B.J. Habibie adalah kebalikan total dari stereotype orang ITB. Makanya ia berhasil jadi presiden.
Triknya, Habibie yang profesor doktor sengaja memposisikan diri sebagai orang bodoh tidak berpengetahuan di bidang yang Soeharto kuasai, yaitu politik dan ilmu Jawa.
Soeharto sangat senang karena ternyata, ada bidang di mana ia jauh lebih pintar dari Habibie. Habibie memastikan bahwa hati Soeharto merasakan hal ini.
Habibie secara terencana mengafirmasi ego Soeharto bahwa benar, Soeharto memang layak dan pantas untuk berkuasa sebagai presiden dan sebagai bosnya.
Soeharto yang lulusan sekolah tak jelas di antah berantah dan ahli survivor politik pun menjadi guru dan mengambil Habibie sebagai murid dan protege dan mengajarinya ilmu-ilmu Jawa yang ia kuasai, sementara Prof. Dr. Habibie berperan menjadi murid taat yang mendengarkan dengan antusias.
Ini terus berlangsung selama bertahun-tahun. Orang dan jenderal jadi takut dengan Habibie yang rajin keluar masuk kantor Soeharto. Banyak orang bahkan menduga bahwa Soeharto sedang mempersiapkan Habibie, muridnya, sebagai penerusnya. (Pada akhirnya ternyata Soeharto berencana menunjuk anaknya sendiri, Tutut Soeharto, sebagai penerus).
Habibie bahkan memberi julukan pada Soeharto: SGS, atau "Super Genius Soeharto" untuk memuji ilmu-ilmu dan kebijaksanaan Soeharto yang bersifat non-teknis.
Kerendahan hati yang ditunjukkan Habibie di depan Soeharto ini sangat lucu karena Lee Kuan Yew dalam memoirnya menilai Habibie sebagai orang yang sangat sombong, sok tahu, belagu, tengil di posisi jabatan, bahkan delusional terhadap kepintarannya sendiri, sebagaimana stereotype anak ITB pada umumnya.
Tetapi nyatanya, berbeda dari kritik LKY itu, Habibie ternyata self-aware dengan sifat buruknya itu, dan dapat memanajemennya dengan dewasa dan terkontrol ke kursi kepresidenan. Inilah contoh orang yang pintar jenius betulan.
Orang ITB kebanyakan sok pintar padahal bodoh. Habibie, yang pintar betulan, berlaku sok bodoh, kemudian jadi presiden.
Di kursi kepresidenan, Habibie lalu membuktikan kelayakan dan kompetensi teknokratis dirinya sendiri dengan jelas, yaitu berhasil mengendalikan krisis moneter.
Genjutsu Habibie bahkan terus berlanjut hingga hari ini. Imej publik pribadinya berhasil Habibie bentuk dengan sempurna pasca lengser sehingga berubah secara benar-benar total dari imej publiknya tahun 1999 dahulu.
Tetapi daripada imej tahun 1999, barangkali yang paling sukses Habibie genjutsukan di dalam kabut tebal adalah ambisinya yang sangat, sangat raksasa dan gila menyala, baik dalam hal menciptakan industri pesawat Indonesia maupun dalam mengincar karir yang tertinggi.
Dalam hal ini barangkali Habibie, yang orang Gorontalo, benar-benar berhasil belajar dan mempraktikkan ilmu Jawa yang diajarkan Soeharto. Barangkali hubungan guru dan murid itu ternyata memang nyata.
Live player.
Btw kamu tau gak bedanya Mall, Plaza, Avenue, City, Junction, Park, Square, Village, Lifestyle Centre, Trade Centre, dan District?
Kata-kata di nama mall itu bukan cuma biar kedengeran keren, ada yang punya konteks & positioning yang beda
Ini yang namanya keajaiban di depan kamera, lur.
Kakek 87 tahun ilang pas berburu jamur di Gunung Yotei, Hokkaido.
Sehari penuh dicariin polisi & pemadam, sampe akhirnya besoknya, di tengah wartawan lagi wawancara temennya yang panik di lokasi... si kakek muncul begitu aja dari semak-semak. Live, di depan kamera.
"Maaf, maaf," katanya berkali-kali sambil jalan keluar sendiri.
Ternyata semalaman badannya kejepit di rumpun bambu, gak bisa gerak.
Begitu berhasil lepas, dia terus jalan nembus hutan tanpa berhenti. gak makan, gak bisa minta tolong, sendirian di gelap.
Pas ditanya "tidur di gunung?"
jawabannya santai: "Enggak, saya jalan terus."
Gak ada luka sama sekali.
Ini pengingat simpel: ketahanan fisik & mental orang tua sering diremehin.
Tapi ini juga pengingat serius, musim jamur itu musim rawan orang ilang di gunung Jepang tiap tahun.
Kalau mau hobi berburu jamur/sayur liar, selalu bawa alat komunikasi & informasiin rute ke orang lain.
Kadang keajaiban itu sesederhana orang yang gak nyerah jalan terus sampe nemu jalan keluar sendiri.
aku abis stalking akun ibu anak 8. IYA IBUNYA PUNYA 8 ANAK!
anak terakhirnya masih bayi (4bln) tapi beratnya cuman 2kg. pas baru lahir berat bayinya cuma 500gram, alias setengah kilo!
bayinya bukannya dikasi ASI malah disuapin bubur (pict 2)😀 disuruh KB tapi jawabannya "ga mau orang enak jadi bikinnya tiap malam" dan di pict ke-3 beliau bilang "gamau kb sebelum anaknya selusin"
setelah aku menyelam di akun ibu ini, anak2 yang lain katanya dititipkan di panti asuhan karna ga mampu dia menghidupi🥺
LAILAHAILLALLAHH...STOP MEMBANGUN KEMISKINAN STRUKTURAL!!
cerita ferry irwandi soal ielts :
- dia bilang belajar bahasa itu kelemahan paling besar buat penderita disleksia kayak dia
- dia selalu berharap belajar bahasa semudah matematika
- tapi ternyata sangat sulit
- katanya buat orang lain dapet band 7.0 ielts itu biasa aja
- tapi buat dia itu pencapaian paling berharga
- alasannya dia disleksia lahir sama tumbuh di kota kecil belajar udah umur 30 tahun lebih
- katanya dia enggak pernah terbiasa berbahasa inggris juga enggak pernah les
Ferry Irwandi menyoroti fenomena banyaknya mobil yang terjual habis di ajang GIIAS 2026 di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih menjadi perhatian.
Hal itu bermula dari unggahan Sheila Dulce di Threads yang menulis, “In this economy, noh mobil-mobil di GIIAS banyak yg sold out.”
Unggahan tersebut kemudian dibagikan Ferry. Ia menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya kesenjangan yang cukup besar di masyarakat.
“Di satu sisi ada kelompok kecil masyarakat yang sebegitu gampangnya borong mobil di GIIAS saat sebagian besar lagi bahkan terguncang hanya untuk perkara mempertahankan kehidupan,” tulis Ferry.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi gambaran betapa jomplangnya distribusi pendapatan di masyarakat saat ini.
indonesian artist, pls start charging foreigners your usual local price but change the currency from IDR to USD without conversion
half body 500K USD 🫵
Married life with Opera O where you and her watching your daughter's kindergarten recital performance together.
(She learned it from watching her mother perform opera)
guys creme didn't arrive with TES for their JDG series because he craved a bowl of noodles so bad he was willing to travel 1 hr (round trip) for it... and it ended up not even being that good 😭
not TES giving him so much grief over it