Seokjin terlihat memberikan gesture tanda "NO NO" dengan jarinya ke section ARMY, dan menurut yg menonton disana, terdapat 1atau2 org mnyemprotkan air dengan pistolair/water spray. dan itu bisa membuat stage licin dan bahkan membahayakan org yang kena, termasuk seokjin.
for anyone, wherever in this world, please dont bring items to bts concert that could make members or dancers or staff or everyone in danger, or uncomfortable. please respect each other safety and comfort. yang normal aja nikmatin konser nya🙏
“dear diary…
hari ini aku sama mas wowo kunjungan ke rusia, karena aku ngeluh ke mas wowo soal asap karhutla. aku takut asap itu akan mencapai jakarta seperti doa orang-orang di twitter. jujur aku benci banget asap! makanya aku selalu melarang mas wowo merokok supaya asap itu tidak jatuh mengenai rambutku, gimana asap karhutla?
kemarin pagi, 2 hari setelah aku mengeluhkan soal karhutla, mas wowo bangunin aku dengan memegang 2 tiket di tangannya. katanya, “surprise! ayo kita berlibur yang jauh biar sayangku ini gak stress di dalam negeri terus.”
aku memberengut, “uangnya? mau pake uang aku lagi?”
mas wowo tersenyum simpul. “di anggaran perjalanan dinas luar negeri, sudah kusisipkan biaya liburan rutin kita. aku tau kamu gampang stress menghadapi dinamika negara ini.” dia diam sebentar. “yuk? nanti kita jalan-jalan yang puas di sana.” aku tersenyum lebar, “serius??? berangkat sekarang, mas?”
“dua jam lagi.” kata mas wowo. tangannya yang kekar membelai pipiku lembut. “tidak usah bawa barang banyak-banyak,” katanya. “nanti kita beli di sana saja. kita shopping baju yang banyak.”
aku memekik bahagia dan reflek memeluk mas wowo saking senangnya. lalu buru-buru kulepaskan pelukanku, pipiku bersemu merah. aku menundukkan kepala, malu menatap mata teduh sang tuan.
“kenapa malu, hm?” jemari mas wowo turun ke daguku, diangkatnya daguku dengan lembut. “sudah 2 tahun serumah kok masih malu-malu?”
“hehe iya, masih suka deg-degan mas.”
mas wowo tersenyum lembut. diraihnya tengkukku menuju dirinya. kurasakan kelembutan menyapu bibirku secara perlahan. ciumannya tidak pernah menuntut, penuh dengan kasih sayang dan ketulusan. kuraba dadanya dengan kedua tanganku, dan tangannya yang gempal mengusap tengkukku dengan lembut.
“terima kasih ya mas, udah mengusahakan apapun yang aku pengen.” kataku pelan setelah dia melepas ciumannya. “anything for you, sweety.”
bibirnya kembali melahap bibirku, tetapi kali ini dengan tergesa-gesa. aku memejamkan mataku, siap untuk menerima kenikmatan lain yang ia berikan.”