Iman Zanatul Haeri (Kepala Bidang Advokasi Perhimpunan Pendidikan dan Guru - P2G) :
"Siapa pun yang merampok anggaran pendidikan, di dunia dipenjara, di akhirat dia masuk neraka"
~Mari kita Amin-kan bersama~ ๐คฒ๐ฅฒ
buat yg dukung MBG tetap jalan, nih dengerin suara hati guru-guru yg diwakilkan pak guru Iman
cuman butuh 17 detik buat paham sakitnya jdi guru di tengah fantastisnya anggaran MBG
- ditekan krn bersuara
- gaji seuprit dibanding petugas SPPG
- ada yg gajinya ga dibayar
Penutup dari pak @zanatul_91
"Ketika MBG Dibela ,Keracunan Dianggap Biasa, mempertontokan keserakahan dan membiarkan negeri ini dalam Mala Petaka"
"Saya Bersaksi siapapun yang merampok anggaran Pendidikan Di Dunia hidupnya dipenjara dan di Akhirat dia Masuk Neraka" -
Dan kami sbg rakyat jg ikut menjadi saksi, bagaimana pemerintah menyakiti dan mencederai pendidikan di negeri tercinta ini ๐ญ
Mari kita terus suarakan Perjuangan ini!!!
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB โ cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB โ ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB โ harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter โ cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit โ satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat โ gratis, 30 menit.๏ฟผ
Emang iya liburan ke Singapore mahal? padahal banyak banget loh tempat-tempat yang kamu bisa datengin GRATIS
Sini aku bikin list tempat-tempat yang bisa kamu kunjungi kalo lagi liburan ke Singapore ๐ธ๐ฌ
- a thread -
@kring_pajak Pagi Min, saya ditelpon ngakunya dari kantor KPP Cileungsi, minta saya ambil kartu baru NPWP, ganti yg lama. Apakah itu benar ada program ganti kartu fisik lama?
Kalian tau apa yang bakal bikin BNI ketakutan dan bertekuk lutut buat ganti semua uang Gereja ini yang dimalingin manajemen mereka sendiri, bikin seruan supaya semua umat katolik Indonesia untuk memindahkan dananya ke Bank selain BNI atas nama solidaritas.
Gw yakin dgn seruan itu manajemennya ketakutan pasti.
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
@bluebirdgroup Baru sekarang naik Blue bird dari Bandara gak pake argo katanya problem, udah keburu naik gak mungkin turun. Terpaksa bayar pake harga fixed price aplikasi
Laptop lo lemot dan kalo booting butuh 5 menit buat bisa dipake?
Bukan karena rusak, tapi Windows lo kebanyakan "penumpang gelap" (apps dan services yang jalan otomatis tanpa izin).
Ga perlu service. Lo bisa bersihin biar booting jadi 30 detik.
Gini caranya:
HP Android lo dicopet?
Lo bisa tau MUKA pencurinya + LOKASI dia sekarang.
Bukan dari Find My Device. Langsung ke EMAIL lo.
Gue setup ini di Android gue. 5 menit. Sekarang gue ga khawatir kalo HP gue kecopetan.
Gini caranya:
Bayar WiFi 325rb/bulan buat 100 Mbps.
Tapi nonton YouTube buffering. Zoom meeting patah-patah. Download file 10 menit.
Bukan salah provider-nya. Bisa jadi ada 5+ device nyolong bandwidth lo.
Tetangga? Orang parkir di depan? Hacker?
Gue kasih tau cara cek + blokir ๐
Cek storage iPhone lo sekarang.
Settings โ General โ iPhone Storage
Scroll ke bawah. Liat "System Data" atau "Other".
30GB? 40GB? 50GB+?
Lo gak tau isinya apa. Apple gak kasih tau.
Dan gak ada tombol "Hapus".
Tapi ada TRIK buat bersihin ini. Gini caranya:
Ada satu setting rahasia dan terlarang di Android yang bisa bikin semua iklan di HP lo = HILANG.
Iklan di app. Iklan di game. Iklan di browser. Semua ilang.
Ga perlu download app dan ga perlu root.
Cukup 1 setting. Gratis. Selamanya.
Gini caranya:
HP Android lo dicopet?
Lo bisa dapet FOTO MUKA maling + lokasi dia. Real-time.
Bukan hoax. Fitur ini hidden di Android tapi 99% orang gak tau.
Gue setup ini di Samsung gue 2 menit. Gini caranya:
Lo pernah ngerasa kuota internet tiba2 cepet abis?
Itu bisa jadi karena WhatsApp lo makan 3-5GB kuota per bulan.
Bukan dari chat. Bukan dari nelpon. Bukan dari video call.
Dari SETTINGS yang Meta nyalain diem-diem tanpa izin lo.
Gue cek Screen Time kemarin. WhatsApp pake data 4.2GB. Padahal gue jarang video call.
Ini yang Meta sembunyiin:
Pelaporan Harta Keuangan dan Investasi Dalam SPT Via Coretax 2026
Bagian 5. Lampiran L-1 Harta dan Utang
Tabungan - Deposito - Saham - Obligasi
Temuan SP2DK pajak yang paling sering adalah punya harta tapi tidak dilaporkan, jadi melaporkan Harta dalam SPT adalah kewajiban