Pak Prabowo mending km bikin program kayak negaraku, setiap IC (KTP) dpt uang sekitar RM100 untuk beli bahan pokok dan setiap anak yang masih sekolah berhak mendapatkan uang untuk membeli buku setiap bulan nya, jauh lebih berguna daripada mbg mbg an 🤷🏻♀️
makanya mending abolish middle class. skrg gausah sok2an pake istilah middle class, biar BPS sm Kemensos aja
kita pake istilah "Working Class" & "Borjuis Class" aja, udah 2 itu aja cukup
Situasi sudah semakin berbahaya. Kalo Menhan didampingi Panglima TNI, Kapolri, dan Mendagri menyampaikan sinyal waspada, artinya kerusuhan 98 sudah mulai tampak di depan mata. Tetap waspada ya guys!
Tapi, kalo dipikir-pikir, rezim wowo ini yang memulai duluan merusak ketentraman di tanah air. Rakyat kemudian resah dan takut. Ketakutan selanjutnya memicu kemarahan. Potensi kerusuhan dijawab dengan "Kami aparat keamanan akan tindak tegas mereka yang mengganggu ketentraman". WTF???!!!!
Yang memulai merusak ketentraman itu eluuuu!! Itu, elu, wo! Eluuuuuuu.. nyingnying!
Enak aja datang-datang sok pahlawan klaim diri memulihkan ketentraman! Elu yang memicu ketidaktentraman!
Gedeg gw!
Dapat kiriman dari temen guru MI di kabupaten Ci***** soal MBG.
Setiap sekolah diminta kerjasamanya untuk ikut andil dalam mengatur pembagian MBG kepada siswa termasuk merapikan dan mengikatnya setiap hari.
Masing² sekolah menunjuk 1 guru. Sistem honor dihitung menyesuaikan dengan jumlah siswa. Sehingga masing² sekolah akan mendapatkan honor yg berbeda².
Honor akan dibayarkan setiap sepekan sekali. Ditransfer ke rekening pribadi guru yang bersangkutan.
Total 31 Sekolahan. Atau Rp5.820.000 / Pekan untuk dibagikan ke 31 sekolahan.
Dia sendiri gak paham itu hari kerja atau apa kok ada yang 6, 7, 8, 9, 10. Padahal 30 Maret - 11 April gak sampai 10 hari.
Kalau cerita temen MI di dekat desa saya yang lain, ia dipinjami hape operasional. Tanggung jawabnya membuat video MBG setiap hari. Iya, setiap hari!
Dari ompreng diturunin sampai siswa makan. Harus jadi video dan dikumpulkan malam harinya ke kepala sekolah.
Padahal dia guru kelas. Bener-bener gak ada waktu ngajar. Ngedit video juga curi-curi waktu pas malam, di sela momong anak atau badminton.
Btw dia gak dapat komisi sepeser pun, padahal di awal katanya guru PJ MBG paling sedikit akan dapet 100rb/bln.
Saya SPd, jadi banyak dapat cerita dari teman-teman di sekolah lain.
Kita sama-sama heran, ngapain dulu kita microteaching, bikin modul, media pembelajaran yang menarik, rancang RPP, PKL di sekolah, rancang level soal dll. ujung-ujung cuma disuruh ngiket ompreng.
akulah middle class itu. ayahku bumn, gaji per bulannya dulu 11jt tapi ukt ku 6.5jt, ukt masku dapet grade lumayan tinggi, 8 atau 9jt gitu. pokoknya ayah sama mama sebulan cuman dapet jatah 1.5jt karna udah kepotong biaya hidup anak2nya. sampe mamaku bela2in jualan kue
Baru beres nonton video ini di yt.
Dan saya tersadarkan kalo menjamurnya org yg jualan seblak, cilok, gorengan dan pedagang olahan tepung lainnya di jalanan bukanlah tanda kebangkitan ekonomi rakyat, tpi sinyal keputusasaan (necessity entrepreneurship) untuk menutupi status pengangguran.
Setidaknya ada 6 poin yg saya dapati :
• Jebakan low barrier to entry: Bisnis olahan tepung dipilih cuma krn modalnya murah dan gk butuh keahlian khusus.
Dampaknya, terjadi ledakan keseragaman yg memicu kanibalisme ekonomi (sesama pedagang kecil saling mematikan di radius beberapa meter saja)
• Romantisasi penderitaan oleh negara: Narasi "UMKM Pahlawan Ekonomi" dikritik sebagai alat politik agar negara bisa lepas tangan dari kewajiban menyediakan lapangan kerja formal dan jaring pengaman sosial.
• Paradoks data pengangguran: Angka pengangguran resmi terlihat turun, tpi pekerja sektor informal melonjak smpe 60%. Ini adalah fenomena pengangguran terselubung, tercatat bekerja, tapi pendapatan minim dan gk menentu.
• Perang Harga vs Hancurnya Daya Beli: Di tengah inflasi dan turunnya kasta kelas menengah, merek bukan lagi faktor penting. Pedagang terpaksa memotong margin keuntungan demi mempertahankan konsumen yg sensitif harga.
• Ironi "Negara Tepung" yg 100% Impor: Indonesia menopang jutaan pedagang kecil dari komoditas yg gak bisa tumbuh di tanah sendiri. Ketergantungan impor gandum yg mutlak membuat nasib pedagang cilok di jalanan sangat rentan terhadap konflik geopolitik dunia dan kurs Dolar.
• Model bisnis ini udah di titik jenuh. Para pedagang seperti berjalan di tempat, bekerja keras 12 jam sehari menghirup asap jalanan, tetapi posisi finansialnya gk bergeser maju sama sekali.
Source : https://t.co/YnzpIZpO3L
gak sengaja ngeliat postingan ini lewat (as ads) on my instagram. bule-bule lagi resah karena merasa makin sulit untuk nyari duit di Bali lagi.
tapi yang bikin gue penasaran, as bule, dia nulis perandaian, “You own a Villa”
LAH FOREIGNERS BISA PUNYA PROPERTI DI INDONESIA???
Dikasih duit 3 juta padahal biaya belanja 10 juta, ngakunya semua ditanggung.
3 tahun kemudian uang 3 juta tadi diminta balikin karena menurut B*JS, belanjanya ga sesuai aturan.
Loh boleh kalo perlu panggil juga petugas BPJS nya, diskusi bareng, bentuk diskusinya adalah bedah kasus. Kalo disitu BPJS bilang bisa rujukan, ya kita ngikut.
Namanya Yasika Aulia Ramadhani. Usia 20 tahun. Pembina Yayasan Yasika Group.
Di usia yang kebanyakan orang masih mikirin skripsi, dia udah mengelola 41 dapur MBG yang tersebar di Makassar, Parepare, Gowa, dan Bone.
Inspiratif banget. Tapi tunggu dulu.
Aturan BGN: maksimal 10 dapur per yayasan, per provinsi.
Cara Yasika punya 41: daftar lewat beberapa yayasan berbeda-beda. BGN-nya sendiri yang ngaku ke publik:
"Tahunya itu dari cerita orang. Yang kami baca cuma dokumen."
Jadi sistem dilangkahi , dan yang melangkahi bukan sembarang orang.
Ayahnya: Yasir Machmud. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan. Partai Gerindra.
Fungsi utama DPRD: mengawasi penggunaan anggaran publik.
Program MBG dibiayai Rp 335 triliun anggaran negara , dari pajak lo, dari pajak gue.
Trus anak Wakil Ketua DPRD mengelola 41 dapur dari program yang seharusnya diawasi oleh ayahnya sendiri.
Saat wartawan tanya ke Ketua Badan Kehormatan DPRD Sulsel soal konflik kepentingan ini:
"Aduh, saya tidak bisa berkomentar soal itu."
Saat wartawan coba konfirmasi ke Yasir dan Yasika: tidak direspons.
Kolom komentar Instagram keduanya langsung ditutup.
Dan BGN bilang tidak bisa menghentikan 41 dapur itu karena:
"Kasihan anak-anak yang sudah terima manfaat."
Bukan tuduhan.
Ini fakta yang sudah dikonfirmasi BGN sendiri, diliput Liputan6, Tempo, Kompas , dan diinvestigasi ICW, yang menemukan 102 yayasan mitra MBG di 38 provinsi terafiliasi politisi, militer, dan polisi.
Gerindra: partai paling banyak afiliasinya dengan 7 yayasan.
Program ini katanya untuk anak-anak kurang gizi.
Pertanyaannya sederhana: siapa yang paling bergizi dari program ini?
Guyss kalo kalian ke Uluwatu jangan lupa mampir ke Thirst Trap, ramein reviewnya, soalnya kemarin dapat bad review sama zionist karna pasang bendera palestine di cafenya
Masalah rujukan BPJS
Ternyata beliau pernah tidak dapat jasa pelayanan selama 4 bulan karena puskesmasnya disuruh mengembalikan kapitasi akibat terlalu banyak merujuk
“Jika peserta protes, silakan diarahkan ke kantor bpjs kesehatan”
Yuk perkuat FKTP
Cr: tiktok dr Roi Simbolon