"๐ฉ๐๐๐ (๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐) ๐๐๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐ ๐๐๐, ๐ท๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐ ๐ฉ๐๐๐ ๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐."
Lebih dari sekedar club.
Tentang bagaimana deru laju kota ini seakan berhenti pada saat Persib bermain, di setiap sudut kota Bandung, dari level pedagang kaki lima, UMKM lokal menengah, hingga mall-mall kelas atas.
Tentang bagaimana semua elemen berbaur di dalam naungan satu nama: bobotoh, dan berinteraksi seakan selama ini mereka adalah satu keluarga yang terpisah oleh kehidupannya masing-masing.
Tentang bagaimana perantau luar kota hingga luar negeri nan jauh di sana, rela mengeluarkan uang sejumlah tak sederhana, hanya untuk datang ke kota ini, menyaksikan Persib meraih gelar juara.
Tentang bagaimana keikhlasan orang-orang yang mau berbagi atas rasa syukur mereka karena klub yang mereka sayangi sejak kecil itu berjaya.
Sukar menemukan kultur yang mendalam seperti ini. Bahkan saat Persib tak bermain pun, lingkup pembicaraan warga masih tetap bersinggungan dengan Persib.
Memahami Bandung, Persib, dan masyarakatnya itu tidak sesederhana dicerna logika. Melibatkan empati dan rasa. Romansa yang tersaji ini tidak terbentuk hanya dalam satu malam, ini cinta yang dipupuk sejak lahir, dibesarkan sedemikian rupa, lalu diwariskan dengan rasa bangga. Organik, tanpa dibuat-buat khayal belaka.
Menarik nonton pre-match team talk Persib vs Persija.
Bojan bilang jgn kebanyakan protes ke wasit, โreferees, foreign, FIFAโฆ one of the best in Asia. so donโt talk to him. focus mentality man. the game is mental moreโ.
Marc Klok lebih ke emotional trigger: โlife or death. Life or death. win or win. win or winโ
Fede Barba lebih ke tactical layer, ceramah, beberapa menit isinya full daging jelasin compactness, counter-press, dan exploit ruang saat transisi menyerang ๐ญ
Bojan: โhow we thinkโ
Klok: โhow we feelโ
Barba: โhow we playโ
LENGKAP
Penyatuan Gasibu-Gedung Sate, Guru Besar ITB: Kalau Membuat Legasi Sampai Kiamat, Jangan Cuma Gincu
Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB, Prof. Harun Al-Rasyid Lubis, mengingatkan pembangunan di kawasan ikonik seperti Gedung Sate tidak boleh hanya berorientasi pada aspek visual atau simbolis semata. Menurutnya, perencanaan harus memiliki dampak jangka panjang yang jelas terhadap tata kota.
"Jadi kalau membuat legasi di Kota Bandung biar diingat sampai hari kiamat, seorang Gubernur atau Walikota nggak cukup hanya window dressing atau gincu-gincuan hungkul. Harus yang lebih mendasar dan berdampak panjang, walaupun energinya memang harus ada rencana, terutama kan kita udah melihat kayak apa di Kota Bandung gitu-gitu ajalah tiap hari," ujar Harun kepada https://t.co/rlyOPGjVlP, Senin, 27 April 2026.
Harun juga menyinggung persoalan lama terkait pelanggaran tata ruang di sekitar Gedung Sate. Ia mencontohkan keberadaan bangunan tinggi, termasuk hotel, yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan zonasi dan telah menjadi preseden buruk dalam pengelolaan ruang kota.
Harun menyarankan agar Pemprov Jawa Barat mempertimbangkan skema kompensasi Koefisien Lantai Bangunan (KLB) seperti yang diterapkan di Jakarta. Dalam skema tersebut, pelanggar aturan ketinggian bangunan diwajibkan memberikan kontribusi berupa pembangunan fasilitas publik.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Rasdian Setiadi menjelaskan, skema rekayasa lalu lintas disusun berdasarkan kajian teknis Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama kepolisian dan perangkat daerah terkait.
โPerencanaan ini bersumber dari kajian konsultan penyusun Analisis Dampak Lalu Lintas yang hasilnya diimplementasikan sesuai hasil perangkingan skenario mitigasi oleh tim yang terdiri dari Dishub Jabar, Ditlantas Polda, Dinas Penataan Ruang dan Bina Marga Jabar, Satlantas Polrestabes Bandung, Dinas Perhubungan Kota Bandung dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung,โ ujar Rasdian (28/4/2026).
Julkifli/PRMN
#gasibu #gedungsate #jabar #dedimulyadi
Melihat baris komentar di media sosial hari-hari ini, klaim urang Sunda yang someah teh sepertinya pudar. Rasisme dan hate speech pendukung Dedi mengikis ingatan bila urang Sunda teh someah. Belum lagi beberapa bobotoh terpancing rasis kepada pemain bola usai lawan Persib
Sebenarnya ini urgensinya apa Gedung Sate - Gasibu dikieukeun teh? Warga Bandung pada protes loh ini, kok ga didenger? Jadi makin ga jelas, mutar-muter wae ucapan na euy
Mungkin di Purwakarta anda bisa leluasa bergerak karena kekuasaan dan pengaruh, @DediMulyadi71, tapi di Bandung jangan coba2. Jangan pernah menyamakan warga Bandung dengan warga kota lain, apalagi menyepelekan warga Bandung. Jangan!
Biar apa?
Urgensinya apa?
Kenapa Gedung Sate?
Kok kesannya buru-buru amat?
Sekarang dikritik warga. Galak2 pisan pendukungna, terus jawabanna teu nyambung deui euy
Video: Pikiran Rakyat