Membenci Timnas ini bukan karena tentang Kanjuruhan saja, hal berbau nasionalis tidak pernah linier dengan humanisme, terpelihara dalam kebodohan tanpa kesadaran kolektif dan dengan gampangnya ditipu gairah semu bernama Timnas.
Nasionalis adalah fasis, titik tanpa nilai tawar.
Nemu tulisan bagus :
Nasionalisme tak otomatis membuat seseorang punya moral. Garuda di dada tak pernah menjadi jaminan bahwa empati tumbuh di kepala.
Untuk kesekian kalinya, tak ada garuda di dadaku.
Fuck you @PSSI tak ada yang harus dirayakan.
Air adalah kehidupan, dan hari Jumat lalu, kehidupan itu akhirnya mengalir kembali ke Desa Wudi, Manggarai, NTT.
Puluhan tahun terisolasi dan kesulitan air bersih sejak gempa 1992 (di mana pipa bantuan lama hancur tanpa perhatian pemerintah), warga Dusun Kaung dan Bae Welu kini bisa bernapas lega.
Melalui program utama Bonek Disaster Response Team pasca gempa yang terjadi pada Agustus lalu, instalasi pipa baru berhasil dibangun. Semua ini terwujud berkat gotong royong dan rezeki yang disisihkan oleh Bonek, Bonita, warga Surabaya, serta seluruh rakyat Indonesia.
Masih banyak titik di NTT yang menanti uluran tangan kita. Semoga gerakan ini menjadi pemantik dan membuka mata para pemangku negara untuk hadir menuntaskan krisis air bersih di negeri ini.
Terima kasih, Cak @BDRT_1927🤝💐
"BONEK FOKUS PERSEBAYA AJA. GA USAH IKUT DEMO"
loh yaopo bos bonek iki juga bagian dari rakyat indonesia. rakyat berhak bersuara. lali ta nek negara indonesia iki negara demokrasi (masio wes mati)? isok bersuara nang tribun, moso ga isok bersuara nang dalan????! 😁👎🏼
makin ga paham kenapa surabaya, de facto kawasan metropolitan terbesar kedua di negara ini, yang pergerakan komuternya diestimasi sampe 10 JUTA/HARI;
GA BISA ngembangin SATU KILOMETER pun transum berbasis rel yang proper.
isin rek. kate ngenteni pirang dekade maneh?
Enakan nikah dipestain mewah gede gedean sama mertua, pulang ke rumah yang dibeliin mertua pake mobil yang dibeliin mertua juga.
Gausah romantisasi nikah di KUA dengan narasi mendiskreditkan nikah mewah.
Gapapa nikah mewah, gapapa nikah di KUA.
Gapapa tinggal sendiri, gapapa juga tinggal sama mertua.
Yang ga boleh banding bandingin orang lain sama kehidupan kita.
Presiden SBY: kami berhasil melalui Great Financial Crisis 2008-2009 dan Taper Tantrum 2013 dengan cukup baik
Presiden Jokowi: kami berhasil melalui Trade War 2018 dan Covid Crisis 2020 dengan cukup baik
Presiden Prabowo: GW YANG BIKIN KRISISNYA AJG AWOKWOKWOKWOK
Di era di mana publik distrust sama pemerintah, branding sebagai orang dalam (Eks Menkeu) yang tobat dan jadi voice of reason adalah komoditas paling mahal, dan ini dimanfaatkan sama dia.
Netizen merasa menemukan pahlawan, padahal mah ini kan cuma manuver personal branding dia aja 😅
Di tengah lautan konten prank, joget TikTok, dan drama artis, siapa pun yang bisa bicara tenang, memakai kacamata dengan cinematic visual lalu membahas filosofi dan membedah ekonomi makro, sudah otomatis mendapatkan Smart Halo Effect.
Apa itu Smart Halo Effect? Ini terjadi ketika seseorang terlihat cerdas atau expert di satu bidang tertentu, audiens secara otomatis dan gak sadar mengasumsikan bahwa orang tersebut jenius dan valid di semua bidang.
Makannya gak heran kalo disebut nabi Gen Z 🤣
Salah gak? Kalo dari sisi creator, selama seorang kreator menyajikan data yang bisa dipertanggungjawabkan dan tidak menyebarkan hoaks, dia pada dasarnya hanya sedang mensupply kebutuhan pasar aja.
Kreator baru bisa disalahkan secara moral jika dia sadar penuh memiliki Smart Halo Effect ini, lalu sengaja menggunakan power-nya untuk hal-hal problematik.
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya