menjadi “gelas kosong” di setiap lingkungan baru itu bener2 penting bgt. jangan sombong. jangan sok. jangan merasa “si paling”. kita gapernah tau kehidupan lawan bicara kita di luar sana seperti apa. we never know 😃
Software Dev Lifecycle di era AI buatku:
1. Ada req fitur/bug/enhancement di notion
2. Notion kita export, suruh claude planning di project repo local. Biar masuk akal request-annya
3. Claude raise issue github
4. Hermes di VPS pickup max 2 issue pakai model GPT 5.5
5. Hermes open PR + Preview URL
5. Live preview URL pakai cloudflare tunnel
6. Testing manual pake live preview
7. Approve
8. Hermes auto deploy
Berani flow gini krn udah ketat test sejak di Hermesnya.
Test manual cuma confirm beneran udh dikerjain belom.
Flow ini terinspirasi oleh mas @bepituLaz
Buat freshgraduate yang ingin belajar data visualisasi dan data analytics pakai powerbi, kalian bisa ke link yang sedang aku develop ini https://t.co/AS7pLV8CiP
Abaikan saja tombol pembayaran nya. Pas vibe coding nyangkut prompt SaaS.
Website ini akan selalu free seumur hidup. Beberapa materi sudah masuk. Sisanya aku update berkala. Sesuai waktu luangku.
Nanti akan ada materi khusus buat orang yang tinggal di daerah 3T juga. Use case simple juga ada.
Silahkan ya. Semoga bermanfaat.
Tolong doakan aku agar dikasi rejeki terus buat bayar domain, database, server dll. 😂🙏🏼 dah itu aja.
As a Backend Engineer, make sure you have a strong understanding of:
• SOLID Principles
• Multithreading & Concurrency
• Immutability Concepts
• Streaming & Message Queues
• Caching Strategies
• Security Fundamentals (SSL, JWT, OAuth)
• Design Patterns (Factory, Decorator, Singleton, Observer)
• Test-Driven Development (TDD)
These aren't just interview topics—they’re fundamentals that help you build scalable, maintainable, and production-ready systems. 🚀
Your file upload API should not handle the file bytes.
Let it coordinate access instead:
pre-signed URLs, object storage, queues, workers, and CDN-backed downloads.
I broke down the full system design here: https://t.co/TBeL3V55vM
Things you get out of the box by adding a registry.json to a GitHub repo:
- Discovery: Use list, search, and view to explore registries.
- No backend: No server, package publish or install script. Your source code is the source code.
- Source ownership: Code lands in your project as editable source.
- Bundling: Group files, routes, scripts, configs, docs, dependencies, and metadata into one installable item.
- Cross-registry composition: Compose items from multiple registries with registryDependencies. Extend and Override.
- Local code adaptation: The CLI reads the target project and adapts imports, aliases, paths, deps...etc
- Framework-aware code: install code cross framework even when source registry framework differ.
- Release pinning: Install from branches, tags, or commit SHAs.
- Update-ready workflow: Use --dry-run, --diff, and --view to inspect upstream changes.
- Manifest for agents: registry.json tells agents what exists, what files belong to each item, where they go, what they depend on, and how to install, compose, and update them.
Ship the implementation.
Setiap brand punya Brand Guide/Brand Master Book. Biasanya bisa didownload kok.
Isinya ada do's and don'ts untuk penggunaan logo, sampe aturan warna background apa yang dilarang.
Ini biar desainer ga ngerusak citra brand. Mahasiswaku semua wajib belajar soal ini di kelasku.
Punya challenge yang sama. AI sudah makin cepat, pintar, dan cepat. Tapi masih ada bottlenecks:
- Discovery phase:
Gimana supaya problems discovery & solution planning itu bisa jauh lebih cepat?
- Implementation phase:
Gimana supaya each persons bisa jauh lebih banyak contribs per day?
- Review phase:
Gimana supaya code review/UIUX review/etc bisa jauh lebih cepat dan aman?
- Shipping & validation phase:
Gimana supaya bisa lebih sering ship the features dan dapat feedbacks (objective & subjective)?
- Anti AI slop:
Gimana supaya yang dikerjakan beneran meaningful dan impactful? Bukan sekedar changes for the sake of changes
Ada yang punya jawabannya? For the context, image adalah dari OpenClaw's maintainer: https://t.co/hAQPHB4hEN
Aku salah satu karyawan di sini 🙋
Join sejak fresh grad di awal 2025 as a software engineer. Mau sedikit sharing soal
- proses rekrutmen
- sefruit tips rekrutmen
- sedikit pengalamanku di sini
🧵 a thread
Banyak orang pengen cepat jago,
tapi ga tahan jadi beginner.
Padahal fase beginner itu penting banget.
Karena di situ:
ego lo dites,
konsistensi lo dites,
dan willingness buat belajar lo keliatan.
GAYA HIDUP NENTUIN LU MAU
KE MANA
VERSI NAIK LEVEL
1. bangun lebih pagi biar hari lu gak keburu abis
2. sebelum tidur, lu mikir: hari ini udah ngapain & besok mau apa
3. lebih sering makan rumah biar hemat & sehat
4. belanja itu ada tujuan, bukan asal pengen
5. isi kepala lu sama info yang bikin berkembang
6. diam-diam upgrade diri (skill, ilmu, mindset)
7. duit diputer, bukan cuma dihabisin
VERSI JALAN DI TEMPAT
1. bangun siang, hidup ngalir tanpa arah
2. beli karena lapar mata, bukan kebutuhan
3. begadang cuma buat hiburan doang
4. scroll terus tapi gak dapet apa-apa
5. hampir tiap hari jajan di luar
6. hidup numpang sama utang/pinjol
7. males denger hal yang bikin mikir
Sebagai Frontend Engineer, sangat penting buat memastikan saat bekerja dengan AI, bahwa apa yang dikerjakan AI itu tepat, sesuai AI dan saat melakukan E2E testing bekerja sesuai ekspektasi.
Kalau menggunakan Cursor kita bisa menambahkan Prompt seperti ini
"Based on the existing plan, please add a verification step for this workaround using the built-in browser. The verification should cover the complete end-to-end flow, starting from login and continuing through to the review stage. Please include screenshots as proof for each key step."
Tentu ini enggak mengganti E2E test, melainkan memastikan bahwa apa yang dikerjakan AI itu benar, disamping kita juga memiliki unit test pada setiap project kita.