Masih jadi calon, orang mengkritik hendak dilaporkan, dipenjarakan.
Begitu memegang kekuasaan, pengkritik bisa diculik dan dibunuh.
Nyawa tidak akan kembali setelah hilang. Bisa menimpa kamu, anakmu, keluargamu.
Renungkan.
Kawan kita satu ini benar-benar mengira Neo Historia adalah media elit global. 😭
Padahal pesannya sederhana buat mas @gibran_tweet
Hargai seniman manusia. Hormati seni yang dibuat oleh tangan manusia. Paslon 02 sudah sangat notorious dengan penggunaan kecerdasan buatan yang berlebihan.
Posisi moral kecerdasan buatan dalam seni rupa dan seni gambar masih sangat abu-abu karena kecerdasan buatan itu memakai referensi dari pelbagai artis manusia yang tidak diberikan apresiasi selayaknya.
Ibaratnya sebuah kotak susu di pasar swadaya. Kita robek labelnya terus kita ganti dengan label kita? Apakah itu bermoral secara etika?
Sejarah menulis peradaban manusia digerakkan oleh seni yang dibuat manusia, bukan mesin. Atap di kapel Sistine di Italia contohnya, digambar oleh Michelangelo, dipesan oleh Gereja Katolik. Bayangkan kalau atap kapel yang indah itu digambarkan oleh mesin yang tidak memiliki dan bahkan tidak mengerti esensi seni. Apa yang dibanggakan daripada itu?
Pada akhirnya kalian itu bukan korban tapi hanya orang-orang yang tidak bisa menerima masukan dan kritikan.
Semalam menginap di rumah orang tua Bagus Prasetyo di Krajan Kadipiro Solo. Bagus ini alumni SMK N Jateng, sekolah yang saya dirikan khusus untuk siswa tidak mampu. Sekarang Bagus sudah kerja di Kalimantan, gajinya Rp 12 juta dan alhamdulillah bisa merenovasi rumah orang tuanya.
Sekolah seperti SMK N Jateng ini akan kita bangun di tiap kabupaten di Indonesia. Bukan hanya memberi pendidikan berkualitas tapi juga untuk memutus rantai kemiskinan. Mohon doa 🙏
Yang sudah sangat lazim di kalangan orang perpajakan ini terasa kasar bagi saya sebagai wajib pajak. Orang pajak kan pintar-pintar, carilah analogi lain yang lebih enak.
Karena penghilangan aktivis disebut, mimin posting ulang:
"Apa guna punya ilmu tinggi kalau hanya untuk mengibuli, apa guna banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu."
- Wiji Thukul (lahir 26 Agustus 1963, HILANG 27 Juli 1998)
Malam ini, Mas @ganjarpranowo benar2 membuat saya terpikat, beliau paham konteks, mengerti masalah, tenang dan terukur
Mas @aniesbaswedan masih memikat saya, beliau malam ini membuktikan pada saya dia berani, tidak cuma retorika
Pak Prabowo, masih membuat saya takut 🥲🙏
😂😂
I am horrified by the reported attack in Gaza on an ambulance convoy outside Al Shifa hospital.
Now, for nearly one month, civilians in Gaza, including children & women, have been besieged, denied aid, killed & bombed out of their homes.
This must stop.