And the Indonesian government, through Kemenham, has failed to enforce the law justly, failed to defend the victims, but instead defended the "perpetrators" of this crime...so sad, actually
Kita adalah bangsa yang besar, dan bukankah bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya, termasuk sisi-sisi kelam yang pernah terjadi? Sejarah akan menjadi cacat dan kehilangan makna bila hanya berisi deretan kisah kemenangan, tanpa menunjukkan luka dan pelajaran yang harus diingat bersama.
Mengakui seluruh kebenaran sejarah, baik pahit maupun manis, baik capaian pembangunan di era Orde Baru maupun tragedi pemerkosaan massal Mei ‘98, adalah fondasi penting untuk membangun keadilan dan persatuan sejati. Sebaliknya, menyangkal atau menghapus sebagian perjalanan bangsa justru akan menjauhkan kita dari cita-cita keadilan sosial dan melemahkan persatuan.
Kami harap pak Menteri Kebudayaan akan menjaga integritas sejarah bangsa dengan menyampaikan seluruh dan selengkapnya kebenaran, agar setiap capaian menjadi kebanggaan dan setiap luka menjadi pelajaran. Terima kasih.
Blom ada yg bahas Bapak ini,
Gubernur hasil dwifungsi ABRI, orang militer. Tapi jarang2 org militer yang pro sama transportasi publik.
Jika beliau gak menjabat sepertinya sampe hari ini Jakarta gak punya sistem BRT terpanjang di dunia dengan tarif Rp3,500 saja
Qur'an itu:
1. Butuh Tafsir
2. Butuh Asbab al nuzul
3. Butuh Hadits
4. Butuh Sirah
5. Butuh Nahwu
Kok disebut kitab suci?
Ingat "Qur'an itu tanpa eksternal konteks, tidak dapat dimengerti"
ada ormas minta thr, responnya gak usah dipersoalkan. ada kantor majalah dikirimin kepala babi, responnya suruh dimasak aja.
pejabat kita antara gak pintar berkomunikasi, atau memang gak ada empati.
Rizkil Wathoni. 😔🙏🏽
Duh, patah hati sekali membaca kronologi kematiannya.
Salah sangkanya sudah diluruskan, tapi kalau yang melenceng penegakan hukumnya apa yang mau diharapkan.
Bisa gak sih hukum itu dipakai untuk mendamaikan, menjaga ketentraman, dan memberi keadilan?