Yang cinta dan mendukung PSS itu banyak. Justru karena itu, ekspektasi terhadap cara klub menyambut musim baru juga tinggi.
Menyambut musim baru bukan hanya soal menyiapkan tim utama. Ini juga tentang membangun optimisme, menghidupkan antusiasme, dan membuat suporter merasa dilibatkan dalam perjalanan klub.
Yang terlihat paling bersemangat justru pelatih. Target disampaikan pelatih, optimisme dibangun pelatih, bahkan menjelang launching pun pelatih yang paling banyak berbicara. Padahal membangun narasi musim baru adalah tanggung jawab klub secara keseluruhan.
Masa iya komedinya dimulai dari pencarian burung elang jawa? Tidak sekalian cari vendor untuk tumpengan? Membuat event Jalan sehat? Atau event sepeda gembira menyambut musim baru?
Klub sebesar PSS punya begitu banyak cerita, identitas, dan nilai yang bisa diangkat untuk menyambut musim baru. Sayang kalau momentum sebesar ini tidak dimanfaatkan untuk membangun optimisme bersama.
Lo hapus chat WhatsApp, storage tetap penuh.
Bukan bug.
WhatsApp sengaja simpen semua foto/video di 4 folder tersembunyi.
Gue kira udah bersih,
ternyata masih nyangkut 14,7GB.
Ini cara bersihinnya:
Anjloknya rupiah bukan salah gubernur BI tapi salah prabowo. kenapa?
> prabowo bikin kebijakan (MBG & KOPDES) ugal-ugalan dan boros yang bikin kondisi fiskal ancur
> mata uang adalah harga kepercayaan suatu negara. mata uang bagus berarti kepercayaan terhadap negara tersebut tinggi
> prabowo serung pidato ngawur sehingga sering digoreng oleh media luar yang memperparah outflow asing
> tidak tegas hukum terutama pengesahan RUU perampasan aset. meskipun harus diketok DPR, 80% Parlemen adalah koalisi dia. kalau RUU perampasan aset disahkan bisa menarik inflow asing untuk penyehatan iklim investasi
> menunjuk menkeu yang iya iya aja nurut kata bos. dan kurang pengawasan kepada program. sehingga terjadi kebocoran fiskal yang parah. (meskipun urusan moneter dan fiskal itu berbeda tapi dalam kondisi Indonesia sekarang ini saling berkaitan dan harus berjalan beriringan)
intinya ruang gerak BI itu terbatas dan kebijakan moneter itu pada dasarnya lebih banyak mengikuti siklus ekonomi daripada menciptakan siklus itu
kebijakan moneter nggak akan bisa menyelamatkan negara kalau kebijakan fiskal terus bikin masalah baru.
-hanya opini pribadi sebagai pelaku pasar IHSG, tanpa background lulusan ekonomi-