marriage with the right person itu adem bgt ya🥹
bgn pagi, nemenin suami sahur krn aku lg hamil jd ga puasa, abis itu subuhan, trs ngaji brg baca Al Waqiah dll smp mthri terbit, selesai ngaji suami mandi & brgkt kerja
👦🏻: yang nnt aku plg cpt, trs jalan2 ya
masyaallah🥹
Kasus kedua pilot Batik Air BTK6723 ketiduran saat bertugas: What we need to know and accept!
(Warning: Long Post!)
Untuk kasus pilot ketiduran di pesawat Batik Air, pertama bagaimana kalau ada pilot tidur?
1. Pilot tidur di fase cruising itu hal biasa dilakukan, namun satu-satu bergiliran. Ini dikarenakan microsleep sangat berguna ketika sedang letih.
2. Yang masalah adalah kalau keduanya ketiduran.
Masalah ketiduran ini harus dilihat dari faktor-faktor penyebabnya:
- Kopilot memberikan keterangan bahwa dia memang sedang kurang istirahat karena membantu istrinya ngasuh bayi kembar yang baru berusia sebulan.
- Seharusnya, ketika ini terjadi, kaptennya harus menilai apakah dia sendiri cukup atau tidak istirahatnya? Jika memang kurang istirahat, maka dia atau kopilotnya, atau dua-duanya minta diganti.
Masalahnya disini adalah masalah kondisi kerja dan kedisiplinan istirahat pilot.
Dari sisi scheduling, penjadwalan terbang mereka sepertinya tidak ada masalah, termasuk juga untuk kebutuhan istirahat di penerbangan dini hari.
Dari sisi lain, butuh ditelusuri mengenai corporate attitude mengenai masalah pilot fatigue, dan ini masalah kompleks:
1. Apakah jika ada pilot yang minta diganti schedule terbangnya karena alasan fatigue diberi sanksi atau tidak? Jika diberi, apakah langsung, atau berdasarkan trend jejak rekam si pilot?
2. Perusahaan sudah pasti mempunyai awareness campaign mengenai kesehatan/kesiapan terbang pilot (contoh: "IAMSAFE" program), tetapi apakah dijalankan?
3. Apakah perusahaan memberikan "Paternal Leave"(Cuti lahiran) bagi pilot pria yang istrinya baru melahirkan? Jika tidak ada, sebaiknya diadakan, guna menurunkan resiko terkait pilot fatigue.
Masalah pemberian sanksi:
Dalam hal ini, saya sangat tidak setuju jika jalan keluarnya "hanya segampang" memberikan sanksi kepada pilot dan manajemen maskapai.
Ini ada resiko sistemik yang harus diselesaikan, dan justru kebijakan gampang memberikan sanksi akan menghambat perbaikan karena masalah Pilot Fatigue ini masalah yang membutuhkan analisa dan solusi kualitatif, bukan kuantitatif, karena membutuhkan awareness dan kesadaran dimana butuh pilot yang fatigue diberi pengakuan dan perlindungan dari sanksi guna bisa memberikan keteragan sepenuh-penuhnya agar bisa dicarikan solusi yang sistemis.
Namun, jika memang masalah fatigue ini diakibatkan oleh kesengajaan atau keteledoran berdasarkan perilaku yang tidak bertanggung jawab oleh pilotnya, maka wajar bila diberikan sanksi disipliner.
Yang patut dipertanyakan, kalau pilotnya ngaku "kurang istirahat", reaksi perusahaan bagaimana?
Terus, seharusnya si kapten juga sadar kalau dirinya sendiri kurang istirahat.
Kalau diem saja, kopilotnya juga tidak tau kondisi rekannya
Selain itu, yang perlu di evaluasi untuk overnight flight operations rute jarak pendek/menengah adalah:
1. Efektifitas program Fatigue Risk Management System (FRMS) perusahaan.
2. Pola recommended rest sebelum dan setelah overnight flight bagi crew di dalam FRMSnya seperti apa.
3. Feedback mengenai efektifitas FRMS
4. Awareness/kepatuhan crew dalam mengikuti pola istirahat sebelum dan sesudah flight sesuai FRMS bagaimana?
Jangan lupa, point nomor 4 ini penting yah!
BAGI TIPS MCU REKRUTMEN WORK! DONK MENTEMENNN?🙏🏼🙏🏼
Seringkali dibilang “halah tenang aja asal gaada penyakit serius pasti lolos kokk!”.
Udah lega nih kek tinggal nunggu pengumuman offering aja, EH TAPI TERNYATA HASILNYA GA LOLOS?!?!!?
Padahal udah (cont..)
Akhir-akhir ini sebagai Frontend Engineer sering banget gunain Tools AI buat produktivitas, seperti
-ChatGPT buat tanya soal error code / percakapan sehari hari
-Opencommit buat generate commit
-Automix ai buat check CV dan LinkedIn
-Elsa Pro buat benerin grammar
Bahkan aku sekarang menjadi dedicate frontend Engineer buat tim ML-AI. Jadi kepikiran perlu ga ya kita belajar bisa belajar / setidaknya ada paham soal ML / AI. Baik secara teori maupun bisa bikin product.