TERNYATA PERWAKILAN BEM UBK KEMARIN, YANG NEMUIN GIBRAN DI BAYAR POLISI GUIS, SEKALI LAGI DI BAYAR POLISI ANJG😭
DAN BEBERAPA MAHASISWA MENUNTUT DIA UNTUK DI 'DO'
idealisme terlalu murah.....
🇬🇧🇺🇸⚡️Raja Charles kepada Trump saat jamuan makan malam kenegaraan di Gedung Putih kemarin:
“Anda baru-baru ini berkomentar, Tuan Presiden, bahwa jika bukan karena Amerika Serikat, negara-negara Eropa akan berbicara bahasa Jerman. Berani saya katakan bahwa jika bukan karena kami, Anda akan berbicara bahasa Prancis.”
Sebuah sindiran sejarah yang sangat tajam dan cerdas. Dialog ini menyoroti rivalitas klasik serta keterkaitan sejarah yang mendalam antara Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis.
Fakta sejarah menunjukkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan besar tidak akan menang melawan Inggris tanpa bantuan militer, angkatan laut, dan pendanaan besar-besaran dari Raja Louis XVI dari Prancis.
Kemenangan telak Amerika di Yorktown sangat bergantung pada blokade laut Prancis yang dipimpin oleh Admiral de Grasse.
Ade Armando yang diduga melakukan pemotongan video ceramah Pak Jusuf Kalla, yang kemudian menjadikan video tersebut kontroversial.
Ini mas Ade ga takut2nya bikin hoax, padahal dia pernah babak belur dihakimi massa.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.
في هذه اللحظات، وعندما نرى هذه التقنيات، لنستذكر أبطالنا في قطاع غزة الذين بذلوا أجسادهم ودماءهم في مواجهة تلك التقنيات، يقتربون ببسالة من الآليات المدرعة، ويلصقون بها أو يلقون عليها قنابلهم وقذائفهم، ويهللون فرحاً بما صنعت أيديهم .
Selama penjajahan AS berlangsung di Afghanistan, publik internasional maupun masyarakat AS selalu disajikan berita yang berisi tentang kemenangan dan kehebatan pasukan AS.
Narasi kesuksesan pasukan AS puluhan tahun menghiasi pemberitaan media mainstream, memaksa publik mempercayai mitos kehebatan militer AS dalam menguasai Afghanistan.
Padahal fakta di lapangan sangat berbeda, pasukan AS dibuat tidak berkutik saat berhadapan dengan pejuang Taliban. Para penjajah tersebut hanya garang dihadapan wanita dan anak-anak, tetapi begitu pengecut ketika berhadapan dengan Taliban.
2 dekade lamanya pasukan AS hidup dalam rasa takut, kerasnya perlawanan Taliban menghadirkan tekanan fisik dan psikis yang berat bagi pasukan AS. Bertahun-tahun Delta Force dan Ranger yang pengecut itu merengek kepada Washington, meminta agar segera dipulangkan ke negaranya.
Ketangguhan Taliban berhasil memaksa rezim Joe Biden lari tunggang-langgang meninggalkan Afghanistan, dan memastikan bahwa militer AS tidak akan pernah lagi mau menginjakkan kaki di daratan Afghanistan.
Jika melihat kegagalan AS dalam menaklukkan Afghanistan, maka kita bisa membayangkan seperti apa nasib tentara AS jika nekat menginvasi Iran. Wilayah Iran 2,5 kali lipat lebih luas dibandingkan dengan Afghanistan, persenjataan Iran jauh lebih canggih dibandingkan senjata milik Taliban.
Tentunya IRGC akan menjadikan tanah Iran sebagai kuburan massal bagi pasukan penjajah, memusnahkan mitos kedigjayaan militer AS, sekaligus menancapkan pengaruhnya lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Mendengar rencana serangan darat AS terhadap Iran, tim media Taliban merilis video dokumentasi berisi kenangan indah saat kedua pihak bercengkrama di Afghanistan.
Taliban mengajak AS bernostalgia, mengenangk kembali romantisme diantara mereka, sekaligus mengingatkan bahwa secara geografis daratan Iran lebih luas dan lebih mengerikan dibandingkan dengan Afghanistan.
😁
🇵🇸 Ini Hamas di Gaza, bukan Hamas di Qatar
Perwakilan Biro Politik Hamas Dr. Mahmud el-Zahar, baru saja MEMBONGKAR negara-negara Arab yang menormalisasi hubungan mereka dengan Israel.
"Kalian bukan Muslim Sunni; kalian adalah orang kafir, pengkhianat, agen, dan sekutu Zionis."
Dikabarkan membayar 6 Milyard USD pada IRGC sebagai jaminan keamanan Pemerintah dan Rakyat Qatar.
Artinya cuma fasilitas militer USA yang jadi sasaran rudal2 Iran.
Qatar jauh lebih cerdas daripada UEA dan Bahrain ☝️
🇷🇺 Alexander Dugin—
"Semua kelompok Salafi, Wahhabi, Al-Qaeda, dan ISIS di seluruh dunia adalah instrumen CIA/Mossad. Itu bukan Islam. Mereka adalah Takfiri."