@yappingfess Aneh kadang gue juga suka ga expect tapi reallll feminine intuition ini kadang gue juga suka takut juga (karna banyak benernya dan nemu aja gt)
Afirmasi :
Nasibku bagus, mau apa aja pasti dapet. Kerja apapun pasti sukses. Garis hidupku untuk bahagia. Semua Hoki, Uang, Relasi dan Cinta bakal ngalir ke Aku.
Aku sehat, Aku sukses, Hidupku penuh hoki dan keberuntungan.
STOP BILANG “aku mampu gak ya?”
tapi ganti jadi “Tuhan, ganti raguku jadi keberanian dan bukakan jalan yang bahkan aku sendiri belum lihat”
let go of the fear and let the path reveal itself.
nemu ini bagus bgt :
i don’t regret loving people wholeheartedly.
banyak yang bilang jangan terlalu nunjukin rasa, jangan terlalu effort, takutnya nanti disia-siain. but honestly, i don’t wanna love with a calculator in my hand.
my love tank has always been full. i grew up surrounded by love, effort, and people who made me feel cared for. so when i genuinely care about someone, giving comes naturally.
kalau suatu hari ternyata it doesn’t work out, yaudah. it doesn’t make everything i gave any less real.
“seporsi kemenangan for woman”
dipertemukan dengan pria dewasa yg gak perlu diajari how to be a man. full of initiative, tulus melalui hal hal sederhana, komunikasi hangat & sepaham, gak pernah menyepelekan hal kecil. kamu boleh kecewa, boleh ngambek, & dibujuk tanpa takut di tinggalkan.
how lucky you’re..
menurutku boundaries dalam a relationship bukan tentang melarang pasangan buat interact sama orang lain.
“we can’t control who comes, who’s interested, or who tries to get closer”.
yg bisa kita lihat adalah “how our partner chooses to respond to it”.
sebab buat aku, rasa aman bukan datang dari, ngga ada yang mendekati dia, tapi dari knowing that when someone does, they know their boundaries.
dan tahu mana yang masih okay, mana yang starts crossing the line, dan kapan harus take a step back.