Sesyahdu itu kata Kata kau rangkai menjadi puisi cinta untuku
Namun ketahuilah saat ini bahkan ribuan puisi tak sanggup menghancurkan tembok lukaku atas penghianatanmu
Kelak aku akan bercerita tentang bagaimana lekatnya ingatanku tentangmu
Kelak aku pun akan mengisahkan tentang bagaimana aku tanpamu
Kelak ketika kau menyambutku di gerbang itu dengan pakaian berwarna putih dan senyum yang tersungging manis...
Meski telah ribuan kali kukatakan bahwa mencintaimu adalah takdirku
Namun lebih dari ribuan kali aku berusaha untuk meninggalkanmu bahkan menghapus tiap inci jejak cintamu
Meski semua hanya sia sia
Menikmati rasa yang tak bisa dilukiskan dengan kata
Menyeduh kopi tanpa gula dengan rasa semanis rindu
Menikmati indahnya badai dengan tawa dan nyanyian merdu
Hanya mereka yang mencintai dengan gila sepertiku yang mampu
@Bait_Puisi