Ada baiknya tahu soal basic life support soal RJP (Resusitasi Jantung Paru).
Buat nolong orang yang henti jantung (cardiac arrest). Skill ini penting meskipun kalian orang awam bukan tenaga kesehatan.
Kalian tau orang ini?
Dia adalah Suhail bin Amr
Dulu di jaman jahiliyah, dia berperan sebagai ahli pidato alias khatibnya orang2 Quraish. Ketika dakwah Rasulullah di Mekkah, dia adalah orang yang diberikan tugas untuk berpidato untuk memfitnah Rasulullah.
Di dalam pidatonya dia bilang bahwa Rasulullah itu tukang sihir lah, tukang memecah belah kaum Quraish lah, pendusta lah dan lain-lain, ditambah dia berkolaborasi dengan Abu Lahab juga yang juga memusuhi Rasulullah.
Ketika perang Badar, Suhail bin Amr ikut serta di dalam pasukan Quraish, ketika kaum Quraish mengalami kekalahan Suhail bin Amr ini dia dijadikan tawanan perang.
Ketika dia jadi tawanan, Umar bin Khattab yang sedari awal kesel banget sama Suhail yang udah terlalu lama ngefitnah Rasulullah di pidato-pidatonya minta izin buat ngehukum mati Suhail. Rasulullah ngelarang Umar, tapi karena Umar udah terlanjur kesel dia minta setidaknya boleh nyabutin semua gigi Suhail biar dia tidak bisa pidato ngejelek-jelekin Rasulullah lagi.
Tapi ga respond Rasulullah? Beliau bilang
“Jangan wahai Umar, suatu saat dia akan menolong umat muslim ketika membutuhkan”
Akhirnya Umar nurut.
Beberapa tahun kemudian, ketika Rasulullah meninggal, terjadi gelombang orang-orang yang murtad karena hasutan berbagai pihak. Termasuk di Mekkah juga banyak penghasut orang muslimin merayu untuk kembali ke jaman Jahiliyah, Suhail bin Amr yang sudah masuk islam lalu dengan gagah berani maju ke depan dan berpidato untuk mempertahankan keislaman penduduk Mekkah. Akhirnya penduduk Mekkah tetap islam seluruhnya.
Dan akhirnya mereka baru sadar dengan ucapan Rasulullah sebelumnya, bahwa Suhail bin Amr bisa menjadi penolong umat muslim ketika membutuhkan.
A child was returning from fajr prayer and was chased by street dogs but,
When the child called upon Allah for protection, Allah protected him and the danger moved away.
What a powerful reminder 🤍
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tidak mecontohkan untuk mengusap-usap maqom Ibrahim, atau tempat kaki Ibrahim. Yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam adalah shalat di dekat maqom Ibrahim setelah selesai thawaf. Beliau mendatangi maqom Ibrahim lalu membaca firman Allah Ta’ala:
وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
“Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat” (QS. Al Baqarah: 125).
Lalu beliau shalat thawaf dua rakaat. Lalu di dalam shalat tersebut beliau membaca surat Qul yaa ayyuhal kaafirun dan Qul huwallahu ahad. Maka jelas sudah bahwa beliau tidak menganjurkan untuk mengusap-usap tempat kaki Ibrahim di maqom Ibrahim tersebut. Dan tidak ada keberkahan dengan mengusap-usapnya karena tidak disyariatkan oleh Allah untuk melakukannya.