@Just_mushlih@islah_bahrawi Strategi sperti ini mulai sering dipakai sejak era jokowi. Masa kontra dilawan dengan masa yang pro. Rakyat saling dibenturkan
Episode kali ini judulnya Sang Jenderal vs Kabut Asap di Hutan Pinggir Bandara.
Bukan jungle Kalimantan yang butuh perjalanan darat berjam-jam plus menginap di pondok sederhana.
Ini hutan biasa, relatif dekat Bandara Supadio dan pusat kota Pontianak.
Asap ada, kamera ada, rombongan lengkap.
Stop Merusak keindahan alam Raja Ampat untuk tambang
Setahun yang lalu pernah di gemakan untuk save Raja Ampat , kini muncul 3 izin tambang baru di kawasan raja Ampat
Klean kelewat Tamak, padahal dari pariwisata banyak hasilkan cuan buat warga kecil
Selamatkan Raja Ampat
‼️🇲🇽 MEXICAN STREAMER SHOT ON LIVESTREAM WHILE DOING FOOD DELIVERY
TikTok star Cesar Gastelum was shot dead during a livestream when two men on a bike approached him and without a warning, pulled out a GUN and shot him
Some say he joked about and glamorized cartel life, and that he paid the price in the end
Puluhan anak muda yang tergabung dalam Gen Z Papua menggelar pawai salib merah di Kota Jayapura, Minggu (21/6). Mereka membawa poster penolakan terhadap PSN di Merauke dan menyuarakan isu kemanusiaan, masyarakat adat, serta lingkungan di Tanah Papua.
#PapuaBukanTanahKosong
Salah satu nobar “Pesta Babi” yg paling agung sejauh ini. Di Intan Jaya. Tempat puluhan ribu hektar tanah adat sudah jadi konsesi tambang. Tempat operasi militer dan perang gerilya sudah berlangsung bertahun2. Tempat puluhan ribu orang masih harus mengungsi.😢
Aliko Walia, an 8-year-old boy shot during a military operation in Puncak Regency last April, has tragically passed away after 36 days of treatment at RSUD Mulia.
Aliko suffered a severe gunshot wound to his chest during an incident in Tenoti Village that also claimed the life of his mother, Wundilina Tabuni. Despite initial signs of recovery and the best efforts of medical staff, a systemic infection proved too much for the young boy to overcome. He was cremated according to Lani traditions.
Read the full story on https://t.co/6Sy9vsjYNb.
#PengungsiInternalPapua #IDPsPapua #Papua #Indonesia #WestPapua #PapuanLivesMatter
https://t.co/EsqCQuqsFY | FB: JubiNews | X: @News_jubi | IG: newsjubi | Tiktok: @jubinews | Youtube: @jubinews
BREAKING NEWS
Seorang pelajar bernama Nopison Tebai (21) meninggal dunia setelah ditembak anggota Kepolisian Resor Dogiyai di Kampung Dogimani, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.
Baca selengkapnya: https://t.co/OmFP3kQmks
Temuan boraks & bakteri pada program MBG di Anambas ini jelas pelanggaran PIDANA serius (UU Pangan Pasal 136). Tidak cukup hanya bekukan SPPG, Pemerintah harus STOP total program MBG untuk evaluasi menyeluruh sebelum jatuh korban lebih banyak!
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Papua tengah diincar proyek food estate dan bioetanol, menjadikannya salah satu pemusnahan hutan terbesar dalam sejarah.
Di tengah ancaman itu, warga Papua terus berjuang demi tanah kelahirannya. Seperti apa perjuangan mereka?
Saksikan dalam film Pesta Babi, gala premier 12 April 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Kamu juga bisa bikin nobar sama komunitas atau organisasimu. Pendaftaran Musim Nobar Pesta Babi dibuka mulai 12 April 2026. Daftar dan cek ketentuannya di https://t.co/vEeesos68t
Baju yang kita pakai sehari-hari ternyata bisa jadi sumber ancaman yang jarang kita sadari.
Setiap dicuci, ratusan ribu partikel mikroplastik lepas ke air dan udara, lalu masuk ke tubuh, hingga memicu penyakit serius, termasuk kanker.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan?
Mari bongkar dan diskusikan bersama di pemutaran perdana film Menolak Punah, 4–9 April 2026 di Balai Budaya Jakarta.
Akan ada bazar buku, pameran karya, hingga cek kesehatan. Mari datang dan jadi bagian dari percakapan ini.