Just in case anyone is curious, next weekend’s Indonesia Master Ball League is Abyss Eye format aka Worlds format and there should be a stream for Day 1.
Bloomberg > Two funds that hold Indonesian bonds are delaying redemptions to manage liquidity pressures stemming from the nation’s recent financial market turmoil.
Investors in the KIM Fixed Income Fund Plus and KIM Fixed Income Sharia Fund may now have to wait as long as seven trading days to receive redemption proceeds, compared with the normal three-day settlement period, a spokesperson for Korea Investment Management said on Friday.
“Due to the temporary difficulties in selling bonds following a liquidity crunch in the Indonesian bond market, our local subsidiary has extended the redemption cycle,” a Korea Investment Management spokesperson said in a text message.
Gw barusan minta claude buatin kapan akumulasi yg pas buat para pencari dividen, bisa cek di kolom Window Akumulasi Terbaik. Could be wrong but let's try yak
Yg terdekat ada PTBA sama ITMG. Mungkin akan DCA tipis2 buat buktiin thesisnya si claude bener atau enggak
$OIL $IHSG
Saya meriset koefisien korelasi return mingguan 6 komoditas utama dengan IHSG dari tahun 2000 s.d. 2026.
Ada statistik menarik yg masih bikin saya bingung sebabnya:
#1. Ternyata, korelasi minyak dengan IHSG jauh lebih besar daripada semua komoditas lainnya.
Ini MINYAK! Bukan batubara, sawit, atau sejenisnya yang selama ini saya kira.
Koefisien korelasi: +0.91
Artinya, ada hubungan yang SANGAT KUAT dan POSITIF antara harga minyak mentah dengan IHSG, untuk periode 26 tahun terakhir.
Jika di-breakdown periode lima tahunan, korelasi minyak dengan IHSG selalu lebih dari +0.9, kecuali periode 2006-2012 yang 'hanya' +0.83.
Koefisien minyak selalu konsisten dan positif, dibanding komoditas lainnya yang cenderung fluktuatif.
Ironisnya:
a. Indonesia sudah menjadi net importir minyak sejak tahun 2004.
b. Masa kejayaan minyak Indonesia sudah selesai di awal tahun 1980an.
Bagaimana bisa negara pengimpor minyak punya return pasar modal yang berkorelasi kuat dan positif dengan harga minyak mentah dunia?
Angka ini seakan mengkonfirmasi istilah: Korelasi bukan selalu berarti kausalitas (sebab-akibat).
Tapi tetap, saya penasaran kenapa malah minyak? Bukan batubara misalnya...
Ada yang tahu?
Kenapa Trump sering tiba2 keluarkan GOOD NEWS ketika UST 10Y yield naik/ada di area 4.3%–4.5%? COINCIDENCE? Saya rasa tidak.
Saya coba backtest 17 event tariff pivot Trump sejak Jan 2025.
Dari 17 kali Trump bikin "good news" (tariff pause, trade deal, soften stance):
• 12 dari 17 event (71%) terjadi saat yield ≥ 4.3%.
• Saat yield di atas 4.5%: 3/3 kali Trump langsung lunak, yield turun semua.
• Saat yield di bawah 4.3%: Trump santai, jarang ada konsesi.
Bukti paling jelas: 9 April 2025.
• Seminggu sebelumnya yield spike dari 4.0% ke 4.4%.
• Bond market mulai jual US Treasury besar-besaran.
• Hari itu juga Trump umumkan 90-day tariff pause untuk 75+ negara.
Utang US = $36 triliun.
Setiap yield naik 1% = tambahan $360 miliar/tahun bunga.
US harus refinance $9–10T utang tiap tahun.
Setiap 10bps lebih tinggi = +$9B biaya permanen selamanya.
BOND MARKET IS THE REAL BOSS.
Trump boleh bikin kebijakan apapun.
Tapi kalau bond vigilantes mulai jual, dia balik badan.
Yield 4.3%–4.5% bukan sekadar angka teknikal.
Itu batas toleransi fiskal US.
Manage your portfolio accordingly.
Kuskus Beruang (Ailurops ursinus), salah satu primata endemik Pulau Sulawesi, baru-baru ini terpantau di kawasan Gunung Latimojong.
📹 : @/rawallangiadventure via Instagram | @/jumardin_mxrc via TikTok
Disadur dari website BBKSDA Sulawesi Selatan, Kuskus Beruang bukan beruang sungguhan melainkan mamalia berkantung (marsupial) yang bergerak lambat di kanopi pohon.
Sebagai hewan langka dan dilindungi, keberadaannya mengingatkan kita untuk tetap menjaga kelestarian habitat asli mereka.
Besok announcement GDP Indonesia pukul 13.00 WIT
Kalau menurut proyeksi BI sih 4.7 - 5.5% ya
Tapi harusnya bisa > 5%
Semoga ini bisa jadi booster buat market besok
jika harga ICI stabil, cost tetap, tapi pungutan negara tetap tinggi
maka margin ya gitu gitu aja -> g menarik untuk rerate.
jika RKAB dipotong (supply turun) + harga ICI naik + cost tetap
maka margin melebar -> menarik
jika harga ICI naik, cost tetap, tapi pungutan negara naik juga
maka yang naik bukan cuma profit, tapi pajak/levy juga ikut naik -> upside terbatas
jika harga ICI stabil, tapi cost naik (fuel/logistik/strip ratio/kontraktor)
maka margin ketekan -> kelihatan rame tp profitnya ya kempes
jika RKAB enforcement ketat (yang dipotong beneran nggak bisa produksi)
maka yang 0% cut jadi raja volume -> bisa jual lebih stabil saat supply seret.
tapi karna saya mulai akum saham batubara maka yang saya mau ini :
jika harga ICI naik + cost turun (kontraktor lebih murah, efisiensi)
maka margin gede banget -> biasanya market langsung “surrr masuk barang itu”
Intinya, MSCI meminta transparansi struktur kepemilikan saham di BEI.
Dikasih waktu s.d Mei 2026 buat membenahi.
Kalau pembenahan dianggap kurang memadai, ada risiko pengurangan alokasi saham BEI di MSCI Emerging market, bahkan downgrade ke Frontier Market https://t.co/iC5b2fvBLH
A Mystery Gift code to receive a Hisuian Typhlosion in your game will be revealed during the #PokemonEUIC stream! 🔥🌋 #PokemonScarletViolet
It is based on the one used by 2026 LAIC Champion @kinurincipall! 🏆
🔗 All details: https://t.co/0HhekxEUH7