Hampir pukul sepuluh malam, satu persatu kami tiba di posko. Pak Muhtar karuan saja gusar. Kami datang tidak sesuai waktu yang telah ditetapkan. Habislah anak buahnya ia marahi. Aku dan Jaya juga ditegur sangat keras. Namun, begitu mendengar cerita kami, ia langsung membisu.