Sepakat. Aku pun udah terbiasa gak disingkat-singkat kalau ngetik. Kalau dihubungkan sama teori komunikasi, yang sering kita konsumsi (stimulus) bakal berpengaruh ke gimana kita memproduksi pesan (respons). Karena otak kita udah terbiasa nyerap teks rapi,
Gue baru nyadar satu hal, orang yang hobi baca biasanya kalau ngetik juga rapi banget. Bahkan di WA pun jarang pakai singkatan aneh-aneh.
Kayak ada kepuasan tersendiri buat mereka kalau bisa nulis dengan ejaan lengkap. Bener nggak sih?
RTs are appreciated!
My friend is looking for someone to share a gentle kind of bond with—friend with affection (FWA). If the idea speaks to you, feel free to explore the link below. Thank you!
https://t.co/lz3dNk766c
One day, the world will continue moving while one of us is no longer here to see it. So why, why should I love you less when I can give you the best of me as if there’s no tomorrow?
ngetik dengan ejaan yang lengkap pun jadi suatu refleks yang nyaman bagi kita. Selain rapi, juga untuk mempermudah komunikasi biar lebih jelas. Jadi, tidak memicu kesalahpahaman atau memperlambat penerimaan pesan dalam mencerna informasi yang diterima gitu.