Sibuk sekali pungutin pajak, trus keluarin peraturan wajib zakat buat muslim berpenghasilan diatas 7 juta per bulan. Pertanyaannya, yang gak kerja pemerintah mau santunin?
Seorang YouTuber Korea bernama Sohun membongkar dugaan praktik curang di sejumlah restoran Jepang 🇯🇵
Saat makan sushi bersama pacarnya, mereka langsung diberikan menu berbahasa Inggris. Sohun kemudian meminta menu berbahasa Jepang, dan pelayan terlihat ragu sebelum akhirnya memberikannya sambil bertanya apakah mereka bisa berbahasa Jepang.
Setelah dibandingkan, ternyata harga di kedua menu sangat berbeda. Menu berbahasa Jepang jauh lebih murah, bahkan ada yang harganya hanya setengah dari menu bahasa Inggris.
Menurut Sohun, beberapa restoran menggunakan dua jenis menu: Menu A untuk warga lokal dan Menu B untuk turis asing.Ia menganggap praktik ini merugikan wisatawan yang tidak mengetahui harga sebenarnya.
Sohun juga mengatakan bahwa praktik seperti ini mulai ditemukan di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Kyoto, bahkan hingga kota-kota yang lebih kecil.Begitu restoran mengetahui kamu bukan penutur bahasa Jepang, mereka akan memberikan Menu B dengan harga yang lebih mahal.
Disclaimer:
Kasus ini berdasarkan pengalaman dan klaim yang dibagikan oleh Sohun, dan tidak berarti semua restoran di Jepang melakukan praktik yang sama.
Pemilik warkop yang lagi kesel banget sama sekelompok pelanggan yang dianggap ngerugiin usahanya 😤
Jadi di warkopnya ini sering banget kedatangan geng yang sama, nongkrong ber enam tapi yang beli minum cuma 3 orang.
Sisanya malah bawa air mineral 1,5 liter sendiri dari luar dan diminum di situ sambil numpang ngecas dan nongkrong berjam jam
Kejadian ini bukan sekali dua kali, udah keulang berkali kali sampai bikin dia geram.
Dia sampai harus negur langsung karena kalau nggak ditegur, kelompok itu kayaknya nggak sadar diri
Dia jelasin juga kalau harga di warkopnya sebenarnya udah sangat terjangkau, minuman mulai dari 3 ribu sampai paling mahal 14 ribu, makanan juga mulai 3 ribu, menu paling mahal sate taichan seporsi isi 10 tusuk cuma 30 ribu.
Dia juga selalu coba mengkondisikan diri sebagai pemilik yang friendly, bukan tipe yang judes atau galak ke pelanggan
Menurutnya banyak pelanggan lain yang malah balik lagi karena betah, cuma emang ada aja kelompok kelompok tertentu yang kebangetan.
Bahkan katanya kelompok ini pernah nongkrong lebih dari 4 jam dan maunya cuma refill air putih doang tanpa beli apa apa
Dia berharap semua orang yang suka nongkrong di warung bisa lebih menghargai usaha orang lain.
Kalau memang niatnya cuma mau kumpul tanpa jajan, mendingan gantian aja nongkrong di rumah temen masing masing.
Soalnya biaya operasional warung itu nggak kecil, mulai dari sewa tempat sampai mikirin pelanggan lain yang juga butuh tempat duduk
Kalian gimana nih kalau jadi pemilik warung, bakal tegas negur di tempat atau mendingan diemin aja sampai mereka sadar sendiri?
Guys, lu pada tahu enggak ada yang baru terjadi di Indonesia yang menurut gue gila banget?
Bukan soal rupiah.
Bukan soal korupsi triliunan.
Bukan soal pejabat mewah.
Ini soal Josepha Alexandra siswi SMAN 1 Pontianak
yang viral beberapa waktu yang lalu
ada cerita dari keluarga
beberapa waktu setalah pulang dari lomba itu
banyak nomor asing masuk ke WhatsApp-nya.
Pesannya begini:
"Selamat pagi, kami infokan kembali untuk hapus video yang ada di IG, jika tidak kami akan layangkan somasi."
Seseorang atau sekelompok orang yang tidak mau diketahui identitasnya, mengancam anak SMA lewat WhatsApp. Minta dia hapus video. Ancam somasi.
Siswi SMA.
Diancam somasi.
Karena mempertanyakan ketidakadilan di lomba cerdas cermat.
Dan ini yang paling menyayat hati dari seluruh kejadian ini:
Josepha stres berat.
Hari-hari tidur terus.
Pendiam.
Berubah drastis.
Dan di tengah semua tekanan itu dia bertanya kepada kakaknya:
"Kak, apa aku harus minta maaf?
Katanya aku yang bikin gaduh..."
Baca itu sekali lagi.
Anak yang diperlakukan tidak adil yang diancam lewat WhatsApp oleh pihak tak dikenal malah bertanya apakah dia yang harus minta maaf.
Karena sistem berhasil membuatnya merasa bahwa dia yang salah.
Bahwa dia yang bikin masalah.
Bahwa keberaniannya mempertanyakan ketidakadilan adalah sebuah kesalahan yang perlu dimintakan maaf.
Dan sementara Josepha stres di rumah apa yang dilakukan juri yang kontroversial itu?
Status WhatsApp-nya bocor ke publik.
Isinya: "Nggak akan bikin gue jatuh!"
Orang yang keputusannya dipermasalahkan pamer kekayaan di status WhatsApp.
Sementara anak yang mempertanyakannya stres dan tidur terus di rumah.
Ini bukan soal menang kalah lomba:
Ini soal apa yang terjadi ketika seorang anak muda Indonesia berani bersuara.
Josepha tidak melakukan apa-apa yang salah.
Dia mempertanyakan keputusan yang tidak konsisten.
Itu bukan bikin gaduh.
Itu adalah hak dasar setiap peserta dalam kompetisi apapun di seluruh dunia.
Tapi di sini itu direspons dengan ancaman.
Dengan intimidasi.
Dengan pesan WhatsApp dari nomor asing yang memintanya diam.
Dan pertanyaan yang belum dijawab sampai sekarang:
Siapa yang mengirim pesan ancaman itu?
Dari nomor asing.
Mengatasnamakan siapa?
Dengan kewenangan apa untuk melayangkan somasi?
Kalau memang tidak ada yang salah dalam lomba itu kenapa harus ada ancaman?
Kenapa video harus dihapus?
Kenapa tidak cukup dengan klarifikasi terbuka?
Yang minta video dihapus adalah orang yang takut video itu terus ditonton.
Yang takut kebenaran terus beredar.
Josepha hafal konstitusi sampai tidur komat-kamit. Dia mempelajari nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dengan serius dan penuh dedikasi.
Dan pengalaman pertamanya mempraktikkan nilai-nilai itu di hadapan lembaga negara adalah ini: ancaman WhatsApp dari nomor tak dikenal.
Tekanan untuk diam.
Pertanyaan di dalam hatinya apakah dia yang harus minta maaf.
Kalau anak sekecil Josepha saja sudah diajarkan bahwa kejujuran itu berbahaya kita tidak perlu heran kenapa generasi berikutnya memilih untuk tidak peduli.
Kita yang mengajarkan mereka untuk tidak peduli. Dengan cara seperti ini.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan berita https://t.co/NzjIn3zG4K 16 Mei 2026. Kasus masih dalam proses penanganan MPR RI. Identitas oknum yang melakukan intimidasi belum diungkap resmi.
Menurut Bapanas (Badan Pangan Nasional), sisa makanan MBG yang terbuang mencapai 1,4 juta ton per tahun, setara dengan Rp. 14 Triliun APBN terbuang sia-sia
Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara2 setan
Botol yg diduga berisi Air Keras ditemukan oleh Tim Advokasi tak jauh dr TKP penyiraman air keras thd aktivis Andrie Yunus.
Polisi malah ga dapat barang bukti apa2 saat olah TKP.
Netizen : kalo urusan l*ndir gercep 🫣
-----
Segitu Madrid generative edit
Seorang Ibu diancam mau diusir dari kampung gara2 posting Menu MBG yg tdk layak. Kira2 siapa ya pemilik SPPGnya kok berani ngusir org dari kampung ?
📍Lokasi belum diketahui
.
.
------
Hari Raya Nyepi Denpasar