Bapak Presiden @prabowo, Bpk Menko @airlangga_hrt, Bpk Menkeu Purbaya @KemenkeuRI, Bpk Gub BI @bank_indonesia, Ibu Kepala @ojkindonesia yth, dengan data bhw makin hari nilai tukar dan harga saham makin nyungsep, mohon ajari kami untuk :
1) bagaimana kami bisa jadi optimis agar tdk dituduh sbg orang psimis
2) bagaimana kami yakin bhw Indonesia ke depan mamang tidak gelap
3) bagaimana kami yakin bhw pidato Bpk/Ibu memang bisa dipercaya
4) bagaimana kami yakin bhw Bpk dan Ibu memang masih punya keinginan dan kemampuan mengambil kebijakan “radikal” untuk atasi masalah ini - bukan lewat pidato.
5) bagaimana cara kami menyampaikan masukan untuk perbaikan sesuai fakta dan data tapi kami tidak dituduh orang psimis, anti pemerintah dan/atau antek Asing
Semoga Bpk dan Ibu berkenan memberikan jawaban kepada kami.
KH Marzuki Mustamar gak pakai basa-basi:
MBG disebut program konyol,
Kopdes dinilai dipaksakan, bukan dari kebutuhan warga.
Semua dipaksakan seragam,
Padahal kebutuhan setiap daerah berbeda.
Akhirnya?
Program jalan, anggaran terserap,
tapi manfaatnya… ya gak jelas lah.
Kalau dari awal logikanya udah “yang penting ada program”,
jangan heran kalau hasilnya cuma jadi retorika politik basi, bukan solusi.
‼️ KABAR PERLAWANAN ‼️
Seorang pemuda yang diduga adalah salah seorang siswa dari SMA Negeri 1 Parung bernama M Nabil Ikhwan menulis, menyampaikan, dan menyebarkan surat terbuka kepada pimpinan sekolahnya.
Ia menuntut, atas bentuk ketidakadilan yang masih menyelimuti para pekerja pendidikan di sekolahnya serta sajian embege yang dari kualitas gizi dan keamanan pangannya sangat layak untuk dipertanyakan, agar sekolah tidak ikut andil dan menghentikan partisipasinya dalam penerimaan embege.
Perhatikan diksi per diksi dan kalimatnya, pemuda ini jelas amat sangat jauh lebih bijak dan bermartabat ketimbang siapapun yang masih berdiri tegap di barisan para pendukung embege.
#SampaiMenang✊🏻
MBG adalah bisnis Renyah memabukkan.
Hitungannya sbb :
1) 1 (satu) dapur SPPG rata-rata dapat jatah 2.500 porsi per hari
2) uang diterima per hari dari BGN 2.500 x Rp 15.000 = Rp 37.500.000, dengan pembagian sbb :
a) sewa dapur Rp 3.000 x 2.500 = Rp 7.500.000
b) operasional Rp 2.000 x 2.500 = Rp 5.000.000
c) biaya makanan Rp 10.000 x 2.500 = Rp 25.000.000
Jika tiap bulan 24 hari, maka yang masuk ke kantong mitra BGN adalah : 24 x Rp 12.500.000 = Rp 300.000.000 (tiga ratus juta) per bulan.
Betapa nikmatnya yg punya dapur SPPG 10, 100, dan 1.000
Jika “Polri” punya lebih 1.000 dapur SPPG maka tiap bulan setiap 1.000 dapur menerima minimal Rp 300.000.000.000 (tiga ratus milyar).
MBG itu justru menghancurkan pedagang kecil karena dapur2 besar MBG memotong jalur distribusi dg cara membeli langsung pada tengkulak2 besar
Dn SPPG pun byk yg curang dg memberikan menu alakadarnya bhkn bbrp kali membuat ratusan anak keracunan
Hmmm pasti bakal diserbu buzerp MBG 😂😱
📢 Kami menyeru kepada seluruh rekan-rekan guru, untuk melaporkan dampak kebijakan anggaran pendidikan pada tahun 2026, khususnya yg berkaitan dengan pelaksanaan program MBG, agar mengadu perihal pengalaman dan kesaksian yang dialami oleh rekan-rekan guru di kanal ini.
Gass! 😉
Setiap MBG dikritik, langsung dibantah dengan narasi "MBG ini sudah membuka banyak lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat."
Lah, emang tujuan MBG itu apa, sih?
Kan untuk mengatasi stunting!
Kalau dari kualitas makanan saja gizinya enggak jelas dan banyak kasus keracunan, stunting apa yang sedang diatasi?
Enggak usah bicara lapangan pekerjaan dan memutarkan perekonomian, tujuan awal itu mengatasi stunting!
Fokus ke tujuan awal!
Kalau menggerakkan perekonomian, liat tuh dampak MBG bahan pangan pada naik.
BUKTI TELAK Anggaran MBG diambil dari Anggaran Pendidikan
JADI GINI (lihat tabel):
Anggaran Pendidikan tahun 2026 total sebesar Rp769 triliun atau 20% APBN (Rp 3.842 Triliun)
Total Rp769 triliun terbagi tiga bagian:
1. Anggaran Pendidikan melalui BELANJA PEMERINTAH PUSAT = Rp 470,4 T
2. Anggaran Pendidikan melalui TRANSFER KE DAERAH = Rp 264,6 T
3. Anggaran Pendidikan melalui PEMBIAYAAN = Rp 34 T
Anggaran Pendidikan melalui BELANJA PEMERINTAH PUSAT (Rp 470,4 T) terdistribusi ke 23 Kementerian dan Badan, salah satunya ke BADAN GIZI NASIONAL (BGN) sebesar Rp 223 Triliun
Sudah jelas? paham?
🚨 18 DESA KERACUNAN MBG DI BIREUEN
Ratusan anak di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, keracunan makanan setelah mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (26/2/26) sore.
Para korban dilaporkan mengalami mual, pusing, dan muntah-muntah. Sebagian besar korban awalnya mendapatkan penanganan di UGD Puskesmas Simpang Mamplam. Namun, karena jumlah pasien terus bertambah, sejumlah anak dirujuk ke Puskesmas Pandrah dan Samalanga. Beberapa lainnya langsung dibawa ke RSUD Dr. Fauziah Bireuen untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Pendataan sementara yang dihimpun media menunjukkan, insiden tersebut dilaporkan terjadi di 18 desa dalam wilayah Kecamatan Simpang Mamplam. Korban terdiri dari balita, anak-anak usia sekolah, serta beberapa warga dewasa yang turut mengonsumsi makanan tersebut.
Salah seorang wali murid dari Desa Meunasah Mamplam yang enggan disebutkan namanya mengatakan, anaknya mulai mengeluh pusing tidak lama setelah menyantap makanan yang dibawa pulang dari lokasi pembagian. “Anak saya muntah berkali-kali dan terlihat lemas. Saya langsung membawanya ke puskesmas karena khawatir kondisinya memburuk,” ujarnya. Menurutnya, paket MBG yang diterima berisi susu, bakso, telur, pisang, kurma, dan makanan penutup. Seorang kepala desa yang ditemui di ruang UGD Puskesmas Simpang Mamplam menyebutkan, kejadian tersebut merupakan yang pertama kali terjadi secara massal di wilayahnya.
Ia mengakui sebelumnya sempat ada keluhan dari warga terkait kualitas makanan yang dibagikan. “Memang ada warga yang mengeluh makanan kurang layak, tetapi tidak sampai menimbulkan gejala seperti ini,” katanya. Pantauan di lapangan, ambulans dari Puskesmas Simpang Mamplam, Pandrah, dan Samalanga, serta kendaraan ambulans milik lembaga sosial, tampak harus bolak-balik merujuk pasien ke RSUD Dr. Fauziah Bireuen.
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia MBG maupun instansi terkait mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Petugas kesehatan masih melakukan observasi dan pendataan terhadap para pasien. Sumber: https://t.co/AH2gazQOBf Vidio: Warga
⚠️ Kabar Keracunan Embege ⚠️
Mohon sebar luaskan! Kamis - Jumat, 26 - 27 Februari 2026. Ratusan siswa di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, diracun negara lewat embege. Mereka harus dilarikan ke klinik kesehatan terdekat sesaat setelah tumbang satu persatu.
Lagi-lagi dan lagi, hingga berita ini kami kabarkan, BGN belum menyanksi dan menindak tegas kubangan lumpur (sppg) yang menjadi biang kerok atas tragedi ini.
Semoga penderitaanmu 10x lipat dari para korban keracunan ini @prabowo. We wish, we really wish. 🙂
Sudah diduga sejak awal program MBG jadi lahan basah oknum nakal. Temuan BGN soal mark-up bahan baku pangan ini cuma puncak gunung es. Kalau pengelolaannya saja sudah dikorupsi, bagaimana nasib gizi anak bangsa?
Daripada dana menguap di tangan perantara dan mitra nakal, bukankah lebih efektif jika disalurkan langsung dalam bentuk Bantuan Tunai ke orang tua siswa? Biar dapur rumah tangga yang bergerak, bukan perut para koruptor.