Tadi saya diwawancara oleh jurnalis narasinewsroom terkait twit lama saya ini. Kebetulan juga Jakarta saat ini sedang dilanda musibah banjir. Saya baru menyadari ada hal yg luput saya jelaskan ketika membuat serial twit ini. Mengenai polemik soal betonisasi.
#Banjir di Jln Kedasih 3, RT 01 / RW 09, Kelurahan Mekar Mukti, Kec. Cikarang Utara, Cikarang Baru Jababeka, ketinggian air mencapai 1 meter lebih, mohon bantuan evakuasi karena ada balita 2 orang, Sabtu (20/02) sore. (Ibu Zahra)
cc @BPBDJabar
@BurhanMuhtadi@ismailfahmi@TaberezNeyazi Saya pertegas mungkin mas, para buzzer politiklah yang menjadi biang kerok diinformasi di media sosial. Seperti itu mas??
Temuan yg sangat menarik dan penting dr mas @BurhanMuhtadi dan @TaberezNeyazi.
Yg bikin kacau dg disinformasi itu bukan medsos, tapi: partisanship, polarisasi politik.
Jadi sy pikir, kl mau memerangi disinformasi, paling efektif: perangi penyebab polarisasi.