama2.
1998:
• Rupiah melemah
• Arsenal juara liga
• Soeharto lengser
• Wapres saat itu, BJ Habibie naik tahta
2026:
• Rupiah melemah
• Arsenal juara liga
• Wowo lengser? ⏳
• Gibran naik tahta? ⏳
Perbedaan kasus @tomlembong dan @nadiemmakarim :
1) Tom Lembong membuat kebijakan impor gula sesuai kebijakan Pemerintah (Joko Widodo) - bukan melakukan pengadaan barang dan jasa (gula).
2) Nadiem melaksanakan “arahan” Presiden Joko Widodo dan selanjutnya merangcang sistem dan mekanisme pengadaan barang dan jasa bersama “teman-temannya” di luar organisasi kementerian.
@SerieA_Lawas >"Oke, Inter diuntungin di Match Bologna Inter musim kemaren, tapi kan kita ga Juara? Kok dihukum?"
>Ibarat maling jam mahal, tapi sebelum dijual, jamnya ilang di jalan. Ya mau dapet untung mau nggak, ttep dihukum toh karena maling 🤣
Punya temen yang mau bisnis. Selama ini budak korporat.
Sepanjang pembahasan yang disebutkan cuma profit profit profit. Ga ada ngomongin barang ga terjual, rugi, dan masalah.
🗣️ "Ya gue kalo bisnis, pasti harus untung lah. Bisnis kan pasti ada pemasukan."
YA ELAH MAEMUNAH.
LO KATE BISNIS KAYAK TERIMA GAJI 2 DIGIT TIAP BULAN?
PASTI DAN GA ADA POTENSI RUGI?
Dah lah.
Guys, di tengah semua yang sedang terjadi perang Iran, Selat Hormuz yang buka tutup, harga BBM di negara-negara Asia Tenggara yang melonjak ada satu pertanyaan yang banyak orang tanya tapi jarang dijawab dengan jelas.
Kenapa Pertalite dan Pertamax harganya tidak naik?
Ferry Irwandi baru breakdown ini dengan sangat detail dan gua mau jelaskan sejelas mungkin supaya semua orang paham apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu diwaspadai ke depannya.
situasi globalnya dulu perlu dipahami bersama. Singapura sekarang harga BBM-nya sudah Rp50.000 per liter. Laos Rp30.000.
Vietnam, Kamboja, Filipina, Thailand ada di range Rp25.000 sampai Rp28.000.
Sementara Indonesia Pertalite dan Pertamax tidak naik sama sekali.
JP Morgan bahkan menyebut Indonesia sebagai negara dengan ketahanan energi peringkat ketiga dunia dengan skor 77%. Di bawah Ukraina dan Afrika Selatan. Di atas semua negara Asia Tenggara lainnya.
Ini bukan kebetulan.
Ada tiga bantalan yang bekerja bersamaan dan perlu dipahami satu per satu.
bantalan pertama adalah sistem kontrak jangka panjang dengan formula pricing.
Hampir 80-90% pembelian minyak mentah Pertamina dilakukan lewat kontrak jangka panjang bukan beli di pasar spot harian yang harganya bisa meledak kapan saja.
Cara kerjanya gampang dipahami. Misalnya kontrak menggunakan formula rata-rata tiga hari berbasis MOPS. Hari pertama harga $80, hari kedua $100, hari ketiga $120.
Kalau beli di hari ketiga tanpa formula kita bayar $120.
Tapi karena pakai formula rata-rata kita hanya bayar $100 jauh lebih murah dari harga pasar yang sedang meledak.
Jadi ketika Selat Hormuz ditutup dan harga minyak global melonjak ekstrem, Indonesia tidak langsung merasakannya karena harga pembelian kita sudah dikunci jauh sebelum perang terjadi.
bantalan kedua adalah Saldo Anggaran Lebih atau SAL. Setiap tahun APBN biasanya ada sisa.
Sisa itu dikumpulkan selama bertahun-tahun dan disimpan sebagai cadangan untuk situasi yang tidak terprediksi seperti krisis energi ini.
SAL kita saat ini ada di angka sekitar Rp420 triliun.
Uang ini yang dipakai pemerintah untuk menanggung selisih antara harga minyak yang naik dengan harga BBM yang tetap dijaga stabil untuk masyarakat. Jadi yang nanggung kenaikannya bukan konsumen — tapi pemerintah lewat SAL ini.
bantalan ketiga yang paling sering dilupakan adalah batu bara. Indonesia punya produksi batu bara sekitar 790 juta ton per tahun.
Sekitar 550 juta ton dari itu untuk kebutuhan domestik termasuk pembangkit listrik.
Karena banyak pembangkit listrik kita ditenagai batu bara ketergantungan kita pada minyak untuk listrik jauh lebih kecil dari negara lain.
Negara-negara yang tidak punya batu bara harus pakai minyak dan gas untuk listrik. Ketika minyak dan gas langka dan mahal mereka langsung kena krisis listrik sekaligus krisis BBM bersamaan. Indonesia relatif terlindungi dari skenario itu.
tapi ini yang perlu dipahami dengan sangat jelas semua bantalan itu sifatnya sementara.
Bukan solusi permanen.
kontrak jangka panjang akan habis masa berlakunya. SAL Rp420 triliun itu bukan unlimited dan semakin lama krisis berlangsung semakin cepat habisnya.
Dan batu bara adalah energi yang punya masalah lingkungan jangka panjang sendiri yang tidak bisa diabaikan.
Ferry juga memberikan beberapa kritik yang menurut gua sangat penting dan perlu didengar pemerintah.
pertama soal subsidi. Subsidi BBM kita masih bersifat universal siapa pun yang beli Pertalite dapat manfaatnya termasuk orang kaya yang harusnya tidak perlu disubsidi.
Ini boros dan tidak efisien.
Subsidi harus dibuat lebih targeted hanya untuk yang benar-benar membutuhkan sehingga ruang fiskal bisa lebih luas.
kedua soal MBG.
Di tengah ketidakpastian global seperti ini, program yang menyedot hampir Rp1 triliun per hari dengan tata kelola yang masih sangat dipertanyakan adalah beban fiskal yang sangat besar.
Ferry bahkan bilang tegas kalau dia bisa memilih program ini lebih baik dihapus.
Tapi kalau memang dipertahankan harus dijalankan dengan cara yang targeted, transparan, efisien, dan optimal.
Bukan universal seperti sekarang di mana yang menikmati lebih banyak adalah pengelola dapur dan elit dibanding anak-anak yang seharusnya jadi penerima utama.
ketiga soal cadangan energi.
Cadangan penyimpanan energi kita masih kecil.
Justru di saat bantalan masih bekerja inilah waktu yang paling tepat untuk memperbesar kapasitas penyimpanan cadangan energi.
Karena kalau situasi memburuk dan bantalan sudah habis tanpa cadangan yang cukup kita akan sangat rentan.
keempat soal teknologi. Ada dua teknologi yang sudah dimiliki Indonesia dan perlu dioptimalkan lebih agresif. IOR untuk mengeluarkan minyak yang sebelumnya tidak bisa naik ke permukaan sehingga produksi domestik bisa ditingkatkan.
Dan RFCC yang membuat kilang minyak kita jauh lebih efisien sehingga residu minyak yang tadinya terbuang bisa diolah menjadi BBM berkualitas tinggi. Kombinasi keduanya bisa secara signifikan meningkatkan kemandirian energi kita jangka menengah.
dan satu hal lagi yang perlu diluruskan supaya tidak ada narasi yang menyesatkan.
ada yang mengklaim harga BBM Indonesia stabil karena diplomasi Presiden Prabowo yang berhasil meloloskan kapal Pertamina melewati Selat Hormuz. Ferry membantah ini dengan sangat tegas.
Tidak ada kapal Pertamina yang menembus Selat Hormuz. Malaysia yang kapalnya sempat lewat pun kondisi energinya jauh lebih buruk dari Indonesia.
Jadi alasan harga BBM kita stabil bukan itu melainkan tiga bantalan tadi yang sudah disiapkan jauh sebelum krisis ini terjadi.
kita patut bersyukur dan mengapresiasi bahwa sampai hari ini bantalan-bantalan itu masih bekerja. Itu nyata dan itu tidak boleh diabaikan.
Tapi bersyukur tidak boleh membuat kita berhenti bertanya dan berhenti menuntut solusi yang lebih permanen.
Karena bantalan itu bukan obat itu hanya penahan rasa sakit.
Dan selama obatnya belum ditemukan kita masih sangat rentan kalau situasi global terus memburuk.
Cuma orang bodoh yang kasihan sama Purbaya. Kurusan karena jadi menteri keuangan? Dia yang mau kerjaan itu cuy!
Sini gue spill dapur Purbaya, resep kenapa dia wangi di media. Info valid karena gue sempat jadi wartawan makro, hampir tiap hari liputan di Kemenkeu.
Purbaya itu punya ‘tim bayangan’ di luar Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (KLI) Kemenkeu. Isinya wartawan senior yang setia sejak beliau di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), bahkan jauh sebelum itu.
Lu tahu kenapa awal-awal menjabat langsung viral di TikTok? Itu by design. Setiap hari ada ‘tim bayangan’ yang nempel dia untuk bikin konten. Akhirnya, diresmikan jadi TikTok @/purbayayudhis.
Siapa yang pegang TikTok Purbaya? Wartawan media massa yang nyambi jadi admin sekaligus editor beliau. Gue belum update sih sekarang dia masih double job atau full time nempel Purbaya.
‘Tim bayangan’ Purbaya sama KLI Kemenkeu awalnya selek. Sekarang sih sudah agak bonding kelihatannya. Jadi, yang ngawal dan ngonsep konten buat beliau semakin solid.
FYI ngobrol sama wartawan itu juga konsep, setiap beres salat Jumat di press room Kemenkeu. Sesekali ada gimmick makan ayam sambal hijau di samping Kantor OJK (seberang Kemenkeu).
Buat kami wartawan ya senang kalau menterinya mau terbuka. Gak kabur-kaburan kek zaman Sri Mulyani sebelum didepak. Di sisi lain, kesal juga kalau jawabannya ngawang.
Contoh nyata di kasus Badan Gizi Nasional (BGN) yang beli 21 ribu unit sepeda motor buat operasional MBG. Masa iya lu bilang gak tahu? Kok bisa bendahara negara enggak tahu ke mana larinya anggaran?!
Itu jelas jawaban ngeles pejabat yang mulai lihai dan lincah macam Bahlil. Mana gaya koboi ala Purbaya yang dipertontonkan saat awal menjabat sebagai menkeu? Kasih unjuk dong!
Poin pentingnya adalah Purbaya Yudhi Sadewa itu dengan sadar mengambil pekerjaan menteri keuangan. Bahkan, menawarkan diri ke Prabowo. Purbaya ngaku siap di Hambalang.
Saat pertama kali jadi menkeu dan roadshow ke beberapa media, dia blak-blakan. Purbaya jujur kalau dia yang usul agar menkeu diganti atau Prabowo bakal terus didemo.
Jadi, lu pada warga Twitter masih mau kasihan sama Purbaya? Come on!
Mikroplastik sudah ditemukan di sperma, plasenta, dan air susu ibu. Masuk ke tubuh kita lewat udara.
Ledakan kasus stroke, kanker, kemandulan, dll mengancam masa depan manusia.
MENOLAK PUNAH - official trailer
Tidak pernah Masjidil Aqsha tak melaksanakan shalat tarawih dan shalat Idul Fitri selama 59 tahun ke belakang. Kecuali hari ini.
Dan, kita semuanya berdiam diri.
@ainunnajib Ojol seharusnya milik rakyat, bukan romusha aplikasi ijo. Jangan buang uang ke cloud mahal. Kenapa tidak bikin server sendiri? Emang kita nggak bisa bikin server? Jangan males. Kita gak bodoh
Salah satu cara "menegur" aplikator adalah SEMUA mitra bersepakat tidak mau jadi pekerja gig dengan bayaran kelewat rendah. Masalahnya apa? Pasti akan ada sang "pengkhianat" yang berpikir "wah supply lagi tipis, gw narik kali ya, bisa dapet jutaan per hari nih." And yes, probably these "traitors" would earn much more.
PS: Cara lainnya? Regulasi. At this point, what can we expect for this one?