Kamu tahu cara paling mahal untuk membalas perbuatan buruk orang lain? Adalah dengan tidak membalasnya sama sekali, tidak memperdulikannya lagi, dan berhenti mempertanyakan alasannya menyakitimu.
Sebab, barangkali dia bukan orang jahat, tapi orang yang kalah di hidupnya sendiri.
Semakin tinggi kecerdasan seseorang, semakin menusuk kata2 nya. Psikologi menyebut ini sbgai low tolerance for cognitive distortion.
Artinya org dgn kecerdasan tinggi sulit mentoleransi kebohongan, alasan palsu, dan logika yg lemah.
Otak merek terbiasa berpikir efisien dan langsung, mereka memotong drama dan langsung ke inti masalah, Itulah knp kata2nya terasa pedas.
Jadi apakah kamu termasuk orang cerdas itu? biasanya yaelah ini gue banget.
today's affirmation:
semoga Allah tanamkan hatimu kedamaian. tidak mudah marah pada hal kecil, tidak mudah tersinggung pada hal sederhana, dan tidak membesarkan masalah-masalah sepele. agar kamu bisa merasakan hidup tenang, lebih bermakna, dan lebih bahagia.
ternyata benar ya, hidup bakalan jauh lebih tenang ketika kita tau batasan. not everything deserves our energy. karna ada hal-hal yang lebih baik dibiarkan berlalu, tanpa perlu didengar, dilihat ataupun dibahas.
Normalisasikan untuk jadi “nggak selalu ada” itu penting, terutama saat kondisi mental lagi berantakan. Nggak semua pesan harus dibalas cepat, nggak semua ajakan harus dipenuhi, dan nggak semua orang harus selalu punya akses ke kamu setiap saat. Kadang, hal paling sehat yang bisa kamu lakukan justru menarik diri sebentar, bukan karena kamu cuek atau berubah, tapi karena kamu lagi butuh ruang buat beresin isi kepala sendiri.
Aku pernah dengar dari seorang psikiater, kalau ada orang yang gampang kepikiran, memilih sendiri saat lagi tertekan, ingin semuanya sempurna tapi sering menunda-nunda, itu kadang berhubungan dengan luka batin dari masa kecil. Perasaan seperti pernah diabaikan, tidak diterima, atau kurang mendapat perhatian bisa terbawa sampai dewasa.
Kenapa dua story ini bisa viral banget di awal tahun?
Karena manusia udah lelah dengan konten-konten yg dipoles. Flexing, bahagia, cemara, sharing penghasilan. Jarang banget yg ngebahas sisi vulnerable dari manusianya.
2 story ini merepresentasikan perasaan yg di alami sebagian besar orang. Kita seakan melihat journey hidup kita.
3 aha moment yg aku pelajari dari story ini:
1. Gak ada lagi yg bisa diharapkan, kecuali diri kita sendiri. Burnout, rasa sepi, penolakan, semuanya ditelan dan dijalani sendiri. Jalan dengan percaya diri.
2. Quiet quit. Gak banyak ngomong, tiba-tiba ambil pilihan hidup yg berbeda. Arahnya gak jelas, tapi berani ambil risiko itu daripada stay di tempat yg sama.
3. Kalau dikelilingi orang-orang toxic, gak ada pilihan lain selain menjauh. Gak bisa mengubah perangai orang lain tapi bisa memilih merespons dengan cara seperti apa.
Pantes yah pahala memaafkan itu tidak terbatas. Bayangin aja kita yang ngerasain sakitnya, nangisnya, gemeternya, emosinya, sakit kepalanya, trust issuenya, tapi kita juga yang harus bisa ikhlasin itu semua, kita juga yang harus bisa memaklumi.
Sedangkan orang yang jadi masalahnya bisa dengan mudah hidup tenang & melanjutkan hidup setelahnya.