@txtharihariWNI Tiap sore lewat perempatan pasar rebo sering macet. Apalagi klo Jumat n jelang liburan. Penyebabnya apa ? Bis AKAP parkir ambil penumpang. Ada marka no P, no S. Dishub pura2 berdiri aja ga ada tindakan 😭😭
@txtharihariWNI Gini lho, aturan tetep aturan tapi masalah nya ko kaya berat sebelah buat ngasih tindakan. coba liat depan polres jaktim, itu di jadiin parkiran sampe makan jalan setengah, DEPAN POLRES jink!
@txtharihariWNI Tag ah @dishubjakarta@pramonoanung@aniesbaswedan
Mungkin ojolnya memang salah, tapi intinya bukan itu, dishubnya masih pilih2 nindak, beraninya sama orang kecil, tapi kalo ada mobil2 mewah parkir sembarangan diem bae. Hei @dishubjakarta banyak loh parkir liar atau sembarangan
Negara udh jd sarang badjingan.. pd ngamanin diri sendiri org diatas tu pd gak mau kehilangan jabatan ketika berpihak dgn rakyat mereka terancam d pecat. Rakyat d plot diadu dgn rakyat.. jgn berhenti berdoa org2 yg udh terdzalimi.. doa2 kalian pasti terkabul! hanya menunggu waktu aja ketika balasan itu di percepat maka kejahatan akan punah. Jgnkan manusia, setan iblis jin sekalipun bs musnah olh malaikat2 Allah yg d perintahkan memerangi mereka sampai habis. Jgn gentar.. jgn putus harapan.. doa kalian pasti didengar.. janji Allah PASTI dia maha berkehendak menunda menguji org2 beriman agar bersabar atas kezaliman2 yg terjadi d negeri ini. 🙏
@txtharihariWNI Dishub ama satpol PP sok tegas. Coba lah itu depan kantor walkot jakbar. Setengah jalan parkir motor, trotoar parkir motor. Jelas2 depan kantor walkot tuh, depan lippo puri ama McD. Tiap hari dishub ama pol PP lewat ga diapa2in.
@txtharihariWNI coba Dishub main ke Senopati Jaksel itu tiap malam mobil2 mewah parkir di Trotoar, parkir di Jalur Sepeda, ada rambu dilarang Parkir tapi mobil2 tetep parkir pinggir jalan koq aman-aman aja ya? jangan ngomong menegakan peraturan tapi beraninnya cuman sama sama driver ojol
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Dear Bapak Presiden, dan seluruh pejabat yang hari ini mungkin sedang duduk nyaman di kursi kekuasaan..
Ada sesuatu yang ingin kami sampaikan, bukan dengan amarah yang membabi buta, tapi dengan dada yang sesak dan hati yang sudah terlalu lama menahan🙏
Hari ini, ribuan mahasiswa dari BEM UI dan berbagai perguruan tinggi Jabodetabek turun ke Bundaran HI. Mereka menamai aksinya "Aksi Menuju Indonesia Bangkrut" - nama yang keras, tapi seperti ungkapan jujur dari hati-hati kami ini.
Nama yang lahir bukan dari kebencian, tapi dari kepedihan yang sudah lama tak kalian dengar.
Mereka bukan turun karena ingin terkenal. Mereka turun karena diam sudah terasa seperti pengkhianatan.
Rupiah pernah menyentuh Rp18.000 per dolar. Harga Pertamax naik lebih dari 30% hanya dalam semalam. Dan yang paling merasakan bukan kalian pejabat tentu saja, tapi ibu yang menghitung ulang belanja hariannya. Bapak yang diam-diam menggaruk kepala memikirkan uang rumah tangganya. Mahasiswa yang mengerjakan skripsi sambil khawatir uang kos bulan depan dari mana.
Indonesia adalah negara yang kaya. Tapi entah mengapa rakyatnya tak kunjung sejahtera. Indonesia adalah negara yang besar. Tapi entah mengapa perut rakyatnya belum bebas dari rasa lapar. Kita belum bicara tentang rasa kenyamanan, itu jauh.
Lima tuntutan mereka sederhana:
"Hentikan pemborosan APBN. Turunkan harga pokok dan BBM. Hentikan program MBG yang kini terseret korupsi. Hentikan Koperasi Desa Merah Putih. Hentikan militerisme di ruang sipil."
Bukan tuntutan anak kemarin sore. Ini adalah tuntutan dari mereka yang melihat pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan pokok, dan kebijakan yang dianggap semakin membebani kehidupan masyarakat - setiap hari, di depan mata mereka.
Kepada adik-adik yang hari ini turun ke jalan~
Kami berdiri bersama kalian. Bukan karena kami tak punya rasa takut. Tapi karena kami tahu: suara rakyat yang diam adalah suara yang sudah menyerah.
Jaga dirimu. Bawa air. Simpan nomor darurat. Jangan terpisah dari kelompokmu. Jika situasi memanas, selamatmu lebih penting dari segalanya. Ingat keluarga dan kami yang sedang mendoakan kalian.
Tapi jika kamu bisa, berdirilah. Tegak. Tenang. Berkepala dingin.
Karena perjuangan ini haruslah jadi kuat dan mampu bertahan.
Kepada para pejabat yang membaca ini.. jika ada:
Bukan mahasiswa yang membuat Indonesia mendekati bangkrut. Yang membuat Indonesia bangkrut adalah ketika kepercayaan rakyat kepada pemimpinnya sudah habis, dan tak ada yang merasa perlu mengisinya kembali.
Dengarkan mereka. Sebelum jalanan berbicara lebih keras dari yang bisa kalian kendalikan.
- Karirfess, 12 Juni 2026 Untuk Indonesia yang masih layak diperjuangkan -
Demo adalah hak konstitusional. Karirfess mendukung penyampaian aspirasi yang damai, tertib, dan bertanggung jawab.