@BosPurwa@KejaksaanRI Aduh ya ampun serem banget bayangin di dalem ruang lingkup itu. Gua nginep d kantor polisi sehari aja berada d area dan ruang lingkup itu sangat sangat tidak nyaman. Aura negatifnya sangat besar. Merasa terintimidasi walaupun tidak punya kesalahan.
Iya itu ada d 1 area yg sama
Kenapa Pejabat Negara Diisi oleh Orang yang Tidak Berkompeten?
Mari berbicara mulai dari 10 tahun kepemimpinan Joko Widodo, yang mana kita semua bisa mengakses informasinya dengan sangat mudah saat ini. Kita bisa melihat, kabinet Jokowi selama 10 tahun diisi oleh orang-orang partai politik dan orang-orang titipan dari partai politik. Parahnya, pada kepemimpinan Prabowo Subianto nanti, fenomena yang sama akan kembali kita jumpai.
Nah yang jadi pertanyaan, kenapa orang-orang parpol dan titipan parpol mendominasi kabinet kerja Prabowo Subianto?
Jawaban yang paling sederhana yaitu, politik balas jasa. Mereka yang andil dalam kemenangan Jokowi dan Prabowo tentu meminta imbalan, mulai dari jabatan Menteri, Wakil Menteri, hingga Komisaris pada perusahaan milik negara.
Distribusi kekuasaan melalui “wakil-wakil” yang berkepentingan boleh dikatakan sebagai “jalan pengaman” untuk sesuatu yang sudah menjadi incaran. Dalam teori distribusi kekuasaan, menempatkan orang-orang titipan tadi merupakan sebuah cara untuk memastikan bahwa kepentingannya akan tercapai.
Nah yang jadi pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mengatasi “budaya” bagi-bagi kekuasaan ini?
[Sebuah Esai]
@SoundOfYogi Sekarang kita tahu beliau ada di kubu 01 sebagai wakil saat itu untuk apa.
Yaitu untuk membatasi hal hal yang sekiranya bakal memenangkan 01. Plot Twist kah 😪