@tempodotco Presiden kok selalu nyinyir ke orang pintar ya, dan membenturkan orang pintar dengan rakyat lainnya seakan pintar itu gak peduli dan untuk peduli jangan jadi orang pintar. Aneh nih
@yudiharahap46 Selain kuota haji, apa kabar kasus Blok Medan, kasus Firli di polda, pagar laut di bareskrim, pertamina di kejaksaan... kok semua penegak hukum kesannya pilih2 ya
@MardaniAliSera Poinnya, Partai gagal melaksanakan fungsi rekrutmen politik, sehingga mengkarbit caleg populer walau unqualified. Berbenahlah, jangan berdebat
@SianiparRismon Sangat mungkin pak
Saya lahir tahun 74, ada surat keterangan kelahiran dari kelurahan / desa. kuliah di UNS 1993. Tahun 1995-an ada pembuatan Akta Lahir secara masal di kampung. Jadi akta lahir saya diterbitkan 1995. Pada bagian ini, kecurigaan tsb tdk valid. Fokus ijasah aja
@AliNgabalinNew@irma Inilah duo yang dirindukan netijen se konoha utk dijadikan hiburan, duo pesohor badut politik yang sdh kehilangan panggung wkakakak
@susipudjiastuti@prabowo@kemenhub151 Semoga tiba waktunya anak saya lulus sma, bisa masuk sekolah pilot susi aviation. Agar saat nengok anak, bisa makan ikan bareng bu susi. Amiin
@muhammadiyah Intelektual Muhammadiyah mengerjakan Disertasi dengan kaffah, terpenuhi syarat dan rukunnya, lalu mengundang orang yang disertasinya jadi aib dunia pendidikan.. Ayolah min ..ngapain coba...
@riskaayurinjani@NenkMonica Ini... Semua ini gara gara ambisi ugal ugalan mulyono, dilanjut prabowo agar menang pilpres mengadopsi program populis elektoral ala mulyono, tanpa mikir tata kelola keuangannya bagaimana.