@tb_siswadi Boro-boro mikirin dokter,
Saya aja lagi pusing
Ini anak saya mau masuk paud aja harus ada 45 juta
1 juta buat pendaftaran
1 juta buat kelengkapan sekolah
43 juta beli PCX buat antar jemput
Belajar komunikasi lagi hari ini dari CHOKY SITOHANG, TOP GLOBAL NGOLAH.
Percaya atau nggak, skill ini bisa buat hidup kamu jadi lebih mudah. Ada banyak pelajaran yang bisa kita catat dari 1 video ini aja.
1. 00:01 "Pak Edi yang mana ini? Udah lama ini nggak ketemu kayaknya"
Ini konteksnya kalau kamu masuk ke ruangan, lagi cari seseorang tapi belum tatap muka. Atau kamu tau orang itu, tapi baru via online dan belum pernah ketemu offline.
2. 00:07 Salaman seenggaknya kalau di video durasinya 8 detik sampai 00:15 tapi itu karena dipotong videonya, at least 10 detik. Jadi ketika salaman jangan buru-buru dilepas.
3. 00:09 "Terima kasih kepercayaannya, terima kasih berkatnya buat keluarga kami"
Kalau kita dapat project atau pekerjaan, jangan lupa untuk nyapa yang ngasi project atau pekerjaan itu. Sampaikan terima kasih karena udah percaya.
4. 00:22 "And, this Raynaldo. Good to see you, brother"
Lagi-lagi penting buat riset dulu, mau ketemu siapa, apa jabatan atau posisinya, istri atau anaknya. Orang bakal lebih senang kalau kita tau tentang dia.
5. 00:43 "Apa kabar, sehat? Baik atau bahagia?"
Nah, ini memang kelas PEMAEN. Jawaban "baik" dibawa ke next level jadi "bahagia. Bisa jadi referensi kalau kamu nanya kabar orang lain terutama kalau jumpa di event yang memang harusnya orang happy.
6. 00:47 "Pembina saya ini. Itokku"
Di detik 00:33 juga ada penggunaan "Direktur saya". Harus diakui Indonesia adalah negara timur yang senang menggunakan panggilan honorifik, untuk nunjukkin rasa hormat, status sosial, jabatan, usia, atau hubungan tertentu.
7. 00:58 "Ini auditor yang bicara"
Ini lanjutan dari frame sebelumnya di detik 00:56 kalau Choky dipuji terlihat lebih muda. Nah, kalau di event atau momen tertentu kamu dipuji, terima. Bahkan amplify. Misal dipuji pintar, amplify, "Ah, kalau bapak yang bilang, saya nggak ada keraguan".
Poin mana yang bakal kamu praktekkin? 😅
Skuad Inter berangkat dari Milano ke Bologna menggunakan kereta api cepat Frecciarossa. Mirip Whoosh kalau di Indonesia.
Frecciarossa dioperasikan oleh perusahaan kereta api nasional Italia, Trenitalia.
Berdasarkan statusnya, Frecciarossa merupakan layanan tertinggi & kereta api ini bisa melaju dengan kecepatan 300 kilometer/jam.
Jarak Milano-Bologna adalah 215 km. Estimasi waktu tempuhnya adalah 55 menit. Cuma beda 10 menit dengan durasi perjalanan Jakarta-Bandung menggunakan Whoosh yang menempuh jarak 153 km.
Bagaimana jika kalian dipekerjakan untuk merenovasi sebuah rumah, namun ternyata rumah itu adalah Rumah yang dipakai pesugihan Kandang Bubrah.
Keanehan apa yang ada di dalam rumah tersebut? dan apakah mereka sadar bahwa tempat yang mereka masuki bukanlah rumah biasa?
-sebuah utas-
-Thread-
Izin Tag bantu RT/QRT, Reply Terima kasih
@IDN_Horor@bacahorror@threadhororr@menghorror@bagihorror@karyakarsa@ceritaht@P_C_HORROR@autojerit
#bacahorror #ceritahantu #ceritaseram
-gambar ilustarsi-
TEMPAT-TEMPAT PALING ANGKER DI INDONESIA
— A THREAD —
Berawal dari obrolan iseng gua dan temen-temen pas lagi nongkrong tengah malam, kita nyadar satu hal: di setiap daerah atau kota, selalu ada titik-titik tertentu yang ternyata punya "penunggu" dan pantangannya masing-masing.
Mulai dari misteri bangunan kolonial peninggalan Belanda, rumah sakit terbengkalai yang hawanya selalu bikin merinding, sampai jalanan sepi dengan mitos warga lokal yang terus diceritain turun-temurun.
Makin digali, gua makin yakin. Di balik hiruk-pikuk dan indahnya sebuah kota, selalu ada sudut tak kasat mata yang nyimpen tragedi dan cerita kelamnya sendiri. Gua udah ngumpulin beberapa lokasi dari hasil obrolan kita. Siapkan mental kalian.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor
Pernah denger pesugihan Kandang Bubrah? Syaratnya cuma satu: rumah lu nggak boleh berhenti direnovasi. Kalo tukang mandek kerja, nyawa keluarga lu yang jadi semennya.
Atau pesugihan Tuyul yang nguras darah istri lu tiap malem buat ngasih makan peliharaannya?”
Di gerbang Alas Ketongo, harusnya kita pulang.
Tapi malam itu kita nyasar ke tengah ritual mereka. Dan kita baru sadar tumbal yang mereka cari malam itu adalah kita.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor
Pernah denger mitos jalan tol gaib Alas Roban? Syaratnya cuma satu: lu nggak boleh turun dan makan di warung terang tengah hutan. Kalo lu nekat nelen makanannya, raga lu bakal ditahan selamanya.
Dan malam itu, di jalur lama hutan jati… sebuah bis malem dan truk beton masuk ke dalam perangkap itu
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht #bacahorror #bacahoror #suduttakkasat #ceritahoror #threadhoror #ceritaserem #asupanhorror #mistis #misteri #horor
Sekali-kali kita coba rewatch dan membedah Saint Seiya klasik vs baru dgn kacamata cultural studies. Kita akan temukan sebuah ironi tentang bahayanya eksploitasi via term tentara anak (child soldiers), yg kemudian diperparah oleh industri modern lewat versi "remake" nya di Netflix.
Di versi klasiknya, anime ini menormalisasi hegemoni penderitaan dan "kultus" pengorbanan tubuh. Coba kita ingat kembali premis dasar dari serial ini yg sering tertutup oleh kemegahan nostalgia masa kecil kita: proyek tumbal seratus anak yatim piatu.
Mitsumasa Kido secara harfiah mengumpulkan seratus anak-anak, melucuti hak sipil mereka, dan membuang mereka ke kamp pelatihan mematikan di berbagai penjuru dunia. Sebagian besar dari mereka tewas secara mengenaskan, dan sisanya yg selamat dipaksa pulang untuk saling bunuh di atas ring Galaxian Wars demi hiburan korporat Yayasan Kido dan perebutan kekuasaan para dewa.
Dalam versi klasik ini, anak-anak berusia 13-15 thn itu direduksi menjadi homo sacer—subjek yang nyawanya gak lagi berharga di mata sistem. Estetika visualnya dibangun di atas literatur darah dan mutilasi diri yg cukup gamblang.
Kita disuguhi pemandangan traumatis bagaimana Ikki dipaksa menjadi mesin pembunuh yg dingin setelah disiksa dan dipaksa membunuh gurunya sendiri di Death Queen Island. Kita juga menormalisasi adegan di mana Shiryu dengan "sukarela" mencungkil matanya sendiri agar menjadi buta demi menyelamatkan teman-temannya, hingga Seiya yg tubuhnya musti hancur dan kehilangan kelima inderanya saat memanjat 12 Kuil.
Meskipun narasi ini sangat problematis karena mengkampanyekan loyalitas buta yg berujung pada penyiksaan diri, versi klasik ini setidaknya jujur dalam memperlihatkan realitas horor dari konsep "tentara anak", yg sebenarnya sudah diupayakan dilarang di 1977 (konferensi jenewa) hingga mantab di 2000. Ia menyajikan fakta bahwa untuk mempertahankan hegemoni penguasa absolut seperti Athena, tubuh kelas bawah memang harus dieksploitasi, dikoyak, dan dikorbankan sampai habis.
Lalu masuklah Netflix dengan remake CGI-nya yg terkesan rapi dan bersih. Di sinilah terjadi apa yg bisa kita sebut sebagai sanitisasi kekerasan ala kapitalisme modern.
Demi memenuhi standar sensor penyiaran global dan algoritma tontonan yg ramah keluarga, elemen darah, mutilasi, dan rasa sakit jasmani yg "visceral" itu dihapus total.
Pemandangan mengerikan dari anak-anak malang yg saling banting tulang (literally) satu sama lain digantikan dgn koreografi laser warna-warni, pukulan kosmik yg clean, dan pertarungan melawan tentara bayaran atau helikopter militer.
Secara permukaan, pendekatan ini mungkin terlihat lebih manusiawi karena audiens gak lagi disuguhi pemandangan eksplisit penyiksaan anak di bawah umur.
Tapi secara sosiologis, sanitisasi ini justru jauh lebih mengerikan karena ia sepenuhnya mengaburkan eksploitasinya itu sendiri. Dgn menghilangkan elemen rasa sakit jasmani yg brutal, versi remake secara diam-diam menormalisasi fakta bahwa anak-anak yatim piatu ini pada dasarnya tetaplah tumbal yg dipaksa berperang.
Penindasan strukturalnya masih ada dan gak berubah, tetapi karena visualnya dibuat seolah tanpa friksi, tanpa kucuran darah, dan dikemas layaknya petualangan pahlawan super yg generik, penonton gak lagi merasakan simpati atas trauma psikologis maupun fisik yg seharusnya dialami oleh tentara anak.
Versi modern ini mengemas ulang eksploitasi kelas bawah menjadi sebuah tontonan yang bersih, membuktikan bahwa hegemoni industri modern gak perlu repot-repot menghentikan penindasan; mereka cukup membungkusnya dengan visual yg bersih agar kita lupa bahwa anak-anak di dalamnya sebenarnya sedang dieksploitasi habis-habisan.
Pernah bertanya-tanya gak?
Kenapa masakan jawa itu rasanya manis banget??
Ternyata bukan tanpa alasan, ada sejarah menarik yg harus kalian tahu!
Cek beberapa alasannya yuk…
Kalau kamu ga suka komik panjang, maka bacalah komik one shot tapi banyak episodenya. Seperti komik Tatang S.
Dulu pas SD kayaknya ada banyaaaaak banget serinya. Horrornya lokal banget.
Ada yang punya arsip digital seluruh karya Tatang Suhendra kah? Pengen baca lagi.
Hai para pria, kalau kau diminta jadi imam shalat subuh di mushalla bandara, sebagus apapun bacaan mu gak perlu kau pamerkan dengan membaca ayat panjang karena malah menunjukkan kau cuma pandai ngaji tapi tak punya ilmu agama, orang yg shalat sudah ada jadwal terbang masing2 dan kapasitas mushalla juga terbatas, semakin panjang ayat kau baca semakin ramai antrian di mushalla, beragama itu perlu ilmu!!
Salah satu kesalahan yang mencolok dari Detective Conan selain banyak filler kasus yang udah gak penting lagi buat cerita, adalah setting waktu yang dibuat.
Gua pernah nulis soal ini. Untuk level Gosho yang tulisan kasus per kasus dibikin detail sampai menyebut ukuran sekian mm atau sekian cm untuk menjelaskan trik, kesalahan setting waktu yang gak jelas ini terbilang parah.
Kalo ada yang nanya: Conan itu timeline di tahun berapa?
Pasti gak ada yang bisa jawab.
Soalnya Conan melaju mengikuti perkembangan zaman.
Ada kasus pager, ada kasus fax, ada kasus internet.
Shinichi pertama kali telepon ke Ran pake telepon umum pas dia menghilang.
Terus Ran pertama kali dapat HP dari Shinichi setelah kasus Izumisano.
Terus coba disesuaikan lagi sama Gosho bahwa Shinichi pernah jatuhin HP Ran waktu mereka pergi ke Akuarium Raksasa (sebelum Shinichi mengecil).
Terus di kasus edisi terakhir, waktu Matsuda, Rei Furuya dkk ketemu Conan. Di situ mereka udah pake hape berkamera.
Padahal Rei Furuya dkk saat itu masih berusia 22 tahun dan Shinichi-Ran gak tahu umur berapa. Mungkin TK atau SD. (5-6 tahun).
Jelas ini kacau banget.
Hahaha.
Belum lagi soal waktu yang sudah berjalan sejak Shinichi mengecil hingga saat ini. Berapa lama waktu berjalan dan Conan serta Ran belum juga naik kelas.
Padahal ada beberapa pengulangan event seperti Tahun Baru dan lainnya.
Jadi ketika nanti Conan tamat, sejujurnya komik ini bakal ngebingungin untuk dibaca ulang.
Karena setting waktu yang ngebingungin.
Dan mereka yang bertahan membaca Conan, adalah orang-orang yang terlanjur basah menghabiskan waktu puluhan tahun mengikuti cerita ini, yang tak mungkin berhenti ketika cerita mendekati ujung karena masih terjebak rasa penasaran.
🤣🤣🤣🤣
Saya jadi ingin diskusi perihal tweet ini. Kebetulan pemain yang disebut adalah penggawa Inter, klub kesukaan saya. Sementara Mas Labib adalah fans berat Juventus.
Sah-sah saja pemain Inter dibilang goblok kalau kenyataannya begitu. Saya coba singkirkan subjektivitas tentang klub dulu, ya. Biar enak diskusinya.
Bastoni, Barella & Dimarco rutin dapat kesempatan main di klub, performanya lumayan kalau gak boleh dibilang bagus sehingga dipanggil Gli Azzurri.
Nah, kalau pemain Inter yang rutin tampil di klub & dapat kesempatan main di Timnas selalu dianggap medioker, lantas siapa yang pantas menggantikan?
Saya coba tengok skuad Juventus, Italiano-nya yang konsisten jadi pilihan utama adalah Manuel Locatelli & Andrea Cambiaso.
Keduanya ada di skuad kontra Bosnia dini hari tadi. Locatelli jadi dinamo lini tengah bersama Barella & Tonali.
Juventini selama ini kerap mendaku bahwa nyawa Timnas Italia adalah penggawa I Bianconeri.
Saya jadi punya satu hal untuk ditanyakan. Mana pemain Italia asal Juventus yang kapabilitasnya mumpuni supaya Italia atau Italjuve melambung lagi?
Apa FIGC harus naturalisasi Bremer, Kalulu, Thuram, McKennie, David, Vlahovic & Openda? Silakan dikoreksi jika salah, sependek pengetahuan saya, merekalah core Juventus saat ini.
Cc: @direktoridosen@PaundraJuve@ibamhariri@Juve_info01@FandomID_
Siapa yang fitur Meta AI di WhatsAppnya nganggur? Mending jadiin asisten pencatat keuangan kalian aja.
Karena aku orangnya paling males download aplikasi financial tracker atau apalah, apalagi kalo mesti bikin sheet sendiri wkwk.
Sekarang aku kalo nyatet pengeluaran cukup buka WA dan suruh si Meta catet transaksinya.