sisi gelap daerah tambang yang ditemui pasangan jalan jalan ini:
- ada Fasilitas mewah di area tambang di sumbawa
- ATM lengkap, rumah sakit (Siloam),
- bahkan hotel bintang 5+ full bahasa Mandarin di dalam kompleks tambang (Sumbawa),
- tapi hanya bisa diakses pekerja/tamu tambang,
- tidak untuk warga lokal lokal sana
- warga sekitar tambang tetap harus ke rumah sakit 4 jam jauhnya, karena fasilitas mewah itu tertutup untuk umum.
Klo jodoh di tgn gue kyknya mereka udh punya anak kembar 3 dan ikut varshow superman returns buat lihat kerempongan dongwook ngasuh triplets 😅🙏🏻
#yooinna#leedongwook
Ras terkuat di bumi, Aliansi Perempuan Indonesia demo bawa sutil, panci melawan blokade aparat
Pengen ikutan gabung bawa wajan gosong, terus tempelin ke muka aparatnya
Ada yg ngerasa gak, Demo stop MBG dilawan demo Pro MBG. Demo BEM dicounter sm BEM tandingan. Sutradara Pesta Babi dilaporkan aktornya sendiri Mama Sinta. Saya bertanya, Apakah rezim ini menggunakan politik adu domba? Jika benar, artinya pemimpin kita mengadu domba rakyatnya sendiri.. Jahat sih
cc:threadmustrlkm
Kayaknya, demo sambil bawa peralatan dapur ini paling tepat guna. Selain bikin yel-yel jadi lebih variatif, jadi banyak yang merhatiin.
Dan jujur ya, para emak-emak ini jalan kakinya cepat banget!
Enam bulan pasca-bencana, anak-anak di Pante Ceureumen, Aceh Barat, masih harus menyeberangi sungai demi pergi ke sekolah. Satu-satunya jembatan yang ada di dekat sekolah mereka masih rusak.
“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Benar kata Dokter Gia, anxiety sering muncul karena terlalu memikirkan masa depan, sedangkan depresi sering berkaitan dengan terlalu terfokus pada masa lalu.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Allegra Jade Dreanda Isdar asal Indonesia menjadi student speaker pada wisuda Harvard Graduate School of Education (HGSE) pada 28 Mei 2026.
Dalam pidatonya, Allegra menceritakan pengalaman risetnya di Papua, yang menegaskan bahwa persoalan pendidikan merupakan masalah kompleks. Ia mengajak publik untuk memecahkan masalah berbasis empati dengan menempatkan manusia sebagai subjek, bukan sekadar objek kebijakan.
Allegra berhasil meraih gelar Master of Education bidang Human Development and Education dari Harvard di umur 20 tahun. Sebelumnya, ia menyelesaikan studi S1 jurusan psikologi di University of Michigan, Amerika Serikat.