gue tuh memaafkan voter 02, spesifiknya kelompok yang disetir pemerintah dan minim akses buat sadar. NAH gue gak akan memaafkan voter 02 yg privilege, berpendidikan, punya akses buat informasi, termasuk para influencer. gw harap mereka jatuh miskin sampe makan nasi aja gak mampu.
Punk di Inggris jadi fasis, Punk di Jerman menghancurkan sosialisme, punk di Indonesia jadi homophobic/misoginis/transfobik. Keknya masalahnya di punknya ini. Normalisasi menghina punk di tempat umum.