Sedari umur dini, ketika melihat anak yang di peluk sang ayahnya. Ada tangis yang tak bisa di suarakan
Sedangkan saat ini, ketika melihat anak yang di peluk erat oleh sang ratu kehidupan yang di namai ibu. Kedua bola mata tak kuasa memandang bahagia di hadapan.
Ada atau tidak hadirku, kumohon semoga kau selalu baik-baik saja. Aku mohon. Baik-baik sajalah. Terus berjalan meski lelah, terus berdiri meski perih. Selalu ingat kamu itu bisa, kamu selalu bisa. Selalu.
Seandainya aku bisa ada di sana. Di saat kau sedang butuh-butuhnya. Tapi keadaan sedang tidak memungkinkan. Aku hanya bisa berdoa semoga setidaknya kamu dalam keadaan baik-baik saja.
Tarik napas sebentar.
Jika sudah cukup tenang, hubungilah aku. Untukmu aku selalu ada waktu.
Saya paham saya gak seberharga itu buat kamu.
Tapi kalau kamu kenapa-kenapa, kamu bisa hubungi saya. Sebab, saya selalu punya waktu kalau itu menyangkut tentang kamu.
Saya hanya tak ingin pertemuan kita menjadi lebih canggung ketimbang biasanya.
Maka jika saya memang tidak punya kesempatan untuk mendampingimu, saya yang akan mengalah. Saya yang akan berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan perasaan ini.
Apa pun. Asalkan kamu tidak pergi.
Suatu saat kau pasti akan menikah, dan kemungkinan bukan denganku. Suatu saat mau tidak mau aku juga harus merelakanmu. Aku harap, kau benar-benar mencintainya. Sebab, jika tidak, aku takut masih tetap diam-diam berdoa bisa berdiri di tempatnya.