Nemu bapak ini di fesnuk lagi jualan soft copy materi pembelajaran bahasa Jepang yang beliau susun. Real aseli guru bahasa Jepang, karena beliau buka les juga. Siapa tau ada yang butuh, bisa langsung kontak bapaknya atau mampir ke fesnuknya beliau
jadi inget podcast bocor alus @tempodotco yg judulnya "Peran Teddy Indra Wijaya dalam Komunikasi di Istana Negara". Di menit 33:38 dijelasin kalo Teddy ngefilter materi presentasi pejabat yg mau ketemu prabowo. Selain kurasi jumlah halaman ppt, yg lebih gokil Teddy juga kurasi data biar yg ditampilin yang bagus-bagus aja 😭
Berhentilah mengatakan "MOHON IZIN" apalagi di tambah embel2 "SIAP SALAH". Jangan meniru bahasa militer.
Ketika anak2 didik saya mengatakan demikian meskipun sekedar becanda, saya menegaskan "KAMU TIDAK SALAH" apalagi ketika konsultasi.
Saya prefer mengajarkan mahasiswa2 saya diganti dengan kata "BAIKLAH/BAIK'
Ngomong-ngomong, mohon izin, sudah pada ngopi belum? :)
Gue ngerti kenapa sebagian PTN mau ngelola SPPG.
PTN itu BUTUH BANGET duit.
Subsidi negara di bidang pendidikan, terutama di PTN Berbadan Hukum itu minim.
Mereka disuruh cari duit sendiri. Padahal operasional PTN itu mahal.
Caranya adalah dengan bikin bisnis..Tapi in this economy, menghasilkan laba dari bisnis itu susah banget.
Bisa juga dengan terlibat dalam proyek perusahaan. Tapi yaa ga pasti juga ini.
Makanya banyak yang pakai cara paling gampang: naikin UKT mahasiswa.
Masalahnya kalau dinaikin terus, ga semua orang bisa afford dan tertarik buat kuliah.
Nah ketika ada MBG, ini bikin mereka melihat potensi baru.
Kelola SPPG, keuntungannya dipakai buat operasional kampus.
Apalagi selama MBG jalan, SPPG akan terus untung. Kualitas gw rasa bisa dijamin karena kampus pasti punya ahli kesehatan yang bisa menjaminnya.
Yang jadi masalah, kalau PTN kelola SPPG, ya mereka bakal makin sulit untuk kritis terhadap program MBG ini. Malah akan cenderung mendukungnya sampai kapapun.
in another life gue lah anak FK yang berangkat kuliah naik hrv sand khaki, nenteng ipad atau macbook, papa mama dokter spesialis, lulus langsung nempatin ke rs swasta punya orang tua, tiap liburan keluarga ke eropa dengan sorotan Instagram full bendera
Udah pada liat kasus di Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 ini belum?
Intinya ada peserta yang udah menjawab pertanyaan dengan benar, namun oleh juri dianggap salah. Pertanyaan kemudian dilempar ke tim lain. Tim lain jawab dengan jawaban yang sama dan dianggap benar.
Peserta yang sebelumnya menjawab protes (dengan cara yang cukup elegan) tapi tidak digubris oleh Juri. Bahkan malah disalahkan oldh juri lain.
Gimana menurut kalian?
Haiii guys mau cerita sedikit drama pagi ini, jadi suamiku punya usaha Soto Mie Bogor di wilayah Depok, salah satunya daerah Sawangan.
Nah kebetulan pagi ini suami aku sadar kalo ternyata ada OKNUM yang menempel SCAN QRIS-nya di tempat usaha suamiku,
tapi untungnya suamiku langsung sadar yeye gak kena gak kena😝😚 siapapun kamu si “KEBULI BASMATI MINI” aku doakan kamu selalu sehat & semoga Allah selalu memberikan rezeki yg banyak buat kamu biar kamu gak jadi jahat😝😝😝
Source : thread
Ironic fact:
Skripsi, tesis, disertasi, PKM, bahkan project-project sains yang banyak bikin produk inovatif hanya berakhir di tumpukan laporan pertanggungjawaban, ngga pernah bener-bener diproduksi massal dan berakhir di market.
I see a lot of them. Ketika dana project cair dan habis, yaudah, end of story. Gatau salah di mana.
Bagi yang belum yakin tentang rapor merah Prabowo-Gibran:
1. Nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah
2. Kabinet tergemuk sepanjang sejarah
3. Presiden paling sibuk ke luar negeri dan wapres paling tidak berguna sepanjang sejarah (51 kunjungan dalam 2 thn, sementara Jokowi 58 dalam 2 periode)
4. Nominal utang & suku bunga APBN terbesar sepanjang sejarah
5. Proyek Korupsi termahal sepanjang sejarah
6. Praktek Nepotisme terparah sepanjang sejarah
7. SDM generasi muda terendah sepanjang sejarah
@ChrisWibisana Yap. Baju adat tidaklah salah. Tapi, idealisme penjara yang terbangun saat ini adalah memperingati Kartini sebatas mengenakan baju adat yang dibelokkan menjadi fashion show ala-ala Kartini.
Konde, kebaya, dan kain wiru adalah penjara Kartini yang sengaja dipilih dan diabadikan rezim Orde Baru setiap 21 April.
Kita tidak lagi kenal Kartini sebagai pemikir dan "pendekar kaumnya untuk MERDEKA". Dia direduksi sekadar anak Bupati yang dimadu dan meninggal muda.
gara2 overconsumption, aku ngerasa jd susaaah punya original thoughts.
semua opini & perspektifku kayaknya dibentuk oleh algoritma medsos, atau dari pendapat orang2 di sekelilingku.
sama kayak artikel Substack yang barusan kubaca ini.
... nah, kan? 🫠🫠🫠
Dipikir-pikir jadi mahasiswa zaman sekarang berat juga ya. Dulu magang 1-2x selama kuliah itu kayak udah cukup buat ngisi CV yg menjual.
Sekarang kaget ada yg magangnya sampe 3-4x dan masih ketolak sana sini 😭