Makassar tumpah ruah menyambut pemimpin yang pro kesejahteraan seperti Gus Imin dan Mas Anies Baswedan.
Terimakasih Sulawesi Selatan, bersama AMIN kita songsong perubahan di 2024.
#GusIminProKesejahteraan#AniesMuhaimin2024
Para putra pendiri NU, para putra pahlawan dari NU tdk boleh hy jadi penonton, harus jadi pelaku dalam perhelatan bangsa ini. Jangan menyerahkan urusan bangsa ini kpd orang lain. Harus tampil sendiri. PKB didirikan utk memberi ruang para Gus/ajengan dan aktivis NU utk tampil sebagai pemimpin. Sebab PKB adalah NU, NU adalah PKB. paham boten?
@saidaqil
#SayaNUSayaPKB
#AniesMuhaimin2024
"Kenapa PKB tetap Besar tanpa Gus Dur?"
Kita sebenarnya tak ragu sedikit pun bahwa warga NU mayoritas lebih mendukung Gus Dur dibanding Cak Imin. Namun saat PKB menyingkirkan Gus Dur, kenapa PKB tetap besar?
Saat Cak Imin dinyatakan sebagai Ketua Umum PKB yang sah, maka dia memimpin orang-orang yang sudah "dinyamankan" oleh partai. Siapa itu? Para anggota DPR/DPRD.
Apakah para anggota dewan yang sudah duduk itu rela melepas kursinya untuk membuktikan mendukung Gus Dur? Tentu tidak.
Mereka lebih memilih mendukung Cak Imin dan tetap "bekerja keras" di kantong suara (baca: nahdliyin) bahwa PKB tetap partainya orang NU. Sesekali dibumbui cerita bahwa Gus Dur itu sengaja buat konflik dengan Cak Imin. Cerita bahwa Cak Imin berkonflik itu memang diutus Gus Dur.
Tambahan cerita ini pada akhirnya dikonfirmasi putrinya Gus Dur bahwa itu tidak benar.
Dengan posisi menjabat, tentu orang-orang PKB kubu Cak Imin lebih mudah memengaruhi konstituen.
Dengan berbagai program dari uang negara (program resmi), anggota dewan tentu bisa "membantu" banyak keperluan konstituen agar suara nahdliyin tidak pindah ke mana-mana.
Apalagi Cak Imin juga sempat jadi menteri, tentu banyak kemudahan yang bisa dikonversikan menjadi suara partai.
Saat ini banyak akun pengurus, caleg, ataupun yang sudah menjadi anggota legislatif dari PKB bersuara terus-menerus melindungi Cak Imin dari serangan pihak lain. Dari akun palsu dengan ava cewek cantik, hingga akun asli dan resmi (blue), semua sangat aktif.
Simpelnya: buzzer bayaran sampai buzzer yang rela keluarkan duit, semua bekerja melawan para pendukung Gus Dur yang (tampaknya) duitnya nggak banyak.
Mendirikan partai itu tidak gampang. Perlu dana besar dan "momentum" yang tepat untuk bisa membuatnya besar. Apalagi sekarang ada Praliamentary Threshold 4%, membangun partai baru dan masuk Senayan itu sangatlah sulit.
Mendirikan partai itu seperti mendorong truk besar mogok. Di awal perlu banyak tenaga (biaya) untuk mendorong truknya. Berat dan tidak sebentar untuk bisa buat mesin menyala (masuk Senayan).
Dan jika akhirnya mesinnya menyala, truk baru bisa buat mengangkut para pendorong menuju tempat yang diinginkan.
Gus Dur adalah orang yang memimpin jemaah NU mendorong truk mogok itu selepas reformasi hingga jalan. Lalu saat truk sudah berjalan lancar, Gus Dur didorong turun dari truk.
Penumpang truk lain, yang mungkin dulu dukung Gus Dur, juga tak berani berbeda pendapat sama sopir karena mereka bisa disuruh turun dari truk juga.
Gus Dur bersama beberapa penumpang yang diturunkan dari truk, berusaha bikin truk baru dan mendorongnya. Tapi momentum sudah tak ada.
Beda dengan saat Megawati membuat PDI Perjuangan yang justru momentumnya sangat tepat. Truk baru bernama PDIP itu dapat momentum dengan kondisi jalan yang agak menurun. Enteng. Tak perlu banyak biaya.
Sedangkan truk baru yang rencananya akan dibuat kubu Gus Dur, tak ada momentumnya. Warga nahdliyin banyak yang sudah nyaman di truk lama. Sedangkan sisanya, sudah lelah kalau harus dorong truk lagi.
Bagi Anda yang mendukung Gus Dur sampai sekarang, menurut saya akan kesulitan membendung truk PKB yang sudah melenggang dengan nyamannya.
Truk yang sudah jalan itu bisa keliling ke basis-basis suara (ponpes) dengan membantu segala kebutuhan mereka.
"PKB Perjuangan" (partai pendukung Gus Dur) hanya bisa mengalahkan PKB jika menemukan momentum yang tepat. Entah seperti apa dan kapan, kita tak bisa menebak.
Saya menulis ini karena melihat para pendukung Gus Dur diserbu oleh pendukung Cak Imin. Lihat saja akunnya mbak @AlissaWahid, mas @sahaL_AS atau mas @savicali.
Saya tak membela mereka dengan masuk ke bagian penyebab konfliknya, namun lebih membahas penyebab kubu Gus Dur akan tetap sulit melawan kubu Cak Imin setelah Gus Dur diusir dari PKB.
Kenapa hanya ribut dg tuduhan Gus Dur dikudeta dari DPP PKB 2008? Dan terus menebar kebencian thd pihak2 yg dituduh sbg pelaku!
Kenapa tdk ribut Gus Dur dikudeta dr Jabatan Presiden RI 2001? Dan, malah bangga & bahagia kerjasama dg aktor2 dibalik kudeta Presiden Gus Dur?
#Mikir
Menyegarkan ingatan, kala itu diruangan GD lt 1 ged PBNU, GD didatangi bbrp orang minta agar GD membentuk sekoci partai baru atas kemelut PKB. Apa jawaban GD "mboten, saya tidak akan keluar dari PKB dan PKB nanti akan besar". Itulah knp kita harus membesarkan PKB.
PKB dan NU adalah Huwa Huwa. Artinya artinya sama. PKB adalah NU, NU adalah PKB walaupun simbolnya berbeda tapi hakikatnya tetap sama.
#SayaNUSayaPKB#AniesMuhaimin2024
@kompascom Tidak mudah memahami Gus Dur apalagi hanya dr sepenggal ucapan.. apa yg Gus Dur sampaikan di depan publik tdk bisa dicerna hy dari letter lex ucapan beliau. Contohnya ini :