Hanya orang tolol+miskin saja yang suka sound horeg. Itulah realitasnya. Kamu mau bantah, silahkan. Kamu mau sakit hati, baperan, silahkan.
1. Sound horeg bukan BUDAYA! Stupid. Tdk ada budayanya sound horeg ini. Pelaku sound horeg ini bahkan tdk berbudaya blas.
2. Sound horeg bukan SENI! Astgafirullah, suara berdentum2, nggak jelas, cuma asal kencang elu bilang seni? Korslet sekali pola pikirmu. Lantas tari2an, elu bilang keren? Norak iya. Rendah sekali selera kalian.
3. Sound horeg tidak membuat EKONOMI tumbuh. Kamu satu kampung disuruh sumbangan bukan? Nah, siapa yg menikmatinya? Aparat! Elit2 di desamu! Pemilik sound horeg! Mereka tertawa lebar bancakan duit sumbangan kalian. Puluhan juta, ratusan juta, itu nyewa sound sebenarnya murah saja, sisanya buat mereka.
4. Sound horeg adalah ladang maksiat, minuman keras, dan semua keburukan lainnya. Jadi, sebelum elu semakin tolol+miskin, mulailah melawan, katakan TIDAK atas sound horeg.
Cukuplah orang2 yg mati, bangunan rusak, dan semua hal2 negatif selama ini.
Jaga kampung kalian dari ketularan sound horeg.
Jangan pernah izinkan ada ide nanggap sound horeg. LAWAN! *
CATAT! RUU Perampasan Aset berlaku buat kita semua bukan hanya koruptor!
1. Gak bayar pajak = aset dirampas
2. Sebar konten pornografi = aset dirampas
3. Beli motor/mobil bekas tanpa BKPB = aset dirampas
4. Jastip tanpa lapor bea cukai = aset dirampas
5. Jual skincare tanpa izin = aset dirampas
6. Karyawan gelapin uang kantor = aset dirampas
7. Ngetap dan jual BBM subsidi = aset dirampas
8. Pelihara binatang dilindungi = aset dirampas
Asal kena ancaman >= 4 tahun harta lo bakal dirampas!
tetap berharap dan husnudzon sama Allah di waktu biasa itu mudah
yg sulit ketika di waktu sulit, apalagi kalo kena musibah yg menyangkut dgn ekonomi atau keluarga.
tapi guys, yakinlah janji Allah itu nyata. Allah ga ninggalin Rasulullah yg ditinggal ibu bapak, istri dan pamannya. Allah ga ninggalin Nabi Yunus yg sendirian dlm perut ikan. Allah ga ninggalin Nabi Ibrahim yg dibakar hidup hidup. bahkan Allah ga ninggalin Nabi Isa yang mau disalib hidup hidup๐ธ
GUE KAGET GILA BRO!
Temen gue gaji UMR Jakarta Rp5,3 juta. Tapi rumahnya KPR, mobilnya cash, tabungannya 150jt.
Langsung gue nanya, โBro, lo nyambi jadi anjelo apa gimana sih?!โ
Dia ketawa pelan, terus jawab satu kalimat yang bikin gue diem:
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
Guys, lu pada tahu nggak kenapa Habibie mencopot Prabowo dari Pangkostrat?
Dan yang lebih penting lu pada tahu nggak bahwa pencopotan itu terjadi dalam kurang dari satu hari setelah Habibie menerima laporan?
Ini bukan gosip.
Ini diceritakan sendiri oleh Habibie
dalam wawancara yang direkam tahun 2006.
Ini konteksnya dulu:
Mei 1998. Soeharto baru saja mundur.
Habibie dilantik sebagai presiden.
Indonesia dalam kondisi paling kacau sejak 1965 demonstrasi massal, kerusuhan, ekonomi hancur, dan kepercayaan publik terhadap negara di titik nol.
Habibie baru duduk di kursi presiden.
Belum hafal protokolnya.
Dia sendiri cerita waktu mau duduk di kursi kerja presiden, dia bingung mau duduk di mana karena tidak tahu posisi duduk yang benar sebagai presiden.
Sampai protokol yang kasih tahu.
Di tengah situasi sekacau itu Wiranto datang menemui Habibie dengan laporan yang sangat serius.
Ini isi laporan Wiranto:
Ada gerakan pasukan Kostrat yang bergerak menuju dua titik: Istana dan kawasan Kuningan tempat rumah Habibie berada.
Pangkostrat saat itu: Prabowo Subianto.
Wiranto juga menyampaikan satu hal lagi yang sangat penting: dia memegang Kepres yang memberikan kewenangan bertindak mengamankan situasi kalau keadaan membutuhkan "seperti Supersemar."
Bayangkan momen itu.
Presiden baru yang baru beberapa hari menjabat. Pasukannya sendiri bergerak tanpa perintah.
Dan Pangab datang dengan Kepres yang bisa memberinya kewenangan mirip Supersemar.
Habibie mendengar semua itu.
Diam sebentar.
Lalu menyimpulkan satu hal tentang Wiranto:
"Saya terkesan orang ini jujur."
Dan ini keputusan Habibie:
Tidak ada rapat panjang.
Tidak ada sidang kabinet darurat.
Tidak ada negosiasi.
Habibie memberikan petunjuk langsung kepada Wiranto:
"Sebelum matahari terbenam Pangkostrat diganti.
Dan kepada penggantinya ditugaskan untuk segera mengembalikan semua pasukan Kostrat ke tempatnya masing-masing."
Satu kalimat perintah.
Satu hari. Selesai.
Prabowo dicopot dari Pangkostrat sebelum hari itu habis.
Dan ini pertemuan yang paling mengejutkan setelahnya:
Prabowo tidak terima.
Dia datang langsung ke ruang kerja presiden menemui Habibie.
Habibie sebenarnya bisa menolak.
Tidak ada kewajiban protokol untuk menerima perwira yang baru dicopot tanpa permintaan formal.
Tapi Habibie menerima karena dua alasan pribadi:
Satu โ ayah kandung Prabowo adalah Prof. Sumitro Djojohadikusumo yang sejak Habibie SMA sudah jadi idolanya. Keluarga yang sangat dihormatinya secara intelektual.
Dua โ Habibie menduga mungkin ada titipan pesan dari ayah mertua Prabowo yaitu Soeharto yang saat itu sudah tidak bisa ditemui langsung.
Tapi yang terjadi di ruangan itu sama sekali tidak seperti yang Habibie perkirakan.
Prabowo menurut cerita Habibie sendiri langsung berkata:
"Anda ini presiden apa? Naif."
Dan ini jawaban Habibie yang menurut gue paling berkarakter dalam seluruh cerita ini:
Tidak marah.
Tidak tersinggung.
Tidak balas dengan ancaman atau kemarahan.
Habibie menjawab santai:
"Masa bodoh.
Yang penting saya presidennya.
Saya yang menentukan finish."
Lalu Habibie menambahkan refleksi yang sangat jujur: banyak orang memandangnya sebelah mata "Habibie kan tukang, bisa buat kapal terbang, mejanya penuh teknologi, tidak ngerti yang lain."
Tapi bagi Habibie justru itu keuntungan.
Karena dia tidak merasa terhina oleh kata-kata itu.
Dan ini yang paling penting untuk dipahami:
Habibie adalah presiden yang legitimasinya paling dipertanyakan dalam sejarah Indonesia.
Naik bukan karena dipilih rakyat.
Naik karena Soeharto mundur.
Banyak yang meremehkannya.
Banyak yang menganggapnya tidak punya otoritas nyata.
Banyak yang berpikir dia hanya boneka transisi yang bisa dikendalikan.
Tapi dalam momen paling krusial itu ketika pasukan bergerak tanpa perintah menuju Istana dan rumahnya sendiri Habibie tidak panik.
Tidak ragu.
Tidak menunggu situasi makin memburuk.
Dia memberi satu perintah.
Sebelum matahari terbenam.
Dan ketika perwira yang dicopot itu datang menyebutnya naif di mukanya langsung dia menjawab dengan ketenangan orang yang tahu persis di mana otoritasnya berdiri.
Yang penting saya presidennya.
Saya menentukan finish.
Habibie mencopot Prabowo
bukan karena dendam pribadi.
Bukan karena politik.
Tapi karena ada gerakan pasukan yang tidak sesuai struktur komando bergerak menuju Istana dan rumah presiden tanpa perintah resmi.
Dan dalam sistem militer manapun di dunia itu bukan sesuatu yang bisa dibiarkan.
Tidak peduli siapa yang memimpin gerakan itu.
Tidak peduli seberapa dekat hubungan personalnya dengan presiden.
Habibie mungkin dianggap naif oleh banyak orang.
Tapi orang yang dianggap naif itu dalam satu hari mengambil keputusan militer yang mungkin menyelamatkan Indonesia dari skenario yang jauh lebih buruk dari yang benar-benar terjadi.
Dan 27 tahun kemudian perwira yang dicopot itu menjadi presiden.
Sementara yang mencopot sudah lama berpulang dan dikenang sebagai salah satu tokoh paling bersih dalam sejarah republik ini.
Sejarah punya cara tersendiri untuk menjawab siapa yang naif dan siapa yang tidak.
Terima kasih banyak, TVRI. Selayaknya seperti dokumenter Pesta Babi, lewat konten ini lagi-lagi kami disuguhi dokumentasi yang menayangkan fakta, bahwa pejabat negara kita (sangat) goblok dalam memilih prioritas.
aing tu tipikal orang yang skeptis sama hal mistis, tapi baru kali ini aing liat poltergeist pake mata kepala sendiri jink ๐
kemarin malem tu kan aing mau mandi ama nyuci baju, kebetulan kamar mandinya di ujung deket dapur dan di depannya ada kamar kosong โ
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 โ harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.