Di beberapa akun TikTok luar negeri lagi ada tren “egg cracking on kid” yg ceritanya ortu bikin konten ‘becanda’ mecahin telur di jidat si anak 😣
Banyak anak yg kaget, nangis, atau bahkan marah.
Terserah orang bilang aku gak asik atau terlalu serius sama tren ginian tapi aku mau share beberapa dampak psikologis anak dijadiin lelucon/dikerjain ortu:
Omggg this is my mentee and i😍 Thank you for coming to our exhibition, Bu. They really did put big efforts into their projects. Memang pantes untuk dapat sesi pijit setelah ini😂
Sharing ttg sekolah anak2 yah.
Di kelas 6 dan kelas 10, anak2 punya proyek khusus.
Riset bersama.
Pakai scientific methodology.
Ada action-nya.
Lalu presentasi.
@inlandeeer The other case is, lo daftar uni terus dpt LOA (mis tengah tahun), yaudah terus daftar lpdp yg tahap 2 (around july). Gitu sih sejauh yg gue tau, please do check again to make sure and get the updated one🤘🏻😊
@inlandeeer Misal, lo daftar lpdp dulu sambilan sama daftar uni, jatuhnya kan blm ada LOA, nah itu gpp. Setelah lo lulus lpdp, dia kasih durasi sampai kapan itu bisa digunakan. Nah, nanti setelah keterima uni, baru lo send LOA nya (yg penting jurusan & campusnya sesuai dgn pas awal daftar)-
@collegemenfess Kl penjurusan gini biasanya lbh detail diambil di s2 & tiap kampus kayanya bisa beda penamaan. But maybe, murni disini maksudnya lbh ke teori2 dasar psikologi scr umum & researchnya, kalau pendidikan untuk lebih kerucut ke issue2 sptr pendidikan, sekolah, krkulum, murid, guru,dll