Rumah ya rumah lu sendiri, tapi suara full volume musik lu tembus tembok menjajah rumah orang lain. Polusi suara.
Model begini coba tinggal bersebelah dengan masjid biar kita lihat siapa yang lebih jago saat TOA SETANI beradu speaker lagu-lagu setan.
Ini contoh narasi naif copy-paste yang berulang-ulang di-BEO-kan oleh teis lugu, padahal sudah dipatahkan oleh ateis jutaan kali.
Ini juga sebabnya aku ogah meladeni sesuatu yang sudah diremukkan berulang kali, tetapi terus direproduksi.
Perempuan Indonesia boleh "bebas", asal kebebasannya TIDAK TERLALU bebas.
Boleh bekerja, bersuara, memilih pasangan, bahkan menentukan tubuhnya sendiri—SELAMA pilihannya TETAP SESUAI dengan apa yang DIANGGAP PANTAS oleh keluarga dan masyarakat.
Itu BUKAN emansipasi.
Itu KANDANG yang DIBERI PINTU.
Dan problem yang dihadapi perempuan Indonesia menjadi lebih rumit ketika patriarki MENDAPAT LEGITIMASI SAKRAL.
Dalam sebagian doktrin dan tafsir Islam, perempuan DITEMPATKAN di BAWAH OTORITAS laki-laki: soal tubuh, pakaian, pernikahan, perceraian, hingga peran sosial.
Lalu disebut "kodrat".
Ketika norma sosial diberi stempel Tuhan, kandang bukan lagi sekadar kandang diberi pintu kecil—ia berubah menjadi kewajiban moral.
Taek kebo! 🤣 Klo merasa pintar, tunjukkan bukti, jangan cuma modal pake narasi Roy Panci.
Riwayat pendidikan Mas Gibran tercatat dalam dokumen resmi KPU saat pendaftaran Pemilu. Kalian bilang cuma kursus, mana bukti resminya?
Roy Panci ke Australia cuma berdiri di luar, foto-foto, lalu merasa sudah punya bukti akademik. 😂
KPU punya dokumen, kalian cuma punya narasi.
https://t.co/6tSrGSO7Kg
The 10 Benefits of Being an Atheist
1. You stop wasting your time, money, energy, and brain cells on useless religious bullshit and empty rituals.
2. Your life is finally free from stupid fears of imaginary demons, jinn, hellfire, and an angry sky daddy watching you jerk off.
3. This life becomes priceless. No fake afterlife means you actually treasure every moment instead of treating it like a shitty waiting room.
4. You escape the built-in religious hatred, no more forced misogyny, homophobia, ethnocentrism, tribalism, or treating outsiders like garbage.
5. Your brain stays open and honest. You can learn real shit without some 2000-year-old book cockblocking your intelligence.
6. You never have to embarrass yourself defending talking snakes, virgin births, global floods, or other Bronze Age fairy tales.
7. You become a decent human because you actually give a fuck about people, not because you’re scared of eternal torture.
8. You quit the pointless prayer addiction and start doing real shit that actually fixes problems.
9. You see the universe for what it is: cold, indifferent, and fucking beautiful, without pretending some insecure cosmic tyrant is in charge.
10. You live without guilt or shame for being human. No more self-hate for natural thoughts, desires, or doubts. Fuck that eternal damnation nonsense.
Be atheist. Be happy ❤️
Kalau Tuhan benar-benar Maha Kuasa, mengapa akses manusia kepada-Nya harus begitu bergantung pada birokrasi interpretasi?
Teks.
Bahasa Arab.
Tafsir.
Hadis.
Ulama.
Mazhab.
Sanad.
Fatwa.
Lalu manusia biasa akhirnya bertanya:
"Jadi Tuhan sebenarnya bilang apa?"
Dan manusia lain menjawab:
"Tunggu, saya cek pendapat ulama."
Lucu juga.
Yang Mahakuasa ternyata memiliki customer service yang sangat panjang.
🤡🤡🤡
Ketika ayat cocok dengan moralitas modern:
"Lihat! Islam sudah mengajarkan ini sejak 1.400 tahun lalu." 🤡
Ketika ayat tidak cocok:
"Konteks historisnya harus dipahami." 🤡
Ketika tafsir lama bermasalah:
"Itu hanya interpretasi ulama."
Ketika tafsir baru dikritik:
"Anda tidak boleh menafsirkan agama sembarangan."
Luar biasa.
Kesimpulan selalu datang lebih dulu. Tafsir menyusul untuk mengamankannya.
🤡🤡🤡
lagi selonjoran sambil cek notif wa, tiba-tiba ada pesan dari customer cluster sebelah yang terakhir jajan 2 tahun lalu:
🧕: “mba, masih jualan gak ya? aku mau dong cheese cakenya, aku ambil habis zuhur bisa?”
👩🏻: “hello mba, boleh dengan senang hati mba 😇 maaf mba, zuhur maksudnya apa ya mba? maaf saya kurang paham 🙏”
🧕: “mba zaman sekarang gak tahu zuhur? belajar mba 🙂 sorry aku cancel.”
👩🏻: “baik mba, terima kasih 😇”
gue langsung buka google, tarik napas setelah tahu artinya.
pr bertambah: harus tahu nama-nama waktu 😭
"Jangan pertanyakan ini. Ini sudah dijelaskan Islam."
Kalimat yang sangat efisien.
Tidak perlu riset.
Tidak perlu argumentasi.
Tidak perlu berpikir.
Tinggal di-BEO-kan 🤡
DAN tnggal tambahkan:
"Allah lebih tahu."
Lalu diskusi selesai.
🤡🤡🤡
bro den tolong bantu buat sayembara mencari mantan pejabat negara korupsi ternyata pengecut setelah jadi tersangka, kabur melarikan diri ke luar negeri. konon sang koruptor pelarian ini sudah menyusup kembali ke NKRI demi cuan
Why does the Quran name Jews, Christians, and Sabians, but never Hinduism, Buddhism, or Jainism?
Those last three were already ancient by the 7th century.
The Quran never mentions them.
Because Allah’s horizon stops at Arabia.
A God who sees the whole world would have known all religions.
A 7th century man from the Hijaz would not.
Allah is just a 7th-century Bedouin man, and his name was Muhammad.
Nothing else.