[Storytelling] Dedikasi Thread: Game Fav "Rimworld"
Tidak terasa sudah 1500 jam telah dihabiskan menjadi survivor di Rimworld yang tidak kunjung tamat wkwk. Kali ini dengan full DLC dan hampir 200 mod yang digunakan, Gw terjun kembali ke dunia RIM dengan cerita ber-ending.
Kenapa pemimpin negara boleh lansia, tapi kerja corporate 30an dianggap ngga produktif?
Dan kenapa ngelamar kerja harus pake SKCK? sedangkan banyak pejabat negara aja mantan napi
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.
Dalam beberapa jam terakhir saja:
• Qwen merilis Qwen3.6
• Google merilis Gemma 4
• OpenAI mengakuisisi TBPN
• Anthropic merilis temuan baru soal mechanistic interpretability
• Cursor 3 resmi diluncurkan
Apa-apaan ini? Timeline seperti apa yang kita jalani sekarang?
Apakah kita memang selalu bergerak secepat ini?
@catonlythoughts Framework yang dimaksud apakah dari ngebedah masing2 metrik om? Semisal naik turun penyebabnya apa, atau framework lain?
Seringkali jg kesulitannya ketika ngasih solusi, kayak misal kita kasih A tapi stakeholder ga sreg dgn itu, mungkin karna solusi dangkal atau imposible (?)
Jujur, Pemerintah Indonesia ini gak punya "sense of crisis"
Dunia lagi krisis minyak
Indonesia tenang-tenang saja
Kebijakan yg sudah dibuat sampai saat ini:
- WFH PNS satu hari
- Matikan kompor gas klo masakan udah matang
- Sekolah gajadi daring karena bingung nanti MBG gimana bagiinnya
Menurut kalian sampai kapan kita bisa santai seperti sekarang?
@Applyajadulu Tapi kenapa ya sudah naruh semua info di cv, tapi seakan2 ujung2nya ditanyain lagi kayak hr gak baca cv (selain pengalaman kerja, tentunya)
Ketika sudah menikah, kira2 ini tambahan waktu, fokus dan energi yg akan kesedot:
1. Kunjungan ke rumah ortu dan mertua
2. Kunjungan ke acara ultah, nikahan, dll dari keluarga masing2
3. Waktu untuk diluangkan dengan pasangan dan anak
4. Waktu berlibur dengan keluarga
5. Waktu urusin rumah (mesin rusak, tunggu tukang benerin, rayap, dll)
Waktu luang tentu bedah jauh dengan yang masih single.. jadi harus bener2 bisa jaga waktu, fokus dan energi dengan baik.. apalagi kalau banyak mimpi besar yg mau dikejar..
Ketika gw mulai jadi sandwich gw suka mengeluh kenapa harus gw semua yang nanggung.
Sekarang gw minta ke Allah, klo emang gw yang harus nanggung hidup banyak anggota keluarga gw, yaudah, limpahin semua rezeki mereka ke gw biar nanti gw yang bagi ke mereka.
Dan gw juga minta, kalau memang diizinkan lewat gw, tolong rendahkan selalu hati ku ya Allah.
Fyi aja, populasi dunia ada 8,3 miliar manusia dengan perjuangan yg beda2. Banyak yg terlalu sibuk bertahan hidup sampe ga sempet ngikutin isu2 terkini. Kalo semisal ketemu org yg ga tahu apa2, cukup beri tahu aja, ga perlu ngehujat. Edukasi itu merangkul, bukan memukul.
Kasus Terra Drone, 22 karyawan tewas.
Kasus Ponpes Sidoarjo, 67 anak2 tewas.
Dua2nya kasus kelalaian.
Bos Terra Drone ditangkap, jadi tersangka.
Bos Pesantren dapet MILYARAN dana APBN.
~ini pelajaran baru: agama jadi kasta.