@DokterTifa@hamas191 TETAP WASPADA Dr Tifa dan Roy Suryo. Gimana pun Jokowi akan pakai..
ILMU HITAM KLENIK HIPNOTIS JARAK JAUH.
NIAT JOKOWI AKAN SANTET, Dr Tifa dan Roy Suryo.
Segala cara untuk bela ijazah palsu, jokowi pasti pake Ilmu Hitam. Sudah ada bukti2.
@narkosun Polytron, Sanken, Advan, Axioo, Maspion, Miyako, Cosmos, Qris, Eiger, Indomie, Silverqueen, Polygon, Bus Legacy, belum lagi produk UMKM dr negara ini yg banyak di ekspor ke luar negeri terutama mebel2 asli, makanan2, sepatu, pakaian,
Kalo mau jujur membaca sejarah revisi UU KPK, urutannya jelas:
1. Motor revisi: DPR, dgn pengusul utama dr PDIP.
2. Pak Jokowi tdk menandatangani UU hasil revisi.
3. UU tetap berlaku krn mekanisme konstitusi.
4. Perppu sempat diwacanakan, namun batal krn tekanan politik.
Pakar panci kicep! ๐คฎ๐คฎ
Elegi Piksel di Hadapan Fakta: Skakmat untuk Sang "Raja Jawa"
Hakim: "Saudara saksi ahli Roy Suryo, Anda tetap pada analisis bahwa ijazah ini 99,9% palsu berdasarkan analisis digital?"
Roy Suryo: (Membuka jaketnya perlahan, memamerkan kaos bertuliskan "Raja Jawa" dengan gestur teatrikal) "Benar, Yang Mulia. Berdasarkan analisis face recognition yang saya lakukan, wajah di ijazah itu hanya memiliki kecocokan 30 persen dengan wajah Tergugat saat ini. Secara telematika, ini adalah anomali piksel; stempelnya terlihat menindih foto, sebuah kemustahilan teknis di era itu!"
Jaksa/Kuasa Hukum: (Berdiri dengan tenang sembari mengangkat sebuah map tua) "Izin interupsi, Yang Mulia. Saudara Saksi, Anda membangun teori '99,9% palsu' ini hanya dari hasil tangkapan layar di grup WhatsApp, bukan? Kami membawa Ijazah Fisik Asli tahun 1985 langsung dari brankas universitas."
Roy Suryo: "Tapi secara digital, kepadatan pikselnya tidak sinkron..."
Jaksa/Kuasa Hukum: "Ini bukan soal resolusi monitor Anda, Saudara Saksi. Ini soal serat kertas, tinta basah, dan saksi hidup. Kami hadirkan Dekan UGM dan rekan seangkatan yang wisuda bersamaan dengan membawa ijazah identik. Apakah analisis 'gambar pecah' Anda lebih valid dari dokumen negara yang dipegang instansi penerbitnya?"
Amien Rais: (Interupsi dari kursi pengunjung dengan suara menggelegar) "Jangan terpedaya! Itu pasti kertas ajaib hasil konspirasi global! Ini masalah moral bangsa, jangan biarkan sandiwara ini menang!"
Hakim: (Mengetuk palu dengan keras) "Harap tenang, Saudara Amien Rais! Ini meja hijau, bukan panggung orasi. Saudara Saksi, silakan maju dan periksa: Apakah Anda menemukan piksel yang 'cacat' pada dokumen fisik asli di depan mata Anda ini?"
Roy Suryo: (Mendekat ke meja hakim, wajahnya memucat sementara tulisan 'Raja Jawa' di kaosnya mulai basah oleh keringat dingin) "Eee... secara fisik kertasnya memang... tampak autentik, Yang Mulia. Sepertinya... pencahayaan di ruangan saya kemarin kurang maksimal."
Jaksa/Kuasa Hukum: "Cukup. Terbukti bahwa keahlian Saudara Roy hanya berlaku pada 'gambar rusak' di internet, bukan pada fakta hukum yang nyata. Kemenangan telak untuk bukti primer!"
Hakim: "Kesimpulannya, saksi ahli gagal membuktikan adanya kepalsuan pada dokumen fisik asli. Gugatan ini dinyatakan kekurangan bukti substansial. Sidang ditutup!"
Rangkuman
Ketukan palu hakim hari ini bukan sekadar tanda berakhirnya sidang, melainkan runtuhnya menara argumen yang dibangun di atas fondasi resolusi rendah. Roy Suryo yang mulanya gagah dengan kaos "Raja Jawa" terpaksa melipat egonya saat dihadapkan pada ijazah fisik asli tahun 1985 yang tekstur kertasnya tak bisa didebat oleh algoritma laptop mana pun. Amien Rais hanya bisa menghela napas panjang sembari merapikan syalnya, menyadari bahwa di hadapan hukum, bukti fisik primer selalu memenangkan pertarungan melawan opini digital.
Catatan Penutup:
Drama hari ini berakhir bukan dengan temuan ijazah palsu, melainkan dengan sebuah tutup panci mengkilap yang terjatuh dari tas sang ahli saat ia terburu-buru meninggalkan ruanganโsebuah pengingat bahwa terkadang seseorang terlalu sibuk menghitung piksel milik orang lain hingga lupa pada barang inventaris yang belum dikembalikan ke tempat asalnya.
โ๏ธ Lentera Merah Putih
Kata-kata Mbah Nun:
"Suatu ketika nanti Jokowi akan mati ditawur rakyatnya sendiri"
Bentuk tawurannya bagaimana?
Ya ini salah satu contohnya.
Budi Arie yang bertahun-tahun memberhalakan, sekarang mulai menimbun jasad hidup Jokowi dalam tanah.
Sebentar lagi, ini yang akan dilakukan Listyo Sigit, Luhut, Bahlil, dan lainnya.
Kata-kata Mbah Nun:
"Suatu ketika nanti Jokowi akan mati ditawur rakyatnya sendiri"
Bentuk tawurannya bagaimana?
Ya ini salah satu contohnya.
Budi Arie yang bertahun-tahun memberhalakan, sekarang mulai menimbun jasad hidup Jokowi dalam tanah.
Sebentar lagi, ini yang akan dilakukan Listyo Sigit, Luhut, Bahlil, dan lainnya.
Saya sengaja tidak memblokir Buzzer-Buzzer yang sering gentayangan di akun saya
Kecauli Buzzer yang omong kotor, tidak senonoh, dan dan kurangajar
Agar anda semua bisa melihat, topik-topik apa yang diserang oleh Buzzer-Buzzer tersebut.
Pasca 20 Oktober 2024, Buzzer menyerbu topik-topik"
1. Berkaitan dengan Fufufafa eh Gibrin eh Samsul
2. Berkaitan dengan Mulyono eh Mukidi eh Jokodok
3. Berkaitan dengan IKN
Dan
4. Jika memuji atau menyanjung Presiden @prabowo , maka Buzzer akan komen: "Sekarang menjilaaat" "Teruskan jilatanmu" dll semacam itu.
Artinya Buzzer tidak suka jika ada siapapun yang memuji dan mendukung Presiden Prabowo.
Jadi simpulan:
Buzzer-Buzzer yang masih bergentayangan hingga kini, adalah binatang-binatang peliharaan Mulyono dan mungkin masih dibiayai oleh kroni-kroninya, dari sejak 10 tahun lalu.
Tugas mereka sekarang, melindungi Fufufafa dan membully orang yang menyatakan dukungan kepada Presiden @prabowo
Semoga Presiden @prabowo selama mengemban amanah, percaya diri bahwa rakyat mendukung, asalkan Presiden juga membela dan melindungi kepentingan rakyat. Sehingga Presiden tidak perlu membayar buzzer untuk melindungi dirinya.
Jangan ikuti kelakuan orang gila berbaju putih celana hitam yang sekarang ini masih keluyuran kemana-mana dan menggunakan buzzer untuk melindungi kelakuan jahatnya.
Ketika seluruh Dunia sibuk persiapan dan diplomasi hadapi PERANG DUNIA III
Dan Presiden @prabowo sedang keliling dunia untuk lobby, konsolidasi, kolaborasi, negosiasi
Lalu Wapres yang lagi Plt ditanya Menteri-Menterinya,
"pak Wapres, bagaimana persiapan dalam negeri menghadapi Perang Dunia III yang sudah hampir capai Laut China Selatan?"
Si Wapres jawabnya gini:
Ketika seluruh Dunia sibuk persiapan dan diplomasi hadapi PERANG DUNIA III
Dan Presiden @prabowo sedang keliling dunia untuk lobby, konsolidasi, kolaborasi, negosiasi
Lalu Wapres yang lagi Plt ditanya Menteri-Menterinya,
"pak Wapres, bagaimana persiapan dalam negeri menghadapi Perang Dunia III yang sudah hampir capai Laut China Selatan?"
Si Wapres jawabnya gini: