gue tuh suka bgt sama yg namanya doa, mendoakan & didoakan adalah 2 hal yg menurut gue powerful. Regardless gue adalah pendosa. Tapi menurut gue, doa is a best way to communicate with God. It is indeed give you hope — moreover it gives you calm and assurance.
Justru aku malah mengharap hidup yg gini2 aja. Slow living. Bangun, kerja, pulang, tenang. Nggak mikir dikejar utang ortu, diteror DC, atau hidup dalam kepanikan setiap hari.
Kedengarannya biasa dan gini2 aja, tapi buatku itu privilege.
at his age, he should be working as an ojol driver just to make ends meet—maybe to help with his and his parents' expanses or to pay his family's bills, and still GET KILLED. meanwhile, kids of the same age from those dpr members' families are likely enjoying life as papa and
Just wanna share; Today’s agenda seperti sales. I approached everyone to participate in everything (event). And I had have deal with many people today!
Sekarang, saya berusaha untuk tidak membiarkan label “gagal” mendikte setiap langkah saya. Saya percaya bahwa, meskipun depresi pernah menjerat, dengan penerimaan saya bisa menemukan kembali kekuatan untuk bangkit dan mencoba lagi.
Konsep dari Acceptance and Commitment Therapy (ACT) oleh Hayes menjelaskan bahwa dengan menerima perasaan kita—tanpa menghakimi—kita bisa mengurangi kekuatan emosi negatif dalam hidup.
Setiap kegagalan, bukannya mendefinisikan siapa saya, melainkan menjadi bagian dari proses.
Kangen sekali dengan jiwa bocahku yang ambisius, petarung dan selalu penasaran dengan semua hal. Tidak seperti hari ini yang lembek, pemurung dan gampang kesel.
Baru selesai baca paper tulisan Pak @GWirjawan berjudul The Paradox of Sustainability, konsep yang relate dgn saya yang menggeluti bidang energi berbasis fossil-fuel dan energi terbarukan.
Saya coba bahas tulisan ini utk membedah kompleksitas transisi energi di Indonesia.🌏