Sebuah obituari mendalam dari ZenRS mengulas sisi lain dari Andie Peci, sosok pengorganisir sejati yang menghabiskan seluruh detak hidupnya demi buruh dan Bonek Persebaya.
Selamat jalan Cak Andie “Peci” Kristianto. Nama Anda akan abadi bagi kami, keluarga besar Persebaya.
Teriakan Anda, orasi Anda, keberanian Anda, menjadi salah satu energi utama, sehingga Persebaya kembali ke kancah sepak bola tanah air.
Kami yakin, setiap langkah Persebaya, kebaikan-kebaikan yang mengiringi perjalanan Green Force, akan senantiasa menjadi amal jariyah Cak Andie.
Sugeng tindak Cak Andie, suwargi langgeng, amin….
April, 13 tahun yang lalu, Andie Peci dibacok dan dipukuli sekitar 12 orang berbadan besar.
Peci dianiaya beberapa saat setelah ia mengikuti aksi damai mendukung Persebaya Surabaya 1927 yang tak diakui eksistensinya oleh PSSI.
Karena sepak bola, pria2 beringas itu hendak menculik Peci. Namun Peci menolak, melawan, dan menangkis sabetan2 celurit pelaku. Tangan Peci berdarah, beberapa bagian tubuhnya lebam. Di rumah sakit, Peci menerima 29 jahitan pada tangannya.
Teror itu tidak pernah menghentikan Peci. Dia bersuara semakin lantang, semakin aktif turun ke jalan. Sampai hari ini, para pelaku pembacokan itu tidak pernah terungkap. Siapa otak di balik penyiksaan itu tidak pernah tersingkap.
Hari ini, Peci meninggal dunia, meninggalkan jejak kenangan berupa keberanian dan idealisme pilih tanding.
Peci, sebuah kehormatan bisa mengenalmu. Selamat jalan. Semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Innalillahi wa innailaihi rojiun.
Overwork buat cpns dan pns itu nyata bgt. Sayangnya kerjaan2 itu minim bgt output nyata buat kemaslahatan rakyat. Lebih seringnya meladeni ide2 kosong atasan, ceremonial, simbolik minim manfaat. Tapi tetep kegiatan kosong gt butuh waktu tenaga dan pikiran manusia juga. 😢😢
Pas awal terpilih, saya masih khusnudzon, ga mungkin seburuk itu. Saya pilih calon lain, ya harus menerima kenyataan aja.
Tapi penanganan bencana di Sumatra ini parah banget. Udah level inkompetensi tingkat tinggi. Mikirin harga diri aja udah salah banget. Goblok kuadrat.
Saya senang karena kita masih punya warga yang senang membantu. Tapi bencana semasif ini, ya butuh level kebijakan lebih tinggi.
Kesel banget liat masih banyak daerah yang belum dapet bantuan atau tidak ke handle karena harga diri. Bodoh.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.
Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta.
Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka. Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat.
Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen.
Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik.
Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin. Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita.
Weak passport, weak currency, top country with corruption, internet buzzer instead of solving country's problem, increasing number of jobless youth, useless president didn't even read the law before approved it...... i cant even get mad and angry anymore. Its numb.
‘Institusi’ satu ini banyak anggotanya ga liat diri mereka sbg pelayan publik, melainkan bagian dari sebuah identitas. Self-worth mereka melekat pada citra institusi. Akibatnya, loyalitas terhadap institusi lebih diutamakan daripada akuntabilitas.
Saat institusi ini dikritik, reaksi yang muncul cenderung defensif. Alih-alih mengakui kesalahan, mereka lebih fokus membungkam kritik, membenarkan pelanggaran atau bahkan menyerang or mengintimidasi masyarakat.
Akibatnya, fungsi institusi ini lebih terasa sebagai alat mempertahankan kekuasaan & status, bukan sebagai pelayan masyarakat. Solidaritas internal lebih diutamakan daripada menegakkan keadilan, sehingga kasus brutality, korupsi & pelanggaran sering kali ditutupi bukannya ditindak.
Alih-alih bekerja untuk rakyat, institusi ini justru bekerja melawan mereka setiap kali kewenangannya dipertanyakan.
THR masuk, liat payslip, cek potongan pajak, liat bagaimana para parcok menghadapi demonstran, terlebih para pejabat yang g becus, rasanya 🤬🤯😡
Kalo masih ada yang bilang “Kritik pemerintah mulu, emang kontribusi lu apa?” Lemparin aja pake bukti potong pajak kalian gaes.
Inget, walaupun THR dan gaji yang kalian terima bersih tanpa dipotong pajak, langsung ditunjang/ditanggung oleh perusahaan, tapinya yah kalo itu pajak penghasilan tetap bentuk kontribusi kinerja kita yang dibenefitkan oleh perusahaan. Secara tidak langsung ya hasil jerih payah keringat kita gaes!
Waktu dan tempat misuh-misuh potongan pajak THR yang gede itu dipersilahkan, kalo mau sekalian ss bukti potongan pajak bahwa kita berkontribusi ke negara ini juga boleh.
Begitu pindah ke Surabaya langsung gak nyangka kota ini sangat jauh dari kata progresif. Orang-orangnya ignoran, hanya memikirkan kerja dan duit.
Kultur arek tampaknya hanya berlaku sebagai dialek yg kasar dan lugas belaka. Tapi nilai-nilainya tidak sama sekali.